Maaf , Aku Mencintaimu

Maaf , Aku Mencintaimu
8. Gian


__ADS_3

Gian mencium tangan Mami dan Pipi nya juga .


" Apa kabar Mami cantik . Sehat mi ? " Tanya Gian yang berada berdiri disamping mami


" Alhamdulillah sehat, kamu koq ada disini sih ? " Tanya Mami sambil celingukan mencari apa ada seseorang yang datang bersama Gian.


" Sayangku apa kabar Hmm ? " Tanya Gian ke Caca sambil menengok ke arah Aisyah.


" Caca baik om ganteng. " Sahut Caca sambil memeluk Gian. Om yang selalu memanjakannya itu.


" Aku habis meeting bersama Klien Mi di resto sebelah. Tadi lihat mami kesini ya udah aku samperin deh " Ujar Gian menjawab pertanyaan Mami.


" Boleh gabung gak ? Boleh lah ya . " bertanya sambil menjawab sendiri itulah Gian.


" Boleh Om sini duduk samping Tante Ai. Kata Oma om mau dikenalin ke Tante Ai. " Polosnya Caca mewakili keinginan sang Oma.


Wanita yang dipanggil Oma itu ketar ketir sendiri khawatir Aisyah kepincut dengan Gian . Maksud hati ingin memanasi anaknya malah beneran dateng si Giannya.


" Wah iya Mih ? " Gian yang tidak boleh lihat bening sedikit langsung menatap Aisyah. Yang ditatap menundukkan kepalanya.


" Iya tapi gak boleh salaman kenalanya. Bukan Muhrim . Namanya Aisyah panggilannya Ai. " Ujar Mami sambil meminum mencari ide lagi .


" Ah biarin aja deh kalaupun sama Gian semoga Gian berubah jadi anak baik-baik lagi. Gak asal nemplok sana sini " Bathin Mamim


" Ai kenalin ini Gian keponakan Mami. Adiknya Belle.Pak RT dan Bu RT juga Semuanya. ini adalah keponakan saya . " Ujar Mami ke Aisyah dan ke semua orang


" Saya Gian Ivander Nugroho keponakan Mami Nala yang paling ganteng, dan sepupunya Darren Arash Nugroho " Cengir Gian.


Semua mengangguk dan tersenyum tanpa terkecuali melihat tingkah Gian.


" Kamu pesen makanan gak Gi ? " Tanya Mami ke Gian yang langsung duduk di samping Aisyah .


" Makan yang ada aja ini menunya banyak banget. Paling pesen Es Alpukat aja Mi. Haus aku lihat ada bidadari disini " Gian tersenyum manis ke Aisyah.


Melihat itu Aisyah hanya menundukkan kepalanya.


" Lo jangan godain , dia mau makan tar gak naf su liat muka Lo " Ujar Darren mencoba mematahkan pesona Gian.


" Lo cemburu ? Lo gak boleh cemburu ,Lo masih punya bini inget " Gian tertawa dan Darren yang kesal digoda Gian dengan sengaja menendang kaki Gian dibawah meja.


" Aww " Aisyah menjerit karena merasa kakinya ada yang nendang.


" Hah kamu yang kena ya Ai ? ya ampun maaf maaf " Darren kelabakan karena salah tendang. Sedang si target sasaran kaki Darren malah tertawa melihat kelakuan saudaranya itu.


" Eh nggak koq pak, gak sakit . Cuma kaget " Ringis Aisyah mencoba menenangkan Darren yang panik.


" Abang kebiasaan deh suka salah sasaran " Ketus mami.

__ADS_1


" Iya nih Papa kasihan Tante Ai kan " Caca ikutan mengomel.


" Ai maaf ya " Ujar Darren menyesal.


" Makanya jangan kasar-kasar. Wanita itu butuh kelembutan . Ya gak Ai " Gian tersenyum manis ke Aisyah.


" Gian " Panggil mami mencoba menyudahi perdebatan antara anak dan keponakan nya itu.


" Iya mi " Sahut Gian kini ia diam dan semua makan kembali dengan tenang. Beda dengan Aisyah , kakinya terasa nyeri karena tendangan dari kolong meja itu.


Hari itu Gian yang membayar semua tagihan makanan di dua meja . Kebiasaan Gian adalah ia tak mau dibayari oleh siapapun. Katanya sih dosanya banyak. Jadi mau banyak - banyak cari pahala buat menyeimbangkan kelakuannya diluar .


