Maaf, Mengambil Tunanganmu

Maaf, Mengambil Tunanganmu
Reuni


__ADS_3

Semua berawal dari reunian sekolah.


Aku Barata Wilson seorang pengusaha yang berdomisili di kota Surabaya. Saat ini aku sedang berada di jakarta karena sekolahku dulu mengadakan reunian dan panitia nya merekomendasikan villa kami yang ada di Bandung sebagai tempat penyelenggaranya. Otomatis aku ikut berperan serta dalam acara itu. Sebenarnya tempat itu lebih layak dikatakan wisma dari pada villa. Maksud pembangunan pertama memang untuk villa namun dari pada mubazir dibiarkan kosong bangunannya kami renovasi dan ditambah lagi menjadi sebuah wisma. Awalnya rame namun lama kelamaan sepi pengunjung dan tutup. Tidak tahu apa masalahnya soal manajemen atau soal pemasaran.


Malam ini malam puncak acara reunian besok pagi acaranya hiking aku memutuskan untuk diam di wisma saja.


"Hai, maaf agak terlambat" ucapku ketiga sahabatku senyum saja "biasa nih nungguin calon nyonya dandannya lama" sambungku lagi


"Jeong sendirian lagi nih?" tanya ku pada Jeong


Kami bersahabat berempat aku, Hary, Alex, dan Jeong.


Aku sudah bertunangan dengan Sandra, model cantik asal surabaya.


Hary adalah duda keren, kalau si Arora anaknya Alex manggilnya Daddy ganteng.


Alex di papa muda istrinya Mika seangkatan dengan kami, mereka cinta monyet, cinta pertama dan aku doakan cinta terakhir juga. Entah mungkin dalam pandangan Alex tidak ada lagi wanita secantik Mika di dunia ini terbukti mereka pacaran dari SMP, SMA, kuliah dan sekarang sedang menanti kelahiran putra kedua nya. Putri pertamanya bernama Arora gadis centil kami menjulukinya


Dan yang terakhir Jeong, jomblo akut cucu orang terkaya mungkin se-Asia tenggara namun dia malah memilih mandiri dalam hidupnya tidak mengandalkan kekayaan dan nama besar keluarganya. Dia menutupi jati dirinya dan walaupun kami tau kebenarannya tapi kami selalu menjaga privasi nya mungkin ada alasan untuk semua itu. Namun beda hari ini dia mengenalkan seorang wanita imut seorang dokter bedah, junior kami di SMA Kumbang sebagai pacarnya.


"tante imut" itu panggilan Arora untuk pacarnya Jeong.


Setelah para ladies ladies masuk kamar mereka karena waktu sudah lewat jam dua belas malam. ?Tinggallah kami para pria-pria pejantan tangguh.


"Jeong, aku mau buat iklan perhiasan produk baru nih, ada bayangan gak modelnya siapa?" aku sengaja nanya sama Jeong karena dia kan kerja bareng sama Reza yang terkenal player sebelas duabelas sama Hary.


"siapa ya? untuk produk apa?" tanya Jeong balik


"ya biasa kalung, anting, gelang dan cincin " jawab ku


"temannya Lala aja, junior kita juga itung-itung bantu dia terkenal kan kalau dah terkenal sekolah kita juga yang terangkat namanya" jawab Jeong santai "orangnya enak kok enggak ngerepotin, kan ada tuh model yang betingkah, tenar belum aja udah kebanyakan gaya, sok manja lah belum lagi nanti nempel nempel terus naik ke ranjang" tambah Jeong lagi

__ADS_1


"banyak tuh yang kayak gitu!! bukan ada" timpal Hary


"kadang kita sebagai bos kewalahan, kewalahan duit iya tenaga iya, mereka kadang bergaya seolah udah jadi nyonya yang punya perusahaan" tambah Hary lagi


"makanya aku kalau udah urusan sama iklan aku serahkan semua pada bidang pemasaran sama asisten aku cuma nilai hasil akhir nya aja secara Mika hamil yang ini sensitif banget! cemburuan!" kata Alex yang membuat topik semakin seru


