Maaf , Aku Mencintaimu

Maaf , Aku Mencintaimu
16. Bertiga


__ADS_3

Darren kaget buka main melihat tampilan Aisyah menggunakan baju pengantin dengan tambahan cadar menutupi wajahnya.


Lama Darren menatap Aisyah. Hingga panggilan yang menggetarkan jiwanya itu mengagetkan nya.


" Mas, gimana ? " Tanya Aisyah menyadarkan Darren.


" Hah " Darren gelagapan.


" Kamu cantik Ai " tambah PTDarren sambil tetap menatap Aisyah.


" Setelah kita menikah kamu pakai cadar terus ya Ai, saya gak mau wajah kamu dilihat semua orang . Tunjukan wajah mu hanya untuk saya saja " ujar Darren lagi.


Aisyah mengangguk menyetujui. Super penurut memang Aisyah.


" Good Girl " Darren tersenyum senang.


Setelah mengganti pakaian pengantin yang dicoba tadi Darren dan Aisyah pergi dan memberi tips ke pada karyawan yang membantu Aisyah melepaskannya.twwsd GG


Aisyah tidak menghapus make up nya atas permintaan Darren . Sehingga make up tipis masih melekat di wajah Aisyah membuat kecantikannya semakin keluar.


Kini mereka berdua berada di dalam mobil. Awal nya saling diam tapi akhirnya obrolan pun berlangsung .


" Mas koq bisa secepat itu menyiapkan semuanya? koq bisa baju aku pas banget ? " Tanya Aisyah yang penasaran.


" Dengan kekuatan Mami dan Aron semua bisa diatur Ai " Darren menjawab pertanyaan Aisyah dengan senyum yang mengembang.


Aisyah hanya mengangguk-angguk tanda seolah mengerti.


" Hmm oh iya Ai kamu selain membuat kue ,kamu ada kerjaan lain kan Ai ? " Tanya Darren penasaran karena seingatnya Aisyah antar jemput anak sekolah.


" Astaghfirullah " Aisyah setengah memekik.


" Kenapa Ai ? " Tanya Darren khawatir.


" Aku lupa izin Mas sama ibunya Hawa . Anak kecil yang aku antar jemput sekolah itu " Wajah Aisyah berubah panik.


" Aku sudah izinkan. Aku kenal dengan papa nya Hawa. Kamu tenang aja " Darren mengira ada apa.


" Ta - Tapi mas aku ingin izin langsung. " Ujar Aisyah.


" Besok mereka datang ke pernikahan kita. Kamu bisa langsung izin disana " Darren terkekeh. Sangat menggemaskan wajah Aisyah jika sedang panik. Ingin rasanya menciumnya tapi belum halal. Huh...


" Aku gak enak mas jadinya, kenapa aku bisa lupa sih " Aisyah menepuk-nepuk jidatnya berkali-kali.


" Loh itu kenapa jidatnya di tepuk-tepuk. Minta di sentuh ya " Darren menggoda Aisyah.


" Ckk Mas Darren nih suka menjurus " cibir Aisyah.


" Kamu suka mancing sih " Balas Darren.

__ADS_1


" Udah mas nanti bablas. Sebaiknya aku hubungi dulu saja ibunya Hawa sekarang.


Darren menganggukkan kepalanya dan Aisyah mencari ponsel dan kemudian menekan nomor telepon ibu Hawa dan tidak lama ponsel Aisyah tersambung ke Ibu dari Hawa itu.


Darren melihat ponsel Aisyah yang sudah ketinggalan zaman itu. Kamera yang ada hanya satu saja. Serta layar yang sudah ada goresannya.


" Besok kamu pakai yang baru Ai " Gunam Darren.


Hany lima menit saja Aisyah bertelepon dengan orang tua Hawa. Aisyah pun mematikan sambungan telepon nya dan tersenyum ke arah Darren.


" Sudah mas,aman . Aku sudah bilang " Ujar Aisyah.


Darren mengangguk saja karena sedang fokus membelokkan mobilnya masuk ke area parkir hotel.


" Loh ini bukannya hotel ya mas ? " Aisyah celingukan kesana kesini .


" Iya ini hotel Papi besok kita sekalian resepsi disini dan gak usah pulang lagi ya , biar gak capek Ai. Sekalian kamu lihat dekorasi tempat acara besok. " Cetus Darren.


Aisyah hanya mengangguk bingung. Orang kaya gampang sekali ingin membuat acara. Tak butuh waktu lama untuk cek ini itu. Cukup dengan kekuatan uang semua beres.


