Maaf , Aku Mencintaimu

Maaf , Aku Mencintaimu
6. Gak Keren


__ADS_3

Malam itu juga , semua panitia beserta Pak RT dan tak luput Aisyah juga melihat keseluruhan halaman rumah Darren. Semua berdecak kagum dan semakin semangat melakukan acara lomba Agustusan lusa nanti.


Tak hanya melihat - lihat lokasi untuk acara lomba nanti, mereka pun disuguhkan minuman yang bisa langsung diambil di samping teras rumah Darren.


Mau kopi panas ada, mau yang dingin pun lengkap semua bebas mengambil minuman dan makanan ringan yang tersedia. Mbok Ijah yang melihat keramaian pun mendekat tetapi ke arah Aisyah.


" Non Ai ini ada apa ? " bisik Mbok Ijah di telinga Aisyah.


Aisyah pun menjelaskan keinginan dari Darren untuk mendanai dan memfasilitasi lomba tujuh belas Agustusan tahun ini. Mbok Ijah melonjak senang yang artinya ia akan melihat keseruan dan keramaian di dalam rumah majikannya itu.


" Wah non Caca pasti senang banget ini " ujar Mbok Ijah lagi.


" Kami aja senang mbok " Ujar Aisyah ikutan senang.


" Biar nanti Caca ikut lomba yang dia mau ya mbok " ujarnya lagi. Mbok Ijah mengangguk setuju.


Keduanya terlihat sangat senang.


Ternyata para pemuda pemudi yang menjadi panitia tujuh belasan itu pun enggan pulang cepat-cepat dan memilih melanjutkan rapat di kediaman Darren .


Si empunya rumah tidak masalah, malah terlihat senang karena rumahnya ramai.


Banyak lomba yang diadakan besok, hampir semua lomba diadakan kecuali lomba lari dari kenyataan yang tidak termasuk dalam list.


Hadiah berbagai rupa pun sudah dicatat oleh bagiannya. Hadiah bervariasi ,dari alat tulis lengkap beserta tas nya, berbagai macam mainan ,tempat makan dan aksesoris lainnya. Dan untuk para ibu-ibu dan bapak-bapak ada hadiah mukena serta sarung dan Koko .


Selain hadiah barang, masing-masing peserta akan mendapatkan amplop berisi uang entah berapa yang pasti itu disiapkan oleh Aisyah nanti setelah diberikan oleh Darren.


Semua akan dibelanjakan bersama besok dengan diantar Darren . Bukan karena Darren tidak percaya pada bagian bendahara , justru karena ia ingin memberikan hadiah yang bagus untuk para pemenang lomba nanti. Belinya pun di salah satu mall kepunyaan keluarga Nugroho.


Mami Nala yang menghubungi Darren malam itu untuk menanyakan kabar Aisyah dan Caca pun di beritahu oleh Darren mengenai hal ini.


Orang tua yang melahirkan nya itu malah ikut antusias dan besok berniat mengunjunginya bahkan akan menginap.


" Mami besok mau ikut lomba juga ya Bang, mami mau nginep di rumah Abang, mami juga mau ketemu Caca dan calon mantu mami " ujarnya seru di telepon.


Abang adalah panggilan untuk Darren.


" Calon mantu siapa ? " Darren berkerut dahinya sambil melihat ke arah Aisyah.

__ADS_1


" Gian, ya untuk Gian. kan sepupu kamu itu belum nikah. Biar Aisyah mami jodohin sama Gian aja. Mama Anya tadi sudah setuju , Kakak Belle juga gak masalah tadi mami tanya..Tinggal Gian nya aja mami mau ketemuin besok. Gian pasti nurut kata Mami " ujar mami mantap, dirinya pun ingin mendengar tanggapan dari Darren saat ia bilang begitu.


" Hah Mi, jangan Gian lah. Mami tau sepak terjang Gian seperti apa. Abang gak setuju " Darren terlihat panik dan Mami merasakannya , Mami pun cekikikan dalam diam berdua dengan sang keponakan ( Belle ) saat itu ponselnya di keraskan suaranya sehingga


yang disampingnya mami pun mendengarkan ucapan Darren.


*Gian adalah adiknya Belle dari Papa Nath. Cucu dari Ryan Nugroho. di cerita Sekertaris Kesayangan CEO*


" Abang mau emang nya sama Aisyah ? " Tanya Mami diseberang sana.


