Maaf , Aku Mencintaimu

Maaf , Aku Mencintaimu
5. Angin Segar


__ADS_3

" Maaf, maksud saya jika kamu ada acara harusnya kamu bilang, pasti teman kamu itu udah nunggu sedari tadi. Saya minta maaf ya " Ujar Darren sambil bergegas membuka pintu mobil dan mempersilahkan Aisyah untuk masuk.


Aisyah lalu masuk ke dalam mobil dan pintu mobil di tutup oleh Darren.


Darren memutari mobil kembali dan langsung duduk di bangku kemudi. Menyalakan mobil dan bertanya kembali ke Aisyah ke arah mana ia harus mengantar Aisyah.


" Ke pos karang taruna di samping rumah Pak Darren . " Aisyah berkata pelan .


Darren menarik nafas lega. Ia kira Aisyah pergi jauh. Kemudian ia terkaget. " Hah karang taruna ? . Ada acara apa ? " tanya Darren kaget. ia kira Aisyah tidak ikut perkumpulan anak-anak muda.


Aisyah tertawa, karena sedari tadi Darren selalu bertanya ada acara apa.


" Mau ikutan acaranya pak ? " Tanya Aisyah sambil tertawa kecil.


" Boleh " Jawab Darren antusias. Ya, masa mudah Darren tidak dihabiskan dengan perkumpulan dengan anak-anak muda. Tapi ia sibuk sekolah sambil belajar bisnis dengan Papinya.


Aisyah yang kaget mendengar Darren menjawab "Boleh" langsung menoleh.


" Pak, ini mau bahas masalah acara tujuh belasan " ujar Aisyah.


" Tidak masalah, saya bisa ikutan kan? kalau bisa saya yang support untuk hadiahnya " Ucap Darren dengan mantap sambil menjalankan mobilnya.


" Ini sombong apa baik ya ? " Bathin Aisyah.


" Gimana Ai ? boleh ? " Tanya Darren penasaran dengan jawaban Aisyah.


" Pak, saya bukan yang memberi keputusan , saya hanya team hore aja yang ikutan meramaikan suasana tujuh belasan di daerah rumah kita " Ujar Aisyah.


Darren manggut-manggut.


" Ok, nanti ajak saya kenalan dengan ketuanya ya " ucap Darren dan tak lama mobil sampai di pagar dan dua orang satpam membuka pagar rumah Darren.


Darren tersenyum. " Jon, ada makanan dari Mami di belakang. Di paper bag biru ya pak. Jangan yang pink. Yang pink punya teman saya . " Ujar Darren kepada kedua satpam rumahnya itu.


" Ashiap Boss. saya ambil ya . terima kasih banyak berkah berkah " Ujar Jono satpam yang masih muda itu.


" Hati-hati boss dan neng Ai di jalan " Jawab Satpam yang satu yang usianya belum senja juga , yang sudah tau nama Aisyah. Padahal belum pernah kenalan .


" Kamu kenal Ai ? " Tanya Darren ke Aisyah.


Aisyah menggeleng bingung. Melihat nya saja tidak pernah pikir Aisyah


" Sok kenal kau Paijo " Darren tertawa melihat kedua penjaga rumahnya itu yang sedang cekikikan sambil tebar-tebar pesona ke arah Aisyah.


" Ckk inget pacar di kampung " Darren melambaikan tangannya ke arah Jono dan Paijo seraya pamit.


Aisyah hanya diam saja melihat interaksi antara majikan dan penjaga rumahnya itu dan berbicara saat mobil keluar pagar.


" Pak saya berhenti disini aja. Tuh udah sampai " Aisyah menunjuk rumah yang di depannya berteras terbuka dan sedang berkumpul para pemuda dan pemudi.


" Loh sebentar ya. ya uda sebentar saya minta Jono bawa masuk mobil dulu " Ujar Darren sambil menghubungi ponsel Jono dan berbicara dengan Jono beberapa saat.


Tak lama , Jono keluar dan menghampiri Darren mengambil kunci mobil dan tersenyum paling manis ke arah Aisyah.

__ADS_1


" Jon keluarin tas makanan punya Aisyah tolong ya " titah Darren ke satpam mudanya itu.


" Siap, " Jono dengan cekatan menurunkan paper bag berwarna pink di bagasi .


" Selesai, ini punya Neng Ai yang cantik " goda Jono sambil tersenyum terus menerus sampai giginya kering.


" Jon, Jon. " Darren geleng-geleng kepalanya .


" Mari Neng Ai , saya pamit ke dalam dulu ya " Ujar Jono dengan suara yang dilembut-lembutkan tanpa menjawab Darren.


" Plak " Darren menepuk Jono.


" Astaga Pak,, gak boleh orang seneng dikit " Jono tertawa.


Tiba-tiba lampu sorot mengarah ke arah mereka. Jono segera memundurkan mobil Darren dan lampu mobil yang menyorot ke arah Darren dan Aisyah itu mengarah masuk ke dalam arena rumah Darren tapi tidak sampai ke dalam.


Seorang wanita berbaju gamis panjang turun dari mobil dan langsung menghampiri Darren.


" Pa, aku pergi lagi ya. Teman ku udah jemput tuh " Ujar Salma istri dari Darren sambil menunjuk ke arah sebuah mobil berisi 3 orang wanita berpakaian seksih.