Saat semua beranjak dari kursi. Aisyah terlihat kesusahan berdiri . Sepertinya kena urat atau apa ,makanya Aisyah susah berdiri.


" Masih bisa jalan gak Ai ? " Tanya Mami khawatir.


Aisyah mengangguk dan mencoba berdiri tapi ia malah oleng dan jatuh ke arah Gian.


Gian pun langsung menangkap tubuh Aisyah.


" Arrrgh " Aisyah memejamkan matanya.


Degh... Degh... Deg...


Gian benar terpesona saat mata Aisyah terpejam.


" Ah iya maaf " Gian membantu wanita berjilbab itu duduk kembali di kursi.


" Maaf saya jadi menyentuh Mas Gian " Ujar Aisyah.


Darren melotot mendengar Aisyah memanggil Darren dengan Mas, sedangkan ia sendiri Dipanggil Pak.


" Ah gak apa-apa Ai. Mas Gian siap di sentuh. " Ujarnya menggoda.


" PLAK "


" Sembarangan kalo ngomong " tangan mami mendarat di bahu Gian . Takut Aisyah tersinggung.


" Mas Gian , Mas Gian " Gerutu Darren dalam hati .


Akhirnya Darren mengambil kursi roda dengan meminjam ke satpam di Mall itu. Ia membawa Aisyah ke mobil dengan bantuan kursi beroda dua . Karena kalau digendong tidak mungkin, Aisyah pasti akan menolak nya


" Ya udah yuk kita pulang team, kita bungkus hadiah nya buat besok. masih banyak yang harus di kerjakan kan ? "


ujar Darren.


Semua mengangguk dan memandang Aisyah yang dikawal oleh dua orang pria tampan dengan badan yang kekar.

__ADS_1


Para wanita belingsatan di buatnya , ingin mendekat tapi tidak berani dan masih tau adab.


...


Sampai di lobby Mall Gian mengutarakan niatnya untuk ikut dalam perlombaan dengan menyumbang dana untuk amplop.


Darren mempersilahkan saudaranya ikutan asal ia ikut juga perlombaan. Kalau tidak, tidak boleh ikut menyumbang.


Orang kaya mah bebas ya bestie, mau nyumbang aja ada syaratnya 😂.


Gian setuju untuk ikut lomba. Sekalian ingin berdekatan dengan Aisyah si jan da kembang .


Para panitia lomba berjenis kelamin wanita itu bersorak kesenangan. Membayangkan pemandangan indah menghiasi lomba tujuh belasan nanti .


Kini semua sudah berada di dalam mobil. Karena banyaknya belanjaan semua mobil sesak. Pak RT dan Bu RT akhirnya dianter orang ganteng si Babang Gian. Caca juga ikut di mobil Gian. Sedang Mami dan Aisyah berada di mobil Darren .


Asyah duduk tenang di belakang bersama tumpukan belanjaan.


Tak butuh waktu lama sampailah mereka di kediaman Gian.


" Ai aku papah ya " Izin Darren. Aisyah menggeleng. Tak enak rasanya bersentuhan dengan yang bukan muhrim.


" Kenapa bukan muhrim ya ? . Ini urgent Ai..Boleh ya Ai " izin Darren.


Mami bingung, ia takut salah ucap . Karena Aisyah sepertinya sangat taat dengan norma-norma agama.


" Saya gak enak Pak kalau nanti dilihat istri Pak Daren saya di papah sama suaminya " ucap Aisyah pelan.


" Dia sebentar lagi bukan jad istri saya. gimana ? " Tanya Darren keceplosan.


" Hah maksud kamu apa Bang ? " Mami bertanya kaget dengan ucapan Darren.


" Duh keceplosan deh " Bathin Darren.


" Abang, bang " Panggil Mami super penasaran ke Darren.


Darren menghela nafasnya kasar .


" Abang sedang urus ke pengadilan Mi " Ucap Darren pelan.


" Masya Allah , Alhamdulillah. Maafin hambamu ini ya Allah. Bukan hamba menyetujui adanya perceraian. Tapi hamba memang ingin anak hamba bahagia , bahagia dan bahagia. " Mami bersujud syukur sambil menangis .


" Papa pisah sama Mama? HUAAAAAA HUAAAAA HUAAAA " Caca yang turun dari mobil Gian mendengar pembicaraan orang - orang dewasa itu.


***


HUAAAA Ayo vote nya mana. Like juga jangan lupa ya 🥳

__ADS_1


__ADS_2