" Udah dulu ya Mi, assalamualaikum " Yang dipanggil Abang itu bukan menjawab malah langsung mematikan sambungan telepon nya. Dan mami mendengus kesal melihat kelakuan anaknya itu.


" Dasar kurang asem bukanya jawab malah matiin telepon. Mami doain si Salma ketauan belangnya di depan mata Abang, biar bisa dikasih keputusan . Sebel mami deh gak tegas banget punya anak " Mami bercuap-cuap lalu diangguki dan diaminkan oleh Belle.


.


.


.


Keesokan paginya semua bersiap untuk berangkat . Semua panitia diboyong oleh Darren ada yang naik motor dan bagi yang tidak punya kendaraan mereka naik mobil Darren tapi berbeda mobil dengan Darren dan Aisyah.


Mobil yang ditumpangi Darren hanya berisi empat orang saja . Darren , Aisyah, Caca dan salah satu panitia lomba .


Darren tak mempermasalahkan ,malah senang.


Disaat mobil berjalan Caca bertanya ke sang Papa


" Pa, mama semalam gak pulang lagi ? " bocah berusia 4 tahun itu bertanya membuat Aisyah dan satu orang panitia laki - laki yang agak melambai tercengang dibuatnya.


" Semalam mama pulang, tapi pergi lagi " Jawab Darren singkat.


" Ah ya Caca ada yang mau dibeli gak nanti " Darren kini mengalihkan pikiran sang anak . Walau bukan anak kandung nya tapi Darren sangat menyayangi Caca.


" Caca mau ikutan pilih hadiah buat yang menang lomba aja ya Pa. Siapa tau Caca nanti menang lomba juga " Ujar Caca bersemangat.


" Aamiin " Aisyah yang berada di dekat Caca mengaminkan doa sang gadis kecil itu.


Setiap kata adalah doa, doa baik wajib diaminkan.

__ADS_1


" Aamiin " Darren dan lelaki jelly di sebelah nya itu pun mengucapkan hal yang sama dengan Aisyah.


Tak lama mobil yang mereka tumpangi itu sampai di salah satu mall terbesar di Jakarta.


Darren mempersilahkan yang lain jika melihat sesuatu barang yang sekiranya bagus untuk hadiah boleh diajukan .


Semuanya memilih dan Darren membeli lebih banyak dari hitungan .


" Pak Darren maaf, ini over deh kayaknya " ujar Bu RT yang ikut serta.


" Gak apa-apa Bu RT, biar semua dapat hadiah nanti tgl team kelompokkan saja mana hadiah 1,2 dan 3 .Dan mana hadiah hiburan bagi yang ikut serta.


Jadi semua dapat hadiah " Ujar Darren sambil tersenyum.


" Papa Caca baik banget sih " Ujar Aisyah sambil mencubit pipi Aisyah yang menyembul.


" Iya Tante, Papa Caca baik, beda banget sama Mama Caca " Dengan polos nya anak kecil itu menjawab ucapan Aisyah membuat Darren malu.


Aisyah sendiri tak enak hati " Mama Caca juga baik, cuma mama Caca sibuk makanya gak bisa temani Caca " Aisyah mencoba memberi pengertian ke Caca.


" Papa Caca aja yang kerja punya perusahaan besar dan banyak masih sempatkan waktu untuk Caca. Mama yang gak kerja malah lebih sibuk dari Papa "


Darren makin menepuk jidat nya dan membawa Caca segera pergi. Beruntung Mami Nala datang bersama sang supir untuk menemui Caca setelah diberi tahu Darren kalau mereka berada di sini.


" Yuhuuu, cucu Oma tercantik di dunia setelah Oma. . . " Mami dari Darren memanggil Caca.


" Omaaaaaa " Caca berlari ke arah Omanya itu.


" Duh duh duh sayang. jangan nabrak Oma begitu dong cantik.. Nanti Oma jatuh kan gak keren dilihatnya " Oma memasang wajah cemberut.


" Hehe maaf Oma tercantik di muka bumi " Balas Caca membuat Omanya tertawa senang.


" Kenapa ? Abang malu lagi depan orang ? " Tebak Mami melihat muka sang anak.


Darren mengangguk lemah.


" Ya emang gitu kenyataan nya kenapa harus malu bang, makanya dengerin kata mami, nurut sama mami biar gak begini " Omel Mami tapi dengan nada yang tidak seperti orang mengomel.


***

__ADS_1


Tuh Bang dengerin kata Mami..


Yang mau ikut lomba besok di MAM yuk list dari sekarang 😘.


__ADS_2