Maaf , Aku Mencintaimu

Maaf , Aku Mencintaimu
11. Bukan Omongan


__ADS_3

Caca dan Anak kecil lainnya menunggu hasil perlombaan sambil bermain di taman bermain di belakang rumah milik Darren. Taman tersebut khusus di buat untuk Caca agar tidak kesepian.


Selain di taman ada juga yang berenang. Hari itu rumah Darren benar-benar terbuka untuk umum . Gian mengirim pesan kalau ia memesan makanan siap saji untuk para panitia dan peserta lomba juga para pedagang yang dipanggil Darren masuk kerumahnya.


Darren membalas pesan dan mengucapkan terima kasih ke Gian. Tak lupa ia meminta Joni dan Paijo menunggu di depan pagar agar Abang kurir yang mengirim tidak kesulitan mencari alamat Darren.


Dan kini tiba saatnya lomba keserasian pasangan dikhususkan untuk suami istri . Tapi yang berpacaran juga boleh info dari panitia.


" Pak Darren ikutan pak ? " Tanya salah satu panitia.


Darren menggeleng sambil tersenyum tapi kemudian menoleh ke Aisyah.


Anak-anak sedang makan di bantu seorang panitia lomba untuk mengaturnya agar tidak rebutan dan teratur.


Sedang para orang tua dan beberapa orang dewasa lainnya yang mempunyai pasangan sedang siap-siap untuk lomba keserasian .


Pak RT dan sang istri turut serta ikut karena hadiah sangat menggiurkan menginap di hotel keluarga Nugroho yang berada di kota kembang , serta uang tunai untuk biaya selama disana .


Kendaraan pun disediakan oleh pihak Darren. Lomba yang mewah bukan?.


Para panitia sedang memanggil satu persatu pasangan yang ikut lomba .


Lomba sengaja diruang tamu rumah Darren, tanpa ada anak kecil karena ada pertanyaan seputar orang dewasa.


Semua terkagum-kagum melihat isi rumah Darren kecuali Aisyah. Karena Aisyah sudah pernah masuk kemarin.


" Pak RT dan Istri " panggil panitia lomba.


Pak R dan Bu RT sok romantis pegangan tangan sambil senyum-senyum.


" Pak Bambang dan Istri " Panggil panitia lagi.


" Pak Deden dan istri "


" Pak Pram dan istri "


" Pak Mario dan istri "


Beberapa pasangan lain dipanggil dan terakhir.


" Pak Darren dan Aisyah " Panggil panitia tersebut Darren maju tapi kemudian mundur.


" Loh koq saya dipanggil " tanya Darren kebingungan dan di ujung seorang wanita paruh baya yang masih cantik cekikikan melihat Darren.


Aisyah sendiri tak kalah kaget.


" MAJU MAJU MAJU PAK DARREN... AISYAH ... "


Semua bersorak sorai entah mami menyuap mereka pakai apa membuat Darren memicingkan matanya.


" Maaf ini kan lomba pasangan, saya tidak bisa ikut " ujar Darren masih sopan ke panitia.


" Tapi pak. Mami minta Pak Darren ikut " cicit panitia tersebut.

__ADS_1


" Maaf saya harus pulang dulu " Aisyah memilih pamit dibanding canggung.


Aisyah berjalan ke arah luar dan semua menatap takut ke arah Darren.


" Ai " Panggil Mami.


" Maaf mi, Aisyah pulang dulu ya sebentar nanti kesini lagi " Ujar Aisyah sambil tersenyum.


" Mami cuma iseng aja, maaf kalau kamu gak nyaman " Mami merasa tidak enak kepada Aisyah.


" Gak apa-apa Mi, cuma Aisyah takut Pak Darren berfikir kalau Aisyah memanfaatkan situasi " Ucapnya tanpa tahu kalau Darren dibelakang nya.


" Nggak koq. Abang gak gitu . Ya udah kalau mau pulang yuk , mami mau ikut " Ujar Mami ikut berjalan dengan Aisyah. Baru selangkah mereka berjalan Darren memanggil.


" Ai , kita coba yuk " Panggil Darren membuat Aisyah membulatkan matanya.


Mami dalam hati jingkrak-jingkrak. Strategi nya berhasil mendekatkan Darren dan Aisyah.


" Coba apa pak ? " Tanya Aisyah memancing jawaban Darren.


" Ki-kita coba itu. - " Ucapan Darren terputus.


