
Gian yang terdekat posisinya dengan Caca langsung menggendong Caca.
" Caca kenapa nangis Hmm ? emang Caca tau pengadilan itu tempat apa ? " tanya Gian sambil mengusap air yang keluar dari sudut mata Caca.
" Mama bilang , pengadilan itu artinya Papa pisah gak sama Mama lagi. Kata mama , Caca itu bukan anak asli Papa. Aku cuma anak Mama. dan Mama gak mau urus aku kalau udah pisah sama Papa hiks hiks . " Caca terus menangis membuat orang yang mendengar nya sudah pasti meringis.
Bagaimana bisa anak sekecil itu genap 5 tahun juga belum sudah diberi pengertian yang belum pantas dirinya untuk mengerti tentang arti perpisahan.
Semua perkataan yang Caca ucapkan di dengar oleh semua orang. Darren berusaha mati-matian agar tidak ada yang tau kalau Caca bukan anak kandungnya . Ini malah Caca yang berbicara sendiri akibat omongan dari Salma.
" Salma kurang ajar " Geram Darren dalam hatinya sambil mengepalkan tangan menahan emosi.
" Sampai kapanpun Caca adalah anak Papa. Cucu Oma dan keponakan dari Om Gian okey " Gian berusaha menenangkan Caca.
Gian tak kalah kesal dengan Salma. Apa-apaan pikirnya. Mengapa bisa berbicara begitu dengan anak kandungnya.
" Caca tetap cucu Oma dan Opa . Kesayangan Oma dan Opa ya sayang " Gantian Oma Nala yang membujuk Caca agar tidak menangis. Tangis Caca belum mereda.
Pilu,sedih,teriris hati Darren mendengar tangisan Caca yang terdengar sangat sedih.
Darren mengatur nafasnya ia sedang memapah Aisyah tapi pandangannya ke arah Caca yang menangis.
" Udah Bang Lo bawa Ai ke dalem biar gue bawa Caca " Ujar Gian sambil melangkah masuk ke dalam rumah Darren dengan Caca di gendongannya.
Sambil menggendong Aisyah Darren berkata ke Pak RT. " Pak terusin aja hal yang mau dilakukan. Cemilan dan minuman ada di sana " Darren menunjuk ke arah sudut tempat makanan dan minuman berada di tempatnya.
" Saya coba urus anak saya dan Aisyah dulu ya pak. Nanti saya bantu. Kalau butuh apa-apa bilang aja ke Mbok Ijah atau ke saya atau Mami saya atau saudara saya Gian . Mereka sudah saya beritahu mengenai lomba. Jadi gak usah sungkan ya pak. " Darren berucap sambil Aisyah tetap di tangannya.
Pak RT malah kurang fokus malah menatap Aisyah dan Darren tanpa kedip. Pak RT merasa seperti melihat sepasang kekasih.
" Iya Pak Darren silahkan dilanjut. Aisyah juga single ya kan Aisyah " Ujar Pak RT asal ucap melihat keserasian mereka .
PLAK
Tepukan manja tapi sakit mendarat di lengan Pak RT.
" Itu Pak Darren malu digodain " Bu RT Cekikikan.
" Maaf maksud saya silahkan diurus yang lebih membutuhkan dulu " Pak RT meralat omongannya.
" Ah maaf-maaf saya ke dalam dulu " Darren segera berlalu dari pandangan orang-orang yang senyum - senyum ke arahnya.
__ADS_1
Mami menghampiri Bu RT dan Pak RT serta panitia tujuh belasan.
" Gimana ? cocok gak anak saya sama Aisyah ? " Mami bisik-bisik ke arah mereka.
" Cocok Bu Mantap. Aisyah biar pun jendes tapi masih seger Bu " Sahut Bu RT senang mendapatkan teman ghibah baru.
" Sip. saya tambah dana buat panitia nanti yang pada capek urus acara ini " Mami Kesenangan ada yang dukung Aisyah dan Darren .
" Hah maksud nya Bu ? " Tanya Bu RT.
" Semua pengurus dan panitia lomba Agustusan ini saya kasih tips nanti. yang penting doain biar Darren cepet pisah sama Salma . eh Astaghfirullah " ucap Mami sambil menutup mulutnya dan melihat ke arah Caca yang sudah menjauh dari hadapannya .
Biar mami tak suka dengan Salma, tetap saja ia harus menjaga Caca . Gadis kecil yang sudah di patenkan menjadi cucunya itu sejak ia lahir.
" Maaf ya, cuma saya kesenengan Anak saya sama Aisyah " mami terlihat tak enak dan malu-malu bicaranya.
" Saya doain biar Aisyah bisa jadian dan nikah sama Pak Darren aamiin " Bu RT pintar mengambil hati Mami nya Darren.
" Aamiin aamiin aamiin . makasih loh Bu RT. kapan-kapan mampir ke butik saya. Bisa pilih baju yang Bu RT mau " ujar Mami saking senangnya.
