
" Kenapa dengan yang pertama ? " Darren penasaran dengan perkataan Aisyah.
" Almarhum suami saya menikah karena terpaksa. Ia terpaksa menikah dengan saya karena mantan pacarnya juga akan menikah. " Aisyah menjawab jujur di hadapan calon suaminya itu.
" Tapi kamu cinta dia ? " Tanya Darren lagi.
" Iya dia baik, tidak pernah kasar sama saya Mas . Tapi sayangnya usianya pendek. Saya tidak bisa berbakti lama dengannya " jawab Aisyah lagi dengan jujur.
" Ah ya sudah. Kamu gak perlu menceritakan atau mengingat masa lalu yang buat kamu sedih. Masa depan kamu sama saya dan Caca. " Darren tersenyum dan Aisyah pun mengangguk.
Keduanya terdiam entah memikirkan apa. Darren pun memulai obrolannya kembali.
" Ai "
" Iya Mas "
" Kamu ingin pesta yang bagaimana di pernikahan kita nanti ? " Darren belum berterus terang kalau akan menikahi Aisyah besok . Tangan Darren mengambil benda pipih di sakunya laku memencet salah satu angka dan langsung terhubung ke sang asisten.
" Boleh saya memakai cadar Mas di acara pernikahan nanti ? . " Ujar Aisyah.
" Boleh, sangat boleh Ai. Saya senang dengarnya. Ada lagi ? " Darren tersenyum dan bertanya kembali.
" Cukup itu saja Mas "
" Baiklah. Jika ada dua pilihan antara hanya akad saja dan di dpestakan kamu lebih memilih yang mana ? " Darren penasaran dengan jawaban Aisyah karena Mami menuntut untuk di pestakan.
" Aku ikut kata Mas Darren saja Mas. "
" Duh Punya modelan istri begini malah jadi kasihan kalau cuma akad aja. Pasrah banget " Bathin Darren.
" Saya maunya akad aja Ai "
" Baik Mas saya ikut saja " Aisyah yang penurut memang tidak pernah menuntut banyak . Ke suami sebelumnya pun sama.
" Waktu pernikahan sebelumnya kamu dipestakan ya ? " Tanya Darren penasaran. Bukan ia malu untuk kedua kalinya menikah hanya saja tak perlu pesta ramai asal sah dan bahagia.
" Sama koq mas waktu pernikahan pertama kami hanya akad saja dan tidak ada ramai-ramai "
Aisyah tersenyum dan tidak bermasalah kalau dilihat dari raut wajahnya.
Tapi hati Darren malah berdenyut mendengar ucapan Aisyah.
" Kalau kita menikah besok apa kamu gak masalah Ai ? "
Aisyah mengangkat wajahnya kaget.
" Besok mas ? " Tanya Aisyah.
Darren mengangguk.
" Kelamaan ya? kamu gak sabar ? mau sekarang aja apa ? " Goda Darren.
" Ish. . . Cepet banget mas besok mah . " Aisyah menepuk bahu Darren.
" Tuh kan mulai pegang - pegang " Goda Darren lagi.
" Maaf maaf " Aisyah menarik tangannya menjauh. Bagaimana bisa lusa ia menikah sedangkan belum menyiapkan apapun.
__ADS_1
" Kamu gak mau cepat-cepat nikah sama saya hmm ? "
" Bukan begitu Mas, setau aku ke KUA itu antri penghulunya lama " jawab Aisyah polos. Ia tidak tau uang bisa menyelesaikan permasalahan.
" Kita sudah dapat penghulu untuk besok. Hanya cadar yang belum dapat . Nanti dicarikan sama Aron. " Darren mengambil ponselnya dan mengarahkan ke telinganya.
" Udah denger kan Ron . Gaun pengantin nya tambahin cadar bilang Si jelly ( Pemilik butik yang Aron datangi untuk membeli pakaian pengantin ) "
" Siap Tuan " Jawab Aron diujung sana sambil kesana kesini memilih design untuk acara pernikahan sang tuannya.
" Sebar undangan Elektronik kesemua relasi kita Ron. Saya akad pagi dan siang sampai sore resepsi. Malamnya saya ada kegiatan " Darren terus berbicara ke Aron sedangkan Aisyah hanya menatap bingun.
" Kordinasi sama Mami. Bilang aku mau dipestain undang semua teman mami. Pilihan baju untuk Caca sekalian " ujar Darren lagi.
" Siap Tuan ada lagi ? " Tanya Aron.
" Kamu mau pesan sesuatu gak ke Aron ? " Tanya Darren ke Aisyah ia mengeraskan volume dan mengaktifkan speaker di ponselnya.
" Terima kasih sudah membantu menyiapkan. Semangat Pak Aron " Ucapan lembut Aisyah membuat Darren kesal. Karena itu tertuju ke Aron bukan ke dirinya.
