
Malam itu Belle banyak menerima kotak berisi makanan dari orang tua Darren dan kakak Darren.
Dari cemilan hingga makanan berat dibawakannya.
Aisyah sampai tak enak hati menerima nya. Tamu bukan saudara bukan tapi di bekali banyak oleh-oleh.
Aisyah saat ini berada di belakang memangku Caca yang tertidur pulas.
Sedang Darren seperti supir karena duduk sendirian di depan.
Darren memulai obrolan untuk memecah kesunyian.
" Maaf ya Ai kamu jadi pangku anak saya deh " ujar Darren.
" Gak apa-apa Pak . Kasihan kalau nanti terbentur kepalanya saat tidur. " jawab Aisyah.
Darren pun tersentuh hatinya , sang istri saja tidak begitu seperhatian ini. Padahal Caca adalah anak kandung dari Salma, istri dari Darren.
" Terima kasih " Tanpa sadar Darren tersenyum manis ke arah Aisyah lewat kaca tengah di mobilnya.
Degh..
Jantung Aisyah berdegup kencang mendapat serangan senyum dari Darren.
Aisyah memalingkan wajahnya , ia terus mendekap tubuh Caca. Dan sesekali mengusap lembut kepala anak pria di depannya itu .
" Rumah kamu persis depan rumah saya Ai, nanti kamu turun aja biar Caca di tidurkan di bangku. " Ucap Darren sambil mengemudi.
" Boleh saya ikut kerumah Pak Darren aja ? biar bapak langsung angkat ke dalam rumah dan saya tinggal jalan aja dari rumah Pak Darren " tawar Aisyah. Tapi kemudian ia kaget sendiri dengan ucapannya.
" Eh saya gak ada maksud pak, maksud saya itu ... " Aisyah menggantung ucapannya. Darren mengerti ia tau Aisyah wanita baik-baik.
" Boleh kalau begitu, tapi kamu tunggu saya ya, jalan ke depan agak jauh dari dalam rumah saya " Ujar Darren sambil memasuki rumah nya dan pintu pagar terbuka otomatis karena sudah menscan sesuatu dalam mobil Darren.
Aisyah sendiri celingukan mencari tau siapa yang membuka pagar. Karena tanpa bicara atau keluar dari mobil pintu terbuka sendiri.
Darren mengetahui Aisyah mencari seseorang yang membuka pintu dan hanya terkekeh dalam hatinya.
Rumah besar yang setiap hari Aisyah penasaran dalamnya seperti apa, kini terpampang nyata di depannya.
Aisyah berdecak kagum, rumah dengan tiang-tiang tinggi dilapisi dengan hiasan - hiasan yang membuat hati Aisyah ber waw sepanjang mata melihatnya.
Tanpa sadar kini Darren membuka pintu dan Aisyah kaget dibuatnya karena wajah mereka saling tatap.
" Sa . . Saya mau angkat Caca Ai " Ujar Darren gugup dan langsung mengangkat Caca dan mendekapnya.
" Ah i ya Pak " Sahut Aisyah terbata. Aisyah segera keluar dari mobil Darren. dan bertanya mengikuti langkah kaki Darren masuk kerumahnya .
__ADS_1
Darren berbalik melihat ke Aisyah.
" Ai tunggu disini aja biar kamu duduk. Nanti di temani Mbok Ijah " Ujar Darren sambil wajahnya menunjuk ke arah sofa di teras nya.
Aisyah mengangguk dan langsung mengikuti perintah Darren untuk duduk di teras .
Mbok Ijah yang tau majikannya pulang langsung menunggu di depan pintu dan membukakan pintunya.
Darren masuk dan berbisik ke Mbok Ijah, Mbok Ijah segera mengangguk dan kemudian menatap wajah Aisyah dan tersenyum.
Tak lama Mbok Ijah menghampiri Aisyah dan Darren pun sudah tak tampak di sepenglihatan Aisyah.
" Suka minuman dingin atau panas Non ? " tanya Mbok Ijah ramah kepada Aisyah yang sedang menatap ke sekeliling pekarangan luas yang ada di depan matanya itu.
Bukan hanya luas, tapi sangat luas.
" Dingin sih aku sukanya Bu " jawab Aisyah tak kalah sopan sambil tersenyum.
" Mbok Ijah, panggil saya mbok Ijah aja Non " Ujar Mbok Ijah memperkenalkan dirinya.
" Ah iya mbok, saya juga Aisyah ,mbok boleh panggil saya Aisyah. Rumah saya persis di depan rumah Caca Mbok " Jelas Aisyah lebih detail lagi memperkenalkan dirinya juga .
