Maaf , Aku Mencintaimu

Maaf , Aku Mencintaimu
12. DuBar - Duda Baru


__ADS_3

" Astaga anak kutu "


" AWWW sakit mi sakit "


Ringis Gian yang dijewer telinganya oleh mami.


" Kebiasaan kalo ngomong udah kayak knalpot racing berisik gak ada rem . Bikin sakit orang dengernya " omel mami.


Mami juga bar-bar tapi masalahnya yang dihadapin Aisyah wanita berjilbab yang kalem menurut mami. Mana bisa se frontal itu bicara nya .


" Udah dewasa kan aku mi " Gian mengusap telinganya yang merah akibat ulahnya sendiri.


Aisyah hanya tersenyum dalam diam melihat tingkah keluarga Nugroho itu.


" SELESAI " teriak panitia yang dikode oleh Darren agar menyelesaikan lomba keserasian.


" Tante Ai... " Tiba-tiba Caca masuk dan memeluk Aisyah.


" Aku tadi makan sendiri,cuci tangan sendiri,minum sendiri,beresin tempat makan sendiri " adunya kepada Aisyah.


Tapi yang merespon malah mami dan Gian.


" Wah ... Kesayangan Om Gi hebat . Tos dulu dong " Gian menghindar dari mami sambil jari tangan dilebarkan dan mendekat ke arah tangan Caca.


" Tosss " Teriak Caca.


" Koq cucu Oma pinter banget Hmm " Mami mengecup pipi Caca .


" Katanya papa , kalau mau Tante Ai tinggal disini aku harus pinter dan mandiri. Biar Tante Ai gak kerepotan sama aku " Ujar Caca dengan wajah yang menggemaskan.


Semua yang ada disana melongo dibuatnya. Darren sendiri pencetus omongan itu ke Caca malah lebih memilih bangun dari duduknya dan menuju ke dapur. Dia merasa paling gerah dan panas akibat ulahnya berbicara ke Caca masalah Aisyah.


" Ckk udah kayak ABG . Begini nih kalau masa muda kurang di Explore. " Celetuk Gian dan saat itu juga mendapat tatapan mematikan dari Mami.


" Apa sih Mi . Galak banget matanya " Cetus Gian sambil kabur mengikuti Darren. Dari pada dijewer untuk kedua kali dihadapan para tetangga Darren.


Aisyah yang melihat kelakuan dua lelaki tampan itu hanya terdiam tidak tau harus apa dan berkomentar apa.


Jam makan siang semua berkumpul diruang belakang . Makanan sudah berjajar dengan rapi sesuai tempatnya.


Banyak berbagai jenis makanan.


Sup Bakso di mangkuk besar.


Soto Ayam berdampingan dengan Bakso dengan mangkuk yang sama besar.


Ayam goreng kremes berjejer rapi berwarna kecoklatan menggugah selera dengan ditemani garnis tomat dan ketimun berbentuk bunga . Dan disamping nya lagi ada sambal sepedas mulut Gian dan ditemani kerupuk yang berada di toples yang tegak berdiri dengan gagah.


Di berbagai piring datar berbagai tumisan dari daging,seafood dan ikan-ikan.


Mereka yang melihat meja prasmanan itu langsung tergugah seleranya dan merasa sangat lapar.


Tanpa menunggu waktu lama langsung diserbu seluruh makanan yang tersaji.


" Makan yang banyak ya. Habiskan semuanya biar gak mubazir " Seru Mami melihat semua orang antusias untuk makan makanan yang disajikan.


" Siap Mi " Semua kompak menjawab serentak.

__ADS_1


Sedang di dapur, Darren dan Gian sedang berbicara berdua.


" Lo serius suka sama Ai Ai bang ? " Tanya Gian sambil meneguk minumanvcola dalam bentuk kaleng.


" Ai doang gak pake Ai " sahut Darren yang ikutan meminum minuman soda itu .


" Gue tanya apa jawabnya apa . " gerutu Gian.


" Lo asal manggil aja "


" Emang kenapa sih. Gak dosa kan ? " Cetus Gian.


" Dosa sih nggak, cuma gak enak di denger aja " Darren menyandarkan tubuhnya ke kursi sambil memejamkan mata seperti sangat lelah.


" Berati Lo beneran suka ya? Baru sehari pisah sama Salma udah punya pacar baru aja. Dasar Playboy " Gian cekikikan.


" PLUK "


Kerupuk udang di meja makan pun mendarat tepat di wajah Gian.


Dan dengan santainya Gian malah memakan kerupuk itu bukannya marah.


" Mana ada gue Playboy. Lo yang ada demen banget mainin perempuan . Menclok sana sini. Gue doain lo bakal ditolak sama cewek pas lagi mau serius ". Darren seperti sedang menyumpoah serapah sepupunya itu.


" Astaghfirullah Bang, istighfar bang istigfar " Gian menyuruh Darren istighfar dan kemudian tertawa.