Teman Aisyah yang menikah di gedung saja harus bolak balik cari gedung yang kosong jadwalnya . Belum lagi Catering tidak bisa dadakan.


Tapi Darren sangat cepat menyiapkan semuanya .


Kekuatan uang akan serba bisa..


Saat Aisyah menoleh ke kiri Darren sudah tersenyum dan membukakan pintu untuknya.


" Yuk. " ajak Darren karena keluarga nya sudah berkumpul.


Aisyah mengangguk dan mengikuti langkah Darren. Darren menyeimbangkan langkah nya dengan Aisyah sehingga yang tadinya Darren di depan ,kini berjalan berdampingan dengan sang calon istri cantiknya itu .


Dari jauh mami tersenyum dan melambaikan tangannya. Caca pun berlari kecil menemui Darren dan Aisyah.


" Papa.. Bunda .. " Panggil Caca.


" Degh " Aisyah terkaget dipanggil Bunda.


" Gak apa-apa ya Ai. " Darren menatap Aisyah seperti memohon.


Aisyah tersenyum dan mengangguk.


" Yeayy Aku besok punya bunda " Caca senang.


Caca terus bergelayut di samping Aisyah. Aisyah tidak jengah untungnya, hanya tidak enak melihat tatapan dari semua yang berada di meja restoran itu.


" Pi kenalin ini Aisyah " Ujar Darren ke Papi nya yang bernama Gerald itu.


Papi melihat Aisyah seperti mengingat sesuatu.

__ADS_1


" Kamu yang pernah antar kue bukan ke karyawan saya ? Yang cake kamu jatuh terkena karyawan lain tapi kamu gak mau diganti sama saya ? " tanya Papi .


Aisyah mengingat kembali memori nya saat mengantarkan cake ke salah satu perusahaan besar yang karyawan nya sedang ulang tahun. Tetapi karena kecerobohan salah satu karyawan wanita disana kue yang Aisyah bawa jatuh dan hancur.


Karyawan wanita itu malah memarahi Aisyah padahal dirinya yang salah.


Papi dari Darren itu melihat dari mobil dan berniat mengganti atas ulah karyawan nya. Tapi Aisyah menolak dengan alasan dirinya yang salah.


Walau Papi terus memaksa Aisyah dengan sopan menolaknya cukup minta didoakan biar dilancarkan segala urusan Aisyah.


" Iya Tuan saya mohon maaf kalau saat itu saya menolak " Aisyah mendadak gugup. Khawatir dibilang sombong.


" Koq Tuan, saya papi dari Darren loh. Panggil papi juga dong seperti kamu manggil Mami " Ujar Papi Darren tertawa.


" Saya kira tu eh Papi marah " Jawab Aisyah.


Papi pun tertawa dan memperkenalkan dirinya dan beberapa keluarga Nugroho yang ikut serta makan malam.


Tak lama Aisyah dipersilahkan duduk di samping Caca.


Papi menceritakan sedikit tentang kejadian di perusahaan nya waktu Aisyah datang. Dan mami makin terkagum dengan kepribadian Aisyah.


" Gak salah dong ya Mami pilih Aisyah " Bangga Mami.


" Dijaga bang yang begini " Nasehat dari beberapa keluarga lainnya ke Darren


Makan malam pun berlangsung secara tenang dan santai. Aisyah yang gugup perlahan mulai mencair.


Aisyah yang melihat Caca memakai jaket tebal bertanya.


" Kamu dingin banget ya sayang ? " Tanya Aisyah ke Caca yang sedari tadi minta makanan dengan kuah-kuah hangat.


" Iya Bunda, Caca lagi kedinginan " Ujar anak berusia 5 tahun itu.


Mendengar sang anak kedinginan Darren pun bergegas menyudahi makannya dan membawa Caca ke kamar agar bisa berselimut.


Aisyah diminta ikut menemani oleh mami. Karena Caca mau nya dengan Darren dan Aisyah.


Aisyah yang belum halal tidak bisa ikut masuk ke kamar Caca karena masih ada Darren setelah sampai di kamar Caca.


Darren yang mengerti segera keluar setelah Caca berbaring di kasur hotel yang empuk itu.


" Ai, Caca maunya sama kamu ? maaf ya " ujar Darren.


" Nggak apa-apa mas kalau Caca mau sama aku. Kan Caca juga anak aku " Aisyah tersenyum dan masuk ke kamar Aisyah.


" Sabar Darren sabar.. besok malam kita tidur ber tiga sama-sama " Darren menggunam sambil mengusap dadanya sendiri.


***

__ADS_1


__ADS_2