" Siap Nona Ai . Dengan senang hati. " Jawaban Aron membuat Darren mengeluarkan asap.
" Mas " Panggil Aisyah menyadarkan kepulan asap di kepala Darren.
" Iya Ai ? " jawab Darren.
" Saya harus siapkan apa ? karena ini terlalu mendadak " suara lembut Aisyah benar-benar menyejukkan kepala Darren
" Kamu cukup siapkan diri karena besok kita sudah menjadi suami istri dan orang tua Caca. Saya harap kamu menerima kekurangan saya " Ujar Darren.
Darren mengangguk dan ia berpesan sore nanti Aisyah diajak feeting baju dan langsung ke restoran cafe untuk makan malam bersama keluarga dari Darren.
Darren pamit,
" Besok udah harus salaman ya " Kekeh Darren dan Aisyah tersenyum mengangguk dan melambaikan tangan ke pria yang besok akan menjadi suaminya.
Di sepanjang jalan pulang dari rumah Aisyah Darren tersenyum senang.
" Jo Jo. " Panggil Darren ke Paijo dan Jono.
" Hadir Boss " jawabnya berdua.
" Pesen makanan ,makan enak kalian " Darren memberikan uang di lembar ratusan ke Jono dan Paijo.
" Alhamdulillah rezeki " Keduanya mencium uang merah tersebut.
" Lagi seneng nih si Bos " goda Jono .
" Yoi. Besok Aisyah jadi nyonya kalian " Darren tersenyum seperti orang sedang kasmaran.
" Lah Koq ? " Paijo shock.
" Koq Lah Koq " Tanya Darren.
" Saya yang incer,bos yang dapet " Celetuk Paijo.
" Jo, inget bini Jo di kampung . Gak boleh ya godain Nyonya kalian lagi mulai saat ini. Saya kirim ke planet sebelah kamu " Ancam Darren.
__ADS_1
" Galak bener dah Pak Bos " Paijo kabur lari meninggalkan Darren. Jono hanya tertawa dan Darren pun tertawa.
" Saya masuk ya. " Darren pamit ke Jono .
" Siap calon pengantin " Goda Jono.
" Bisa aja Jo " Darren tertawa.
Darren langsung menaiki motornya dan setelah sampai di pintu masuk. Darren menghubungi Mami. Darren setuju dengan mami yang ingin membuat pesta pernikahan nya dengan Aisyah.
Mami melonjak senang dan langsung menghubungi Aron untuk berkoordinasi . Sesuatu yang menguras tenaga. Persiapan dadakan dan sangat cepat. Tapi tidak mengapa, Mami senang melakukan nya demi Darren dan Aisyah.
***
Sore hari Aisyah sudah cantik mengenakan setelan pakaian one set yang di padu padankan dengan pashmina yang agak panjang menutupi da da nya.
Darren yang sudah menghubungi Aisyah akan segera menjemput langsung beranjak dari rumahnya menggunakan mobil menjemput Aisyah.
Aisyah terlihat agak gugup dikarenakan akan bertemu papi dari Darren. Selama ini hanya bertemu dengan Mami saja.
Darren seperti biasa memarkirkan dulu mobilnya di depan pagar rumahnya . Karena jika tepat di depan kontrakan Aisyah tidak ada tempat untuk parkir mobil.
Tak lama kemudian Darren menyebrang menjemput Aisyah.
" Assalamualaikum " Darren tersenyum menyapa Aisyah.
" Waalaikumsalam " Sahut Aisyah.
" Yuk " Ajak Darren .
Aisyah mengangguk dan mengikuti langkah Darren.
Darren kemudian membukakan pintu untuk Aisyah dan mempersilahkan Aisyah untuk masuk ke dalam mobil berwarna putih itu.
Darren menyusul masuk ke mobil setelah memastikan Aisyah masuk dan duduk dengan nyaman di samping kemudi.
" Kita Feeting baju dulu ya mumpung masih sore Ai " ujar Darren. Aisyah hanya menjawab dengan anggukan.
Tiga puluh menit mobil berjalan dan sampai di sebuah butik.
Darren mengajak Aisyah turun dan langsung ke dalam karena sudah reservasi atas nama Mami Nala.
" Ya ampuuunn beb... ini istri dese sekarang.. Ya amplopp.. cakep yesss kalah deh Eike. " Pria bergaya jelly itu pun langsung menyapa Darren dan Aisyah.
" Jangan berisik ,udah cepetan mana baju yang mami sama Aron pesan " Cecar Darren.
" Galak ih gak asik . Tunggu sini baik-baik jangan galak-galak nyesel nanti kamu bebz kalau galakin akyuu " ujar si gemulai .
Sekitar setengah jam menunggu Darren pun dibuat shock dengan tampilan Aisyah .
***
Like,Vote,koment ya buat saran ke Othor.
Besok lagi kita up.. ♥️
__ADS_1