" Gak bakal ada cewek yang nolak gue. Nih Babang Gian makhluk Tuhan paling ganteng " Gian menepuk dadanya sombong.


" Udah deh Lo pergi ngapain balik sih. " Usir Darren.


" Iya gue juga mau pergi habis ini , Papa gue rencananya mau buka rumah sakit di Negara S . Gue mau puas-puasin ketemu mami lo dulu sambil pastiin kalo lo bener jadian gak sama Ai Ai. Kali gak ,biar gue boyong sekalian Ai Ai ke Negara S " cetus Gian.


" Ya kali dia kesepian butuh gue yang penyayang ini " Kelakar Gian.


" Penyamun lo sih bukan penyayang" gerutu Darren.


Gian pun tertawa. Tak lama mami masuk ke dapur mencari kedua pria yang sudah berumur itu .


" Seru banget sih " mami menghampiri Gian dan Darren.


" Iya mi, Abang abis tanya-tanya seputar wanita,cara menaklukkan nya dan bersikap romantis " Gian menjawab.


Darre hanya diam saja. Malas menanggapi ocehan orang macam Gian.


Tak lama Aisyah datang bersama Caca dan terus bergandengan tangan.


" Pah, Papah dipanggil sama Pak RT. " Ujar Caca ke sang Papa.


" Mau ngapain sayang Pak RT panggil Papa ? " Tanya Darren.


" Mau jadi saksi nikah lo. Udah cepetan keluar. Tar batal nikah lagi nih " Ujar Gian kemudian ia menutup mulutnya tanda salah bicara.


Darren tidak terlalu menanggapi walau wajahnya berubah sebentar menjadi sedih. Tapi kemudian biasa kembali .


" Kamu nih " Mami serius memarahi Gian.


" Iya mi maaf, keceplosan " Ujar Gian tak enak hati.

__ADS_1


" Ai Ai... gimana? sekarang udah pacaran dong sama Abang ? nanti kalau nikah kabar-kabarin ya. Nomor aku udah di save kan? kalau Darren gak mau nikahin. Tenang, aku siap . Biarpun aku belum nikah. Jangan ditanya soal pengalaman luar dalem . Aku ahlinya Lo Ai .. " Goda Darren.


" Mas Gian aneh " Aisyah tertawa kecil , senyumnya menusuk ke hati Babang Darren yang paling dalam.


eeeaaaaa....


Gian sempat terhipnotis oleh Aisyah.


" Manis banget, sayang punya Darren . Tapi kalau Darren gak mau biar gue aja lah yang sama Aisyah. gue butuh bini solehah nih seperti Aisyah " Bathin Gian.


" Tuh Lo dibilang aneh, gak dibilang ganteng " Celetuk Darren.


" Aku gak ganteng Ai ? " Gian sontak bertanya ke Aisyah.


" Ganteng tapi aneh. "


" Hahaha rasain . Kalau cewek yang lihatnya bukan tampang ya gitu. Lo dibilang aneh " Darren tertawa puas.


" Ayo Pak Darren dipanggil pak RT saat nya pembagian hadiah " Ujar Aisyah tersenyum hangat.


" Ya Allah Ai Ai jahat banget sama Gian. Tar Gian ambil kamu dari Darren nih " Ujar Gian lirih.


" Bercanda mas Gian . Sama-sama ganteng koq semuanya " Aisyah berkata seadanya.


" Tuh bukan Lo aja yang ganteng " Darren tak mau kalah. Ya memang ketampanan mereka sebelas dua belas. Bedanya Darren terlihat matang di usianya mungkin karena punya Caca yang diurus .


" Ai, please . Pilih lebih ganteng aku atau Darren " ujar Gian.


" Sama koq "


jawab Aisyah.


" Beda Ai. Beda.. ayok pilih lihat wajah kita berdua. " Gian membolak balikan wajahnya ke kiri dan kanan.


" Hmm ganteng siapa Ca ? " Tanya Aisyah ke Caca.


" Ganteng Papa dong. " Ujar Caca.


" Nah itu " timpal Aisyah dan ia berbalik malu sendiri dengan ucapannya.


" Yesss " Darren tersenyum dalam hati. Lampu hijau ya bang.....


" Kawinin aja mi kawinin tuh DuBar " ujar Gian.


" Hah DuBar? " Tanya Mami.


" Duda Baru . Aku patah hati . Aku pergi. Janga cari aku. Aku mau sambungin hati yang berubah jadi puzzle gini. Berantakan hati aku mi... Berantakan ... " Gian beranjak keluar dari rumah Darren.


Mami tertawa melihat tingkahnya. entah bercanda entah serius. Tapi begitulah Gian.


Ok Gian kita end ya sampai bab ini.


***


Yok dukung othor yooookk. Like nya bestie..


Vote jangan lupa. Hadiah Alhamdulillah. Favorit kudu wajib bagi yang baca cerita aku.

__ADS_1


Skuyyyyy


__ADS_2