Maaf , Aku Mencintaimu

Maaf , Aku Mencintaimu
14. Tidak Terpaksa


__ADS_3

Aroon yang baru pertama kalinya melihat senyum Aisyah terus menatap kepergian Aisyah.


" Ehem " Darren berdehem tapi Aroon tidak bergeming.


" Hem " Deheman kedua pun tak di respon oleh sang asisten.


" EHEMMMMM UHUK UHUK UHUK "


Karena saking panjangnya berdehem Darren pun terbatuk-batuk.


" Minum Tuan " Aron segera sigap mengambilkan minum untuk sang majikan.


GLEK GLEK GLEK


Air minum bersuhu normal membasahi tenggorokan pria berstatus duda itu .


" Bisa gak mata mu biasa aja Ron ? " ujar Darren kesal .


" Terlalu indah untuk di lewatkan Tuan .. eh " Aron menutup mulutnya sendiri.


" Udah tau kan Aisyah itu siapa . ? " Tanya Darren sambil memicingkan matanya.


" Tau Tuan, tetangga depan rumah kan ? " Sahut Aron tanpa dosa.


Darren hanya menghela nafasnya panjang. Salah apa dirinya sampai punya Asisten yang punya sertifikat internasional tapi menjawab pertanyaan Darren yang mudah jawabannya sepolos itu.


Tapi ia cukup senang Aisyah mengubah panggilannya dengan kata "Mas" bukan Pak lagi.


***


Keesokan harinya mami sibuk menghubungi salah satu kenalannya di KUA. Mami mengatakan akan menikahkan anaknya kembali. dan meminta syarat-syarat berkas apa saja yang harus di siapkan.


Di telepon mami mengangguk -angguk tanda mengerti dan mencatat semua yang di ucapkan oleh lawan telepon nya di ujung sana.


Mami terus berbicara sambil meminum teh hangat buatan Mbok Ijah. Hingga sesuatu mengagetkan mami .


" Darren mau nikah besok mi " Ujar Darren duduk di samping mami.


" Besok gundul mu. Harus disiapkan gak bisa asal main besok aja Bang " Omel Mami yang shock tetiba Darren minta menikah besok.


" Bisa, udah diurus sama Aron. Akad aja gak perlu pesta meriah. Toh kita bukan anak muda lagi mi dan bukan pernikahan pertama kami " Ujar Darren di depan mami.


" Ciyeee kami..."


" Apa sih Mi.. "


" Apa sih mi apa sih mi . Pokoknya mami tetep mau pestain . Titik " Ucap Mami .


Darren menghela nafasnya panjang.


" Mami udah minta persetujuan Aisyah emangnya ? " Tanya Darren.


Mami menggeleng.

__ADS_1


" Nah ya udah Aisyah pasti setuju apa kata aku. Dia pasti nurut sama calon imam nya ini " Darren tersenyum sendiri mendengar ucapannya.


" Dih dih dih ." Mami menaikan sudut bibirnya lebih tinggi.


" Tanya aja nanti. kita Makan malam diluar ya Mi. Aku mau keluar dulu mau kerumah Aisyah " ucap Darren.


Mami mengangguk dan mami pun akan pulang dulu kerumahnya biar nanti malam datang bersama dengan Papi. Mami membawa Caca bersamanya agar Darren bisa berangkat makan malam naik mobil berduaan dengan Aisyah saja.


***


Darren pergi kerumah Aisyah menggunakan motornya. Padahal hanya depan rumah tapi karena jalan menuju pagar depan lumayan jauh jadi Darren butuh naik motor agar sampai dirumah Aisyah tidak terlihat lelah .


Darren menaruh motornya di depan pagar rumahnya . Kemudian ia menyebrang kerumah Aisyah.


Sampai di depan pintu terlihat Aisyah sedang berbicara dengan seorang pria membuat jantung Darren berdetak lebih kencang .


" Siapa laki-laki itu " Tanyanya dalam hati.


" Assalamualaikum " Darren mendekat dan membuat Aisyah kaget.


" Waalaikumsalam . Pak Darren tumben. Ada apa Pak kesini ? " Tanya Aisyah yang kaget.


" Ckkk koq dipanggil Pak lagi " Gerutu Darren dalam hatinya.


" Gimana Mba Ai ? Bisa kan buatin pesanan ibu saya ? " Tanya Pria di depan Darren ke Aisyah.


" Maaf kalau dalam jumlah banyak saya belum bisa. Karena saya sendiri membuatnya " Jawab Aisyah sambil tersenyum.