Bu RT ? Jangan ditanya sorak Sorai bergembira pastinya.
" Ah ya betul itu saya tunggu ya "
Mami masuk ke dalam rumah Darren meninggalkan Bu RT yang sedang meremas lengan sang suami saking senangnya.
***
Kaki Aisyah yang terkilir sedang di urut oleh Mbok Ijah yang memang bisa menangani hal-hal mengenai terkilir , keseleo dan sejenisnya.
Darren sedang menenangkan Caca. Caca sedikit tenang karena sang Papa mengatakan akan tetap bersamanya walau apapun kondisinya nanti.
Pria tampan itu mengatakan dengan tegas, tidak ada yang bisa memisahkan dirinya dan sang anak kecuali Tuhan.
Hati Aisyah berkedut mendengar ucapan dari Darren. Dengan anak sambungnya aja begitu sayang apa lagi dengan anak kandung. Aisyah tak habis pikir kenapa istri dari Darren seperti tidak perduli kepada suami dan anak nya itu.
Diluar sana, semua panitia mulai mendekorasi halaman rumah tanpa Aisyah. Halaman Darren dihias dengan coretan angka 77th Indonesia merdeka.
Bendera dari bahan plastik mulai dipasang untuk meramaikan suasana. Sedang Satpam Paijo dan Jono diminta untuk memantau dan membantu agar semua berjalan dengan lancar tanpa hambatan.
Tak lama sebuah mobil masuk ke pekarangan rumah Darren.
__ADS_1
Keluar wanita cantik yang bernama Salma itu dengan wajah dan gaya angkuhnya. Padahal Salma sebelum menikah dengan Darren adalah wanita biasa yang tidak punya kedudukan apa-apa.
*Flashback On*
Terlihat kalem dan sangat santun. Mami Darren adalah teman dari ibu Salma di salah satu pengajian yang ia sering datangi .Mami melihat Salma cocok dengan Darren sehingga berniat menjodohkan Darren dengan Salma.
Darren yang dasar nya penurut hanya menuruti permintaan Maminya.
Salma yang terlihat adalah gadis baik-baik dengan baju gamis besarnya, ternyata saat itu sedang mengandung Caca.
Pucuk di cinta ulam pun tiba, Salma menyambut niat baik keluarga Darren untuk meminang nya dan tidak perlu waktu lama pesta pernikahan pun dilangsungkan dengan meriah.
Dan tiba saat harusnya pembobolan gawang Salma. Salma akhirnya jujur disaat malam pertama kalau dirinya sedang hamil.
Darren terdengar sangat shock. Ia berfikir keras, dan Darren yang saat itu sudah berjanji di depan penghulu sebagai saksinya pun mau tidak mau tetap meneruskan pernikahan nya dengan Salma sampai saat ini.
*Flashback Off*
" Duh rame banget sih orang kampung ada ngapain sih " Salma terlihat tidak suka dengan banyak orang di kediamannya itu. Ralat. Kediaman Darren karena sebentar lagi dia akan di depak dari sana.
Semua mendengar ucapan Salma langsung berhenti dan saling menoleh.
" Udah dilanjut aja silahkan Pak RT dan semuanya " Ujar Paijo tetap ramah dan tidak memperdulikan Salma .
Semua masih terdiam dan tidak berani melanjutkan kegiatan mereka. Hingga akhirnya Gian keluar dari dalam rumah menuju depan tempat semua panitia sedang mengerjakan tugas nya masing-masing.
" Wah Nyonya Salma datang, tolong jangan ganggu kami yang orang kampung ini ya. Kami sedang bekerjasama untuk memperingati hari kemerdekaan negara tercinta kita ini " Gian yang biasa lembut ke wanita kini menatap Salma tajam.
" Oh Maaf Gian , aku kira kamu gak disini " Salma langsung merubah tatapan nya ke semua orang disana.
" Aku gak suka ramai-ramai " Lanjut Salma.
" Tapi bermain ramai-ramai di dalam hotel dengan staff gue di perusahaan lo mau ya " Gian memicingkan matanya.
" A-Apa maksud kamu Gi" Salma terlihat gelagapan dan tidak semua orang mendengar apa yang dikatakan Gian hanya sebagian saja yang dengar.
Gian memperlihatkan sebuah video panas Salma. Salma berusaha merebut ponsel Gian dan menghapus nya.
" Hapus sesuka hati Lo dan jangan harap Lo kali ini lolos . Abang gue udah tau dan siap-siap keluarga Lo tau kelakuan busuk Lo dasar perempuan gak tau di untung ." Bisik Gian ke Salma dan berhasil membuat Salma membeku.
Dukungannya ya bestie. Disini butuh like, komentar,vote dan hadiah buat kelangsungan Othor 😁😛
__ADS_1