"kenapa enggak minta Sandra aja?" tanya Alex


"iya dia kan model juga" tanya Jeong


"aku gak mau urusan pribadi dicampur aduk dengan urusan kerja, nanti jadi enggak iklannya biaya udah banyak yang keluar, dia orangnya sulit ditebak, ya itu tadi banyak mau nya, nanti karena tunangan bos jadi otoriter dan monopoli, aku udah paham banget dengan dia" bantah ku dengan tegas dan jelas


"Dengan Mona aja kalau gitu, dia seangkatan juga sama Lira, enak kok orangnya profesional banget kok" jelas Jeong lagi


"Ada enggak orang nya pas dikenalin Syakila tadi" Hary penuh semangat, dia memang suka sekali mencari mangsa baru.


"yang pake gaun biru" jawab Jeong


"ih, aku kira yang pake baju kuning" ucap Hary lagi


"kok kamu kenal semua Jeong? ada motif nih? aku kasih tau Syakila nanti" goda Alex


"ih ya kenal lah, mereka berdua satu kamar dengan Syakila" Jeong membela diri


"jadi bagaimana nih?" tanya ku yang merasa dibiaskan karena topik bentar lagi melenceng


"kalau aku sih deal nya Mona aja, orangnya keren abis yang jelas enggak ngerepotin" bela Jeong


"oke deh Mona ya" aku memastikan kalau Mona lah yang akan jadi model iklan nya.


Malam pun semakin larut kami menyudahi acara diskusi sampai jam dua dini hari.

__ADS_1


Satu persatu dari kami pun masuk ke kamar namun hanya tinggal aku dan Jeong saja yang berada di kamar ini. Alex ke kamar istrinya. Dan Hary jangan ditanya pasti tadi dia udah senang senang dengan mangsa baru, entah wanita mana lagi yang jadi korbannya.


Keesokan paginya anak-anak udah siap si meja untuk sarapan. Barata memang agak terlambat dia mengecek laporan yang dikirim asisten nya dulu melalui e-mail baru menuju ruang cafetaria tuk sarapan.


Dia menjemput Sandra di kamarnya dulu sebelum sarapan.


"honey kok masih dalam selimut sih?" tanya Bara


"dingin sekali Beb" jawab Sandra manja


"yuk sarapan bentar, udah itu kita bobo lagi" ajak Barata


" tapi bobonya nanti temenin ya, kamu suka lupa sama aku kalau udah ketemu temen temen kamu Beb" Sandra protes


"udah ah, yuk sarapan dulu, aku perlu tenaga nih untuk makan kamu" bujuk Barata.


Barata menarik tangan Sandra. Mereka turun ke bawah ke ruang makan untuk sarapan.


Sampai di ruangan itu Barata penasaran dengan cewek yang berrnama Mona model rekomendasi dari Jeong semalam. Mata Barata tertuju gadis cantik rambut panjang yang duduk di sebelah Syakila, kalau Dona orang nya pake hijab.


Barata dan Sandra duduk tepat dengan posisi berhadapan dengan Mona walaupun meja yang berbeda dan berjauhan.


"cantik, kayaknya pas kalau perhiasan itu dia yang pake, wajahnya feminim namun sebenarnya garang, keren" gumam Barata dalam hati.


"Beb, aku mau roti aja, sandwich aja boleh deh" Sandra dengan manja minta di ambilin sarapan.


"minumnya apa?" tanya Barata


"jus, tomat aja" jawab Sandra dengan tangan mata tak lepas dari handphonenya


"mbak, jus tomat nya satu kopi hitam satu" pesan Barata pada pelayan.sahabatnya

__ADS_1


Barata duduk dan ngobrol berbincang-bincang dengan sahabatnya. sedangkan Sandra tetap asyik dengan handphone nya tanpa memperdulikan ada Mika yang duduk di depan mereka.


"dasar cewek sombong, aku do'ain gak jadi dengan Barata, masa orang baek ketemu cewek jadi jadian begini, songong!!" Mika menggerutu dalam hati yang melihat kelakuan Sandra di hadapannya. Dia tidak rela temannya itu nantinya dapet istri seorang Sandra. Bisa-bisa mau berkunjung baru sampe depan pagar udah di depak


__ADS_2