
" Udah mi, ini di mall loh. Nanti cantiknya hilang kalau marah-marah " Darren menyahuti ucapan maminya itu. Tak lama Caca menjauh melihat Aisyah ke arah sebuah tempat aksesoris rambut . Ia pun mendekat ke arah Aisyah.
" Ah iya mami lupa, kamu sih bikin mami jadi keinget masa lalu " Gerutu mami pelan sambil matanya mengikuti langkah Caca dan ternyata Caca ke arah Aisyah dan mereka tertawa bersama. Entah apa yang membuat mereka lucu hanya mereka yang tau.
Akhirnya mereka mengakhiri pembicaraan kecil tentang Darren dan Mami memilih ikut serta dalam memilih hadiah. tak tanggung-tanggung Mami pun ikut menggelontorkan dana untuk lomba. Mami segala membeli pakaian muslim wanita .
" Mih, ini mami belanja buat sendiri atau apa ? " Darren kaget melihat belanjaan Maminya ditangan seorang karyawan toko .
Dengan santai mami berjalan ke kasir . " Ya buat hadiah lomba lah bang " .
Darren hanya geleng-geleng kepalanya. Kalau maminya sudah ikutan belanja ,khilaf pun mendera sang Mami .
Baru saja Darren ingin mengucapkan sesuatu dari mulutnya mami sudah menahannya. " Mau bilang apa ? Boros ? Mami beli buat orang paket ya jadi gak boros. Anggap aja mami lagi berbagi " Ucap Mami dengan ketus.
" Iya mi, bukan aku nya pelit, cuma mau biar bermanfaat aja untuk orang banyak dari pada dipakai sendiri " Darren pelan mengusap bahu sang mami dengan kedua tangannya.
" Iya Bang, mami tau. Tenang aja mami gak salah langkah lagi dalam ambil keputusan. Cukup Salma kesalahan terbesar Mami " lirih Mami .
" Udah mi, aku gak apa-apa . Itu udah kejadian . " Darren menenangkan sang mami lagi. Mami berubah menjadi sedih mimik wajahnya, dan untung saja Caca berlarian ke arah Omanya itu .
" Oma ,aku dipilih Tante Ai ini bagus gak ? " Caca memberikan sebuah bando yang imut di tangannya ke arah Omanya itu.
" Bagus banget. Udah bilang makasih belum ? " Tanya sang Oma.
Caca menggangguk dan tersenyum sambil berkata
" Udah dong , kann Caca anak baik " Oma nya tertawa dan Aisyah kini berada di samping Caca lagi sambil membawa jepit rambut berbagai bentuk.
" Lucu Tante " Caca tersenyum senang dan mengambil jepitan di dalam box itu. Kini Mami, Caca dan Aisyah berada bersama dan saling bercanda.
Darren sendiri lebih memilih menjauh dari Mami dari pada nanti ada ocehan maminya yang membuat ia pusing.
Selesai membayar semua belanjaan. Team supir dan laki-laki membawa ke mobil. Dan setelah itu kembali ke dalam untuk makan siang dulu karena matahari sudah tinggi dan perut sudah tidak bisa diajak kompromi.
" Mami ke restoran dulu ya Bang. Mami pesan tempatnya kamu nanti tgl masuk aja. " Ucap Mami ke Darren.
" Iya mi , ya udah Mi Caca biar duduk sama aku aja ya Mi. Dia belum bisa makan sendiri nanti ngerepotin Mami " pesan Darren.
__ADS_1
" Iya gampang, udah sana kasihan tuh pada kelaparan " Tunjuk mami ke arah panitia lomba yang malah asik tertawa tidak terlihat sedang kelaparan.
Darren melangkah pergi membantu yang lain membawa barang-barang yang sudah di belanjakan untuk hadiah lomba beserta kebutuhan lomba lainnya.
Mami sampai di restoran dan memesan tempat untuk lima belas orang .
Karena saat itu ramai, akhirnya terpecah menjadi dua meja.
Aisyah yang selalu di genggam tangannya oleh Caca mau tidak mau satu meja dengan Caca dan Mami.
Mami memesan menu makanan untuk di mejanya karena Aisyah bilang ia ikut saja apa yang di pesan mami, begitu juga Caca. Ia minta dipesankan oleh Oma nya itu.