Mbok Ijah tersenyum senang. " Wah berati kita tetanggaan ya " .
" Iya mbok, kapan-kapan kalau mbok bosan dirumah besar ini boleh main kerumah mungil saya " Cengir Aisyah.
" Bosan Mbok disini ? " Tanya Darren tiba-tiba muncul di hadapan dua wanita beda usia itu .
" Eh Pak Darren , bukan gitu , mbok cuma senang aja ada yang kenal " Mbok Ijah tertawa tidak canggung seperti bukan pembantu dan majikan.
" Haha iya saya juga bercanda Mbok. Kalau mbok jenuh gak apa-apa main kerumah Ai dan boleh sebaliknya juga koq " Ujar Darren membuat Aisyah langsung menatap ke arah Darren.
" Wah saya mah gak enak Pak sering-sering main kesini , gak enak sama ibunya Caca "
Padahal Aisyah senang bisa main kesini, lumayan cuci mata lihat taman dan pekarangan yang bagus dan terawat. Bukan karena rumah baru, tapi memang terlihat sangat terawat dan diperhatikan oleh penghuni rumah itu.
" Orang sering gak pulang ya gak apa-apa ya kan Pak Darren " ujar Mbok Ijah yang membuat Darren menepuk jidatnya sendiri.
" Mbok jujur banget sama orang baru kayak Mami aja " Gerutu Darren tapi tidak dengan ekspresi marah.
" Mbok antara jujur dan lemes ya Pak " Mbok tertawa seru sampai lupa mengambilkan minuman untuk Aisyah.
Darren pun terbahak melihat kelakuan mbok Ijah. Aisyah tersenyum melihat tawa Darren yang lepas.
Seketika Aisyah berfikir kenapa seorang istri Darren jarang pulang, oh mungkin dia pramugari atau pekerjaan nya sering keluar kota. Pikir Aisyah.
Setelah puas memandangi Darren yang tertawa lepas , Aisyah teringat akan Caca.
__ADS_1
" Ah iya, Caca gak bangun Pak tadi ? " Tanya Aisyah.
" Nggak Ai, udah aman dia tumben pules banget tidurnya , mungkin karena tadi di peluk kamu " Darren berkata begitu membuat Aisyah terbang melayang saja.
" Bisa aja Pak Daren. "
Aisyah memandangi ponselnya yang sedari tadi bergetar tanda pesan masuk yang lumayan banyak..
Dert Dert Dert...
Aisyah teringat sesuatu dan segera pamit pulang.
" Maaf , sepertinya saya harus segera pulang " Ujar Aisyah sambil melihat ke arah ponselnya lagi.
" Loh mbok Ijah belum buatin kamu minum loh Ai , kamu ada janji ? "tanya Darren sambil menatap ke mbok Ijah, dan yang ditatap menepuk jidatnya.
" Astaghfirullah mbok lupa, padahal dekat begini buatnya ,sebentar - sebentar dibuatkan dulu " Mbok Ijah bergegas pergi ke samping Aisyah yang hanya dibatasi tembok pendek. Dan ternyata terdapat sebuah rak penyimpanan serta ada meja panjang dengan bangku yang berjejer rapi.
Lebih terlihat seperti ruang santai . dan Aisyah kembali dibuat kagum oleh rumah Darren.
Tak butuh lama minuman segar tersaji di hadapan Aisyah. Ada dua gelas, yang satu untuk Darren denga rasa yang sama . Yaitu es lemon tea.
" Kamu suka lemon tea kan Ai ? " tanya Darren ke Aisyah yang duduk nya terlihat tidak tenang di mata Darren.
" Suka Pak " Tak butuh waktu lama Aisyah menenggak minuman dengan sedotan sampai bunyi slurrppppp.
" Eh maaf Pak bablas hausnya " Cengir Aisyah.
" Gak apa-apa saya juga suka gitu. Eh kamu ada janji Ai ? " Tanya Darren lagi penasaran dengan sikap Aisyah.
" Iya Pak saya ada janji dengan anak-anak muda disini " jawab Aisyah dan membuat Darren menganggukkan kepalanya.
" Ada acara ? " Pak Darren mulai kepo.
Belum sempat Aisyah menjawab, Darren langsung mengajak nya untuk ke mobil dan mengantarkan Aisyah pulang.
" Iya pak ,akan ada acara " Jawab Aisyah.
" Acara Apa " Tanya Darren kepo.
Aisyah agak aneh mendengar pertanyaan Darren.
***
Ternyata Babang Darren kepo ya pemirsa..
yuk Vote nya yang masih boleh buat di MAM.
__ADS_1
Like,Follow, Favorit dan Hadiah juga othor tunggu ya 🥳.