" Apa pak ? " Tanya Aisyah lagi.


" Coba berhubungan eaaaa " Mami centil yang menyahut disambut tawa yang lainnya.


" Oh Mami ... Aku cuma mau coba lomba " Darren berkata pelan..


" Hah.. " wanita berjilbab itu kaget dan menatap mami lalu menggeleng.


" Ayo kita coba lomba dan yang lainnya " Darren menarik baju Aisyah pelan . Tak mungkin ia langsung menggandeng tangannya.


" Hah ? " Aisyah kembali kaget..


" PROK PROK PROK "


Semua senang , jika Aisyah janda cantik Solehah itu berpasangan dengan Darren. Sama-sama single, sama-sama baik, dan yang satu tampan yang satu cantik. Cocok pokoknya.


Dengan berbagai macam godaan dan candaan dari semua orang disana lomba pun akhirnya dimulai.


Pertanyaan lomba dibuat semenarik mungkin.


Panitia mulai membacakan pertanyaan-pertanyaan ke peserta lomba.


" Oke kita mulai ya nyokap-nyokap bokap-bokap"


Ujar ketua panitia.


" Pertama ".


"Siapa nama panjang pasangan anda atau orang disamping anda ? " teriak panitia lomba keserasian.


Semua sibuk mencatat, ada yang langsung menulis. Ada yang sedang mengingat-ingat.

__ADS_1


Darren dan Aisyah sempat saling tatap dan mengangkat kedua bahunya.


" Pertanyaan Selanjutnya "


" Kapan tanggal lahir pasangan anda "


Darren dan Aisyah hanya mendengus kesal. Bagaimana bisa ia tau , mengenal saja mereka baru.


Pertanyaan demi pertanyaan diberikan oleh panitia,Nomor sepatu pasangan, ukuran baju hingga pertanyaan terakhir membuat Aisyah dan Darren melotot sempurna.


" Berapakah nomor dalaman pasangan kalian "


Peserta riuh sekali mendengar pertanyaan itu. Sedang Darren dan Aisyah memijat kepalanya pusing. Bagaimana bisa tau menegang saja tidak pernah . Ups.


" Udah lah saya gak usah ikutan ya " Darren berencana meninggalkan lomba itu.


" Abang tuan rumah loh, gak boleh gitu " Mami menahan Darren.


" Pertanyaan nya konyol-konyol Mi. Abang gak enak sama Aisyah. pasti dia risih " ujar Darren.


" Ya gak apa-apa namanya pendekatan " Ujar Mami cuek.


" Mi "


" Bang "


" Ckk Mami gitu " Darren layaknya anak kecil yang merengek minta sesuatu tapi tidak diberikan orang tuanya.


" Gak boleh cak cek cak cek sama orang tua. Abang mau durhaka ? " Jurus mengancam dikeluarkan oleh Mami.


" Kutuk aja mi kutuk jadi malin kandang gak apa-apa Abang mah " Gerutu Darren dan ia kembali duduk. Aisyah tersenyum melihat interaksi antara ibu dan anak itu.


" Ai kalau gak mau gak usah diisi " Bisik Darren.


" Saya bukan gak mau,, tapi emang gak tau. Jadi asal aja isinya namanya juga main-main " ujar Aisyah pelan sambil tersenyum.


" Tapi saya gak main-main Ai sama kamu " ujar Darren sambil berdehem dan matanya melihat ke arah sekeliling.


Pura-pura mendengar adalah sikap balasan dari Aisyah. Bagaimana bisa segampang itu Darren berbicara.


" Mami juga gak main-main sama kamu Ai. Mami mau kamu jadi mantu mami. Mami butuh temen Ai, mami butuh teman curhat ,teman jalan, teman hosyyip ,ibu buat Caca " . Cetus mami tak mau kalah.


" Astaghfirullah Mi.. ganggu aja deh " Darren tak sadar mami masih ada di belakang mereka .


" Sa-Saya.. " Aisyah bingung menjawab ungkapan dari Darren.


" Saya mau , kamu sama saya. Kamu mau gak sama saya? " Tanya Darren.


" Cieeee nembak nih yeeee.. udah dewasa mah nembaknya bukan omongan kaliii . Nembaknya tuh yang masuk sampe ke dalem. " Gian yang tadi pergi kini muncul kembali.


***


Duh Babang Gian ngomong apa sih. Othor gak ngerti deh😌.

__ADS_1


__ADS_2