Maaf , Aku Mencintaimu

Maaf , Aku Mencintaimu
3. Searah


__ADS_3

Banyak cerita dari keluarga Darren tentang dia dan istrinya . Sebenarnya itu aib tapi mungkin mereka tak bisa membendung dalam hatinya perasan yang mereka rasakan.


" Oma... " Teriak Salah satu gadis kecil yang dalam ingatan Aisyah itu adalah Anaknya Darren. Walau sekali bertemu tapi ingatan Aisyah sangat kuat.


" Apa Ca , sini nih ada donat " Ujar Mami.


" Loh Ai, aku kan gak pesan donat " ujar Belle melihat donat yang ditunjuk Mami sambil menyusun cemilan di dalam piring .


" Iya bonusan dari aku, karena Bu Belle pesan banyak dan transfer nya juga di lebihkan " Ujar Aisyah sambil tersenyum.


Mami terlihat membisikkan sesuatu ke Caca.


" Tante Ai yang buat ini ya? enak banget " ujar Caca sambil memakan donat karakter buatan Aisyah.


" Kapan-kapan boleh main kerumah Tante Ai gak kata Oma " Yang namanya disebut Oma itu langsung tak enak hati karena Caca mengatakan dengan jujur apa yang dibisikkan Omanya itu.


" Boleh koq, tapi rumah aku kecil sayang " Aisyah mengusap kepala Caca dan Caca langsung menatap Omanya.


Omanya ingin bertanya ke Caca, tapi blm sempat Oma bertanya langsung di potong oleh Caca . " Caca aja gak pernah di usap begini sama Mama " Ujar Caca lalu mendekat ke arah Aisyah.


Aisyah yang memang suka anak kecil pun langsung akrab dengan Caca. Acara di kediaman Belle itu pun berlangsung . Entah acara apa hanya mereka yang tau. Aisyah hanya ada dibalik layar sambil bermain dengan Caca dan beberapa anak kecil lainnya.


Tak terasa menjelang malam Aisyah masih berada d kediaman Belle. Darren pun kembali dengan wajah yang lesu tapi tetap tampan.


" Assalamualaikum "


" Waalaikumsalam " semua yang di rumah Belle menjawab salam dari Darren


" Anak mami kusut banget " Mami membolak balikan tubuh Darren.


" Ah masa sih, macet mi jadi lelah aja " Jawab Darren sambil merebahkan dirinya di samping Aisyah. Aisyah bergeser sedikit dan Darren bangun kembali.


" Astaghfirullah maaf maaf " ujar Darren tak enak hati main asal duduk di samping Aisyah.


" Kaget aja ganteng Pak " bathin Aisyah sambil melihat Darren tanpa berkedip.


" Ehem " Mami berdehem dan membuat Aisyah kaget.


Setelahnya mami malah cekikikan melihat Aisyah kaget.


" Saya pamit pulang dulu ya Mih ,Mah,Kak " Ujar Aisyah. Entah kapan panggilan berubah tapi yang pasti itu permintaan dari Mami Darren.


" Anterin Dar, kasihan udah malem " Ujar Mami.

__ADS_1


" Eh gak usah Mih,saya bisa sendiri " Aisyah buru-buru beranjak pergi dan tangan Caca malah menariknya.


" Tante Ai, bareng Caca sama Papa aja yuk " mata Caca yang bulat dan indah itu mengerjap-ngerjap seperti anak kucing yang lucu.


" Makasih sayang, tapi Tante naik taksi online aja gak apa-apa. rumah kita kan beda arah " Aisyah mengelus rambut Caca lagi dan Caca malah memeluk Aisyah.


Aisyah dibuat bingung satu sisi tidak enak karena Darren baru pulang, satu sisi lagi Caca malah meminta pulang bareng .


" Rumah kamu dimana sih Hmm siapa nama kamu ? " Tanya Darren ke Aisyah.


Aisyah baru saja mau menjawab langsung di potong oleh Belle.


" Namanya Tante Ai, Tante ayank " Ujar Belle cekikikan sama mami dan mama.


