
Salma masuk ke dalam rumah dan memperhatikan Aisyah yang sedang dipijat Mbok Ijah.
Salma memicingkan matanya menatap tajam ke Aisyah.
Ia mencoba mengingat wajah Aisyah tetapi ia tak ingat .
" Kamu bawa perempuan kesini Pa ? " Tanya Salma penasaran. Seumur usia pernikahan mereka tak pernah Darren membawa wanita lain ke kediaman mereka.
Darren hanya diam tidak menanggapi ucapan Salma. Ia kesal dengan Salma yang sangat tidak bisa menahan ucapannya ke Caca.
" Pa, aku tanya kamu " Salma mulai kepo . Walau Darren tampan,kaya entah mengapa Salma tidak tertarik dengan Darren. Melakukan hubungan suami istri saja tidak ada gairah sama sekali Salma ke Darren, entah mengapa.
Salma mengikuti langkah Darren ke sebuah kamar.
" Bukan urusan mu " akhirnya Darren berbicara setelah memindahkan Caca yang tertidur setelah puas menangis ke kamarnya.
Darren keluar dan menghubungi seseorang dan meminta orang yang dihubungi itu untuk datang ke rumahnya.
" Kemasi barang-barang mu " Ujar Darren dengan dingin.
Mami melihat interaksi Darren ke Salma dengan tersenyum tipis, bukan, bukan mami mertua yang kejam. Tapi justru sang menantu yang kejam.
" Maksud kamu apa Pa? " Darren berjalan ke arah ruang tamu tempat Aisyah berada.
" Stop panggil saya Papa , mulai saat ini kamu bukan istri saya dan silahkan tinggalkan tempat ini. Rumah orang tuamu sudah aku renovasi silahkan kembali kesana dan jangan ganggu kami lagi " ujar Darren dengan tegas.
Salma tertawa kencang membuat Aisyah bergidik ngeri.
" Darren, Darren kamu lupa berapa uang yang aku minta jika kita berpisah hah? aku butuh biaya banyak untuk menghidupi Caca " Ujar Salma.
" Aku tidak lupa, dan Caca tetap tinggal bersama saya. Hubungan kamu dan dia sudah berakhir. Caca akan saya urus dan ... "
Ucapan Darren terpotong saat ada yang masuk ke ruang tamu dengan terburu-buru.
" Ini Tuan " Ujar Aron ke Darren memberikan sebuah map dan selembar cek .
" Ini cek yang kamu minta dan ini surat perceraian kita. Silahkan tinggalkan tempat ini dan jangan kembali " Berkata dengan datar dan dingin membuat Gian yang baru masuk melongo dibuatnya.
" Oke, baiklah. Mana sini "Salma menandatangani berkas yang ada dan mengambil cek yang berada di tangan Darren.
Aisyah dan Mbok Ijah hanya saling tatap tanpa berani bersuara. Darren yang biasa lembut kini berubah menjadi tegas.
Setelah selesai Salma masuk ke kamarnya dan keluar membawa koper yang sudah di siapkan Darren agar Salma tak perlu berlama-lama dirumahnya itu.
Salma memandangi Aisyah dan menghampiri nya .
__ADS_1
" Kau siapa calon pembantu disini " tanya Salma ke Aisyah .
" Dia calon menantu saya " Mami muncul dan mengagetkan semua orang terutama Aisyah dengan perkataan nya .
" Mi aku belum mau menikah lagi " Ujar Darren yang entah mengapa membuat hati Aisyah sakit.
" Hahaha kalau kamu menikah dengan Darren aku mau bilang sesuatu kalau Darren susah tegak " Salma tertawa keras dan meninggalkan semua orang.
Mami dan Gian mendelik membulatkan matanya dan menatap Darren seolah meminta jawaban.
" Aku normal " Ujar Darren menatap Mami, Gian ,Aron dan terakhir ke Aisyah.
" Masa sih anak Mami gak normal " Mami melihat Darren dengan seksama.
" Ai, kalau gitu mending kamu bener-bener mami jodohin sama Gian aja " ujar Mami yang sebenarnya tidak percaya dengan omongan Salma. Tapi demi mengetahui perasaan sang anak dengan Aisyah mami juga ingin mengetes kenormalan si Abang Darren.