" Gak mau lihat Caca dulu Mah ? " Ujar Darren lembut walau istrinya berkata ketus.


" Gak deh takut telat. Oh ya aku gak pulang ya. Aku menginap dirumah Selin " Ujarnya lagi tanpa Salim dan pamit yang benar.


" Assalamualaikum Ma " Ucap Darren lemah.


" Ya Waalaikumsalam " Jawab Ibu dari Caca itu singkat dan langsung berlalu pergi masuk ke dalam mobil temannya.


Darren sendiri hanya menghela nafasnya menahan kesal.


Dan Aisyah terdiam terpaku melihat interaksi kedua orang yang berstatus suami istri sah itu. Aisyah bisa langsung menyimpulkan kenapa orang tua dari Sapta seperti kurang menyukai istri dari anaknya itu .


Ayah dari Caca itu pun langsung mengatur nafasnya dan segera normal kembali saat berhadapan dengan Aisyah


" Yok Ai, ajak saya kenalan dengan panitia acara tujuh belasan " Darren semangat kembali dan tidak terlihat murung seperti saat istrinya tadi datang .


Wanita berjilbab itu mengangguk dan melangkahkan kakinya ke rumah yang sudah di penuhi gelak tawa oleh beberapa orang yang berada di sana.


" Assalamualaikum .... " Sapa Aisyah memberikan salam kepada semua yang ada disitu.


" Waalaikumsalam " jawab semua yang ada di teras rumah tanpa terkecuali Daan menatap ke arah pria tampan , gagah dan dandanan layaknya orang kaya.


" Ai datang telat ,terus dateng-dateng bawa cogan " Celetuk salah satu wanita disana bernama Mely.


Aisyah mendengus kesal. Mely memang asal ceplas - ceplos orangya.


" Aku bawa makanan nih ,bukan bawa cogan. ayok dimakan enak-enak banget loh ini " Aisyah membuka semua kotak kue yang diberikan tadi oleh mami Nala dan Belle.


" Pak Darren " Tiba-tiba Pak RT dari dalam rumah keluar dan langsung menyambar tangan Darren untuk bersalaman.


" Assalamualaikum semuanya " Sapa Darren setelah berjabat tangan dengan Pak RT.


" Waalaikumsalam " Para pemudi terdengar riuh menyambut kedatangan Darren.

__ADS_1


Pak RT mempersilahkan Darren duduk dan meminta sang istri membuatkan minum. Darren tidak menolak karena takut orang rumah tersinggung.


Tak lupa Pak RT memperkenalkan Darren kepada panitia acara tujuh belasan lainnya .


Setelah saling sapa mereka mengobrol kembali bersama-sama


" Koq bisa datang berdua Pak Darren dan Ai ?" Tanya pak RT.


Darren pun menjelaskan awal bertemu dengan Aisyah dan sampai berada disini.


Pria paruh baya itu mengangguk dan anggukannya terhenti saat Darren menawarkan angin segar.


" Boleh saya jadi donatur di tujuh belasan ini ? " Tanya Darren dengan serius.


" Hah Donatur ? ya boleh banget atuh bapak ganteng " Mely terdengar antusias dan yang lain pun sama .


" Berapa biayanya boleh saya lihat ? " Tanya Darren meminta data kebutuhan biaya untuk lomba yang diadakan hari Minggu nanti.


Darren mengerutkan dahinya melihat jumlah biaya nya.


" Segini ? " tanyanya ke Aisyah dan kawan-kawan nya.


Semua mengangguk dan berfikir dengan fikiran yang berbeda-beda.


" Boleh kita atur ulang rincian dan hadiah-hadiah nya ? " Tanya Darren lagi.


Semua seperti terhipnotis dan menganggukkan kepala mereka bersamaan termasuk Aisyah dan Pak RT serta Bu RT d belakang nya.


" Ini kita sudah press budget nya Pak dan ini yang paling rendah yang sudah kita atur sedemikian rupa " Ujar Ketua Panita tujuh belasan itu dengan sangat hati-hati.


" Saya tambahkan biayanya. Saya akan jadi donatur tunggal dan kita beli bersama besok untuk semua perlengkapan lomba yang belum ada termasuk seragam panitia "


Sempat hening sebentar dan tak lama mereka berteriak ricuhh..


" Uhuyyh ada sultan juga di kampung kita "


" Gue kirain kegedean tuh biaya "


" Kirain karyawan bakso ujung gang kita aja yang pake seragam ,kita juga yeayyy "


Semua berteriak kesenangan. Dan Pak RT berdehem membuat semua orang berhenti berteriak.


" Pak tapi maaf, kemungkinan kita akan pakai jalan depan rumah pak Darren untuk lomba " Lirih Pak RT.


Darren tersenyum menanggapi ucapan Ketua RT itu


" Pakai saja halaman rumah saya pak, luas bisa buat anak-anak lomba futsal atau sepak bola . Atau malam ini boleh banget mampir kerumah saya kalau mau lihat lokasi atau mungkin mau tambah beberapa lomba sesuai arena yang ada disaya " Tawar Darren lagi.


****


Duh Babang Darren, othor mau ikutan lomba juga jadinya di sana deh...


Yang masih kurang budget dana buat lomba, boleh ya langsung list butuh berapa di kolom komentar buat diajukan ke Babang Darren 😘.

__ADS_1


__ADS_2