" Aisyah, nama saya Aisyah Pak " Aisyah menundukkan wajahnya. tak kuat rasanya memandang lama ke arah Darren. Padahal Darren biasa saja. Tapi Aisyah yang blingsatan sendiri.


" Ok, Ai ayo kita pulang bareng aja. rumah kamu searah rumah kami koq " Ujar Darren .


" Tapi Pak Darren kan capek baru pulang, biar istirahat dulu disini saya pulang naik taksi aja " ujar


Aisyah yang terus menunduk.


" Ya udah kalau gitu " Ujar Darren membuat Aisyah lega dan mami membulatkan matanya .


" Ya udah tunggu aku istrahat sebentar ya nanti kita tetap pulang sama-sama ini sudah malam gak baik anak gadis pulang sendirian " Darren tersenyum dan merebahkan kembali badannya di sofa.


" Hah maksud nya ? " Semua kaget mendengar Aisyah kecuali Belle.


" Saya Jan da , suami saya sudah meninggal " lirih Aisyah sambil memilih ujung jilbabnya.


🎼🎼🎼


Kau masih gadis atau sudah Jan da , baik katakan saja jangan malu.


Memangnya mengapa aku harus malu, Abang tentu dapat tuk membedakan nya.


Kau katakan saja yang sesungguhnya.


Sesungguhnya diriku Hay memang sudah jan da .


Marilah segera kita kawin saja.


🎼🎼🎼

__ADS_1


Dua orang tua lupa umur itu malah bernyanyi saling sahut-sahutan.


Mami Nala dan Mama Anya.


" Ini ya nenek-nenek bukannya ngaji malah nyanyi-nyanyi " Celetuk Darren.


" Buat hiburan sayang " Mami mencolek dagu Darren.


Aisyah yang tadinya agak minder dengan status nya malah jadi tertawa lucu.


" Tuh kan Ai jadi senyum " Mami senang Aisyah tersenyum kembali.


" Kamu beneran udah gak ada suami ? Mami kira kamu single loh Ai " Ujar Mami mendekat.


" Karena aku belum punya anak kali ya Mih, jadi gak kelihatan Jan da nya " Cengir Aisyah.


" Kamu mau punya anak ? " Mami seakan tertarik dengan bahan obrolan dari Aisyah.


Darren hanya memicingkan matanya melihat sang Mami berbicara dengan Aisyah.


" Insya Allah doain ya Mi " Jawab Aisyah.


" Nih kalau mau cepet punya anak mami kasih tau " Baru saja Mami ingin berbisik ke arah telinga Aisyah Darren sudah memanggil maminya. Dia tau ,pasti seperti yang sudah-sudah, Aisyah akan ditawarkan menjadi istri kedua Darren.


" Mih cukup Mih, nanti Ai gak mau temenan sama Kak Belle lagi loh " Ancam Darren.


" Udah Abang diam-diam , ini demi penerus keluarga Nugroho " sanggah Mami.


" Ai kita pulang yuk, Kak Bel, aku pinjem Bantal buat Caca yang ketiduran tuh ngedengerin omongan mamih yang absurd. " Kesal Darren.


" Iya Kaka Ambil dulu " Belle pun mengambil bantal ke salah satu kamar tamu di bawah dekat ruang keluarga.


Mamih menghela nafasnya kemudian mulutnya sudah bergerak ingin berbicara kembali.


Melihat itu Darren langsung membuka obrolan kembali agar maminya tidak asal bicara.


" Ai rumah kamu di jalan apa? siapa tau searah sama rumah baru saya. " Ujar Darren memulai obrolan.


Aisyah pun menyebutkan alamat rumahnya. Dan Darren kaget karena ternyata rumah barunya itu persis di depan rumah Aisyah.


Mami malah kesenangan .


" Tuh kan kayaknya kalian jodoh deh ,masa rumah depan-depanan gitu " Mami menggoda lagi.

__ADS_1


" Mi.. " Darren agak menekan Nafa bicaranya. Seolah memperingati maminya lagi .


" Iya iya .. ya udah tuh kakak Belle udah bawain bantal. kamu pulang sana hati - hati. Jagain Ai buat mami ya " pesan Mami sambil menahan tawa.


__ADS_2