" Ya gak bisa dong Mi " Darren bukannya sedih habis bercerai dengan Salma malah terlihat panik ketika Aisyah dijodohkan dengan Gian oleh sang mami.
Gian mendekati Aisyah sesuai kode dari Mami.
" Kamu single kan Ai " Tanya Gian memastikan ke Aisyah.
" Saya sudah pernah menikah Mas Gian " Ujar Aisyah yang baru saja selesai di urut oleh Mbok Ijah.
" Apa sih kamu pengalaman apa. " Mami mencubit Gian
" AW MAM ... sakitt " Teriak Gian
Darren hanya memicingkan matanya tak suka mendengar ucapan dari Gian ke Aisyah. Tapi wajahnya berubah ekspresi menjadi senang kala mami mencubit perut Gian.
Aisyah yang berusaha berjalan pelan-pelan pun ke depan dan berusaha membantu sebisa mungkin walau kakinya sedang sakit .
***
Keesokan harinya semua sudah berkumpul dirumah Darren. Caca terlihat senang. Mami tak kalah senang dengan Mbok Ijah. Mereka senyam - senyum melihat list lomba yang akan dilakukan nanti.
Aisyah dibelikan obat oleh Mami malam itu juga obat pereda nyeri. Dan entah karena mahal atau ampuh, kaki Aisyah normal kembali setelah memakai obat dari Mami Darren.
" Bang, bang mami mau ikut lomba dong " ujar Mami memanggil Darren yang saat itu mengenakan celana pendek dan kaos berwarna putih .
" Mau lomba apa sih mi . Gak ada lomba untuk nenek-nenek " Sahut Gian yang semalaman menginap dan pagi ini akan langsung pergi karena ada urusan.
" Hey nenek-nenek gini mami masih energik yaa " mami tak mau kalah.
" Bukan nenek-nenek energik. Tapi nenek-nenek lincah " Gian keluar sambil tertawa keras .
__ADS_1
" Nanti papi dateng, ada lomba tes keserasian suami istri kan. Mami sama Papi mau ikut " Ujar Mami ak mau tau.
" Nanti aku daftarin ya Oma " Ujar Caca yang sudah rapih dengan kostum merah putih dan rambut dikuncir dengan hiasan pita warna bendera Indonesia.
" Harus sayang " Oma cekikikan. Oma senang karena Caca tidak bersedih lagi.
Darren memanggil semua Abang gerobakan untuk menjajakan dagangannya . Semua pedagang dibayar di muka oleh Darren. Semua bebas pesan berapapun. Boleh ambil sendiri asal hati-hati jangan sampai merusak gerobak dan peralatan dagang si Abang penjual , perintah dari Darren.
Aisyah makin terpukau dengan kebaikan-kebaikan Darren.
Mami melihat mata Aisyah yang terkagum-kagum dengan anak satu-satunya itu.
Mami memfoto Aisyah yang sedang tersenyum bersama Caca saat member tau arahan-arahan lomba ke Caca.
CEKREK...
SEND TO NUGROHO FAM...
" Calon mantu mami yang baru "
Ketik mami sambil mengirimkan foto Aisyah.
Trang Tring Trang Tring
Grup pun ramai dengan keluarga besar Nugroho.
" Jangan asal pilih lagi mi "
" Cakep ya "
" Sayang keluarga mudah-mudahan gak seperti Salma "
Mami hanya membaca tanpa membalas.
Lomba pun berlangsung dengan meriah . Aisyah tidak ikut serta karena Darren melarang , Aisyah hanya menemani Caca yang ikut lomba berdampingan dengan Darren .
Mereka sangat kompak seperti keluarga kecil bahagia. Caca tidak memenangkan lomba apapun tapi ia tidak masalah yang penting ikut serta meramaikan suasana lomba.
Mami yang tadinya mau ikut lomba tidak jadi karena Papi mengabarkan tidak bisa datang karena pinggangnya sakit. .Papi Gerald udah tua ya bestie..
Perlombaan anak-anak kecil sudah selesai hadiah akan dibagikan setelah lomba dewasa selesai.
***
Segini dulu ya.. vote dulu nanti akuh update lagi..
__ADS_1