Tak lama rombongan Darren datang. Darren lebih memilih duduk berhadapan dengan Aisyah. Mami berhadapan dengan Caca,dan tak lama beberapa orang ikut bergabung salah satu diantaranya Pak RT dan Bu RT.
Bu RT kesenangan duduk bersama dengan keluarga Darren.
Semua memesan makanan sesuai seleranya. Dan tak butuh waktu lama semua sudah terhidang di meja.
Darren ingin tukaran tempat dengan Aisyah karena Caca belum bisa makan sendiri.
" Biar Caca sama saya Pak " Ucap Aisyah sambil tersenyum dan mulai telaten menyuapi Caca.
" Kamu jadi belum makan dong Ai " Darren tidak enak hati .
" Gak apa-apa biar terbiasa, ya gak Bu RT dan Pak RT " Mami meminta dukungan sambil cekikikan.
Semua mengangguk dan Aisyah tak terganggu dengan pembicaraan itu. Tapi tetap telaten menyuapi Caca.
" Biasanya papanya yang telaten suapin Caca, Anak mami ini jadi suami siaga banget loh. Bukan Siaga lagi.Udah penggalang malah " Mami membanggakan sang anak sekalian bercanda.
" Bisa aja Si Nyonya " ujar Pak RT terbahak bersama uang lainnya.
" Papa nya Caca alias anak saya ini saya Abang. Perhatiannya luar biasa ke Caca. Walau dia punya pekerjaan tapi anaknya tetap nomor satu. keluarga nomor satu " cerita Mami lagi sambil membanggakan kebaikan-kebaikan Darren lainnya.
" Mih, udah dong gak enak aku " bisik Darren.
Dasar Mami yang bar-bar malah menjawab bisikan Darren dengan suara yang agak keras.
__ADS_1
" Enakin aja. Aisyah suka kan suapi Caca ? " Tanya Mami.
" Suka Mi, kasihan dari pada makan sendiri " Jawab Caca sambil sesekali memperhatikan Darren yang tak sengaja melihat ke arahnya.
" Ada rasa kagum setiap melihat dan mendengar cerita tentangnya ... Ah sayang dia suami orang " bathin Aisyah.
Sesekali pula Darren melihat ke arah Aisyah yang sangat sabar menghadapi Caca dan pertanyaan - pertanyaan nya.
" Andai Salma seperti Ai... Eh Astaghfirullah " Darren menggelengkan kepalanya.
Mami yang paham tingkah sang anak sepertinya mengerti.
" Mami udah mantap mau Aisyah jadi mantu Mami " Bisik Mami ke Darren.
" Jangan Gian dong Mi " Jawab Darren dengan tidak berbisik lagi.
Semua pun menoleh ke arahnya . Karena disana tidak ada yang namanya Gian.
" Gian siapa pak Darren ? " tanya Pak RT.
" Om Gian itu Om Caca yang mau dijodohin sama Oma ke Tante Ai " Sahut Caca polos.
Mami cekikikan mendengar ocehan Caca. Sedang Darren menepuk jidatnya.
Aisyah sendiri kaget, kenal juga tidak dengan pria bernama Gian.
Baru saja Aisyah membuka mulutnya dan ingin mengatakan sesuatu mami langsung mengambil alih . " Nanti mami kenalin sama Gian Ai, Dia ganteng, pekerjaannya baik. Dia sepupu Darren . Kamu mau gak mami kenalin ? " Tanya Mami sengaja memanasi pria di sampingnya itu yang tak lain adalah anaknya.
" Ah itu mi, saya belum berpikiran kenalan dengan laki-laki dulu mi " Jawab Aisyah pelan.
" Tuh Mi dengerin, Aisyah gak mau dikenalin ke Gian " Darren senang karena Aisyah menolaknya . Hingga satu suara mengagetkan mereka.
" Wah ada yang sebut-sebut nama gue nih. Pantes kuping panas " Yang disebut namanya datang dan Semua lawan jenis laki-laki disana terpana melihat ketampanan nya.
***
Dateng deh Babang Gian.
__ADS_1
Yok Vote yoookk mumpun Senin niih ..
Kalau Vote dan like nya banyak, othor update lagi hari ini.