" Gak bener nih banyak orang kesini rupanya. Benar-benar harus segera di amankan " Darren terus menggerutu dalam hatinya.


Pemuda itu kaget dengan ucapan Darren. " Anda siapanya ya asal melarang Aisyah ? " Tanya pemuda tersebut.


" Saya calon suaminya, sebentar lagi saya berhak atas apa yang istri saya lakukan " Tegas Darren.


Pemuda tersebut kelabakan dan lebih memilih mundur. Ia tau siapa yang diajak berbicara. Orang kaya yang rela menghamburkan uang banyak untuk lomba Agustusan kemarin.


" Ma - Maaf saya permisi " Pamitnya terburu-buru.


Aisyah sendiri mematung mendengar ucapan Darren yang terlihat posesif sekali .


" Masuk Pak.Tumben kesini ada apa ? " ajak Aisyah sambil bertanya maksud kedatangannya.


Darren dipersilahkan duduk .Setelah duduk diruang tamu rumah Aisyah yang walau kecil tapi nyaman itu Darren mengutarakan maksud nya datang .


" Nanti malam siap-siap ya Ai. Saya mau ajak kamu makan malam sama keluarga saya. Kamu mau ya ?. " Bukan pertanyaan yang dapat memilih jawaban. Tapi ucapan Darren lebih terdengar seperti perintah.


" Ini nanya apa nyuruh ? " Tanya Aisyah tersenyum.


" Dua-duanya " Darren terlihat serius.


" Ah iya , baiklah jam berapa dan saya harus datang kemana . Tolong kabari saja alamatnya Pak " Ujar Aisyah yang membuat Darren memicingkan wajahnya .


" Kemarin sudah panggil saya Mas. Kenapa sekarang Pak lagi ? " Tanya Darren dengan kesal.

__ADS_1


" Sukanya dipanggil apa ? " Tanya Aisyah.


" Mas Boleh .Sayang juga boleh " Sayangnya kalimat terakhir hanya diucapkan Darren dalam hati .


" Baik Mas " Jawab Aisyah pelan.


" Gitu dong . Ai saya ingin bicara serius "


" Silahkan mas, bicara aja "


" Maaf ya Ai. Ini kamu rumah mengontrak atau rumah sendiri ? " Tanya Darren serius.


Aisyah menjawab kalau rumah yang sekarang ditempati adalah rumah kontrakan dan bukan rumahnya sendiri.


Darren mengangguk senang.


" Nanti setelah kita nikah , saya bantu kemasi barang . Kamu tinggal dirumah saya ya " Titah Darren.


" Baik Mas " Jawab Aisyah sambil mengangguk.


" Enak banget ,nurut banget. Beda banget sama Salma " Bathin Darren.


" Mau minum apa Mas ? " Tanya Aisyah yang lupa menawarkan minuman tadi.


" Air putih aja Ai. " Jawab Darren yang masih ingin berlama-lama disana.


Aisyah segera mengambik segelas air putih untuk dihidangkan ke Darren.


Setelah minuman datang Darren langsung meminum nya dan ingin membuka obrolan kembali karena keduanya terdiam .


" Ai "


" Iya Mas "


Darren menatap Aisyah yang menundukkan kepalanya.


" Saya Darren Arash Nugroho ingin meminta kamu secara resmi untuk menjadi istri saya .Apa kamu bersedia ? " Tanya Darren yang terus menatap Aisyah.


Aisyah mengangkat kepalanya mulai berani menatap Darren.


" Demi Caca ? " Tanya Aisyah bukannya menjawab iya malah bertanya.


" Demi Caca dan... " Ucapan Darren terputus.


" Demi Caca dan demi saya juga. Saya ingin kamu jadi istri saya. Tidak tau mengapa saya tidak suka jika ada pria lain menatap atau mendekati kamu Ai " Jawab Darren.


Aisyah mengangguk dan air mata keluar dari sudut matanya dan mengalir di pipi mulusnya itu.


" Koq nangis ? " Tanya Darren yang ingin menghapus air mata yang jatuh itu tapi tidak berani menyentuh. Ia mengambil tissue di depannya dan menyeka tanpa kulitnya saling bersentuhan.


" Setidaknya Mas tidak terpaksa menikahi saya . Saya tidak ingin karena keterpaksaan untuk kedua kalinya " Lirih Aisyah.


***

__ADS_1


Ehemmm Vote nya boleh nih mumpung Senin. Nanti othor Up lagi kalau banyak vote nya.


Happy Monday Happy People. ..


__ADS_2