Maaf, Mengambil Tunanganmu

Maaf, Mengambil Tunanganmu
bukan cuma akting


__ADS_3

"Ayo... siapkan posisi masing-masing kita akan mulai take kembali!!" perintah sang sutradara


Mona kembali mengganti gaunnya dan Roy sudah siap merias wajah cantik Mona. Tanpa di rias pun Mona memang cantik apalagi dengan sentuhan tangan terampil Roy, Mona sangat molek bagai putri dari Kerajaan Inggris.


Begitu juga dengan Barata dia juga sudah selesai make-up dan berganti pakaian dia menggunakan tuxedo yang memang ada di mobilnya untuk persiapan acara peluncuran perhiasannya. Barata terlihat sekali tanpan dan gagah bahkan perempuan buta saja dapat merasakan aura ketampatannya.


Mona di giring oleh Melani sedangkan Roy bertugas mengangkat juntaian gaun yang melambai ngepel di lantai.


Seorang Hans pun terpesona pada penampilan Mona kali ini padahal lelaki itu orang yang paling cuek mengenai masalah wanita.


"sabar bos, dia memang sangat cantik!!" puji Hans yang di tanggapi ketidak sukaan oleh Barata.


"Hans, cuma aku yang boleh bilang begitu!!" ancam Barata


"iya yaa, maaf!!! belum belum sudah posesif" keluh Barata mengomel


"aku dengar itu" ucap Barata dingin


"iya maaf.. " kata Hans mengulangi permintaan maaf nya.


Semua kru sudah pada posisinya masing masing


"oke, semua siap,,, satu..dua..action..!!" teriak bang Juki penuh semangat.


Acting pun di mulai, Barata terlihat sangat kaku dan gugup, maklum baru perdana..


"cut.. " teriak bang Juki


akting pun di hentikan


"maaf,, maaf ni ya bos, rileks aja!! santai aja!! anggap aja si Mon Mon pacar beneran" seru bang Juki memberi masukan dan arahan pada Barata


"oke.. siap.. " semua kru mengacungkan jempol " satu dua action... " akting kembali bergalak


Barata dan Mona berakting.


"cut.. " teriak bang Juki lagi


"neng Mona luwes dong, dendam kemarin jangan di balaskan sekarang, pas pulang nanti aja,, ya bos..??" seru bang Juki pasalnya memang Mona dan Barata terlihat kayak kucing dan anjing. Mona tersenyum terpaksa, namun Barata menjawab dengan acungan jempol.


Susah juga ya jadi sutradara yang ngoceh terus pantesan gayanya gak ketinggalan toa

__ADS_1


Barata dan Mona beberapa kali akting lagi, namun belum ada akting yang memuaskan maksud nya feel nya belum ada.


Selagi mereka berakting ada juga di selingi bisikan para kru yang mengatakan kecocokan dan sangat serasi antara Barata dan Mona.


"ok kita break dulu.. neng Mona dan bos Barata ngobrol ngobrol dulu biar dapet chemistry nya.


Barata dan Mona kembali ke tempat istirahat tadi, tempat singgasana Mona. Mona kewalahan dengan gaun panjangnya, wajah nya yang tampak letih dipadu dengan heels yang tinggi dan gaun yang kalau berjalan takut keinjek.


" ayo.. " Barata meraih tangan Mona yang sedang kesusahan berjalan. mereka saling menggenggam. Roy sengaja tidak membantu Mona dia memberi kan waktu untuk keduanya berdekatan.


"tangannya dingin sekali, dingin karena AC, dingin gugup tidak mungkin ini sudah pekerjaannya, atau karena belum sehat betul?" pikir Barata karena memang genggaman tangan Mona sangat kuat seakan takut roboh.


"adek di panggil si Mon Mon kalau di lokasi syuting" ucap Barata sambil memberikan sebotol air mineral. Barata sedikit mengerutkan dahi nya ketika melihat Mona sedikit pucat dan sedikit berkeringat.


"adek enggak pa pa?" tanya Barata pada Mona yang sedang meneguk air minumnya. Barata terlihat sedikit khawatir karena memang kondisi Mona belum fit betul.


"cape???" tanya Barata, Mona hanya tersenyum.


"kenapa tidak menyandar? istirahat lah" pinta Barata, Mona menggeleng


"kenapa?" tanya Barata penasaran


"bapak enggak marah lagi kok" Barata merasa tidak enak hati


"bukan bapak tapi si Roy" jelas Mona "kalau sanggul rusak make-up luntur tuh si Roy jangan di tanya lagi ngomelnya sampe ketemu esok hari masih itu aja yang dibahas" sambung Mona


"Roy?? kenapa marah-marah adek kan artisnya dia asistennya yang ada itu sebaliknya dek? aneh kok takut sama Roy" jengkel juga Barata


"ya enggak aneh, Roy begitu juga demi kebaikan bersama, kalau sanggul make-up rusak mesti harus ulang dari awal lagi, waktu lagi, molor lagi, ini yang membuat syuting lama" jelas Mona


"tapi ada kok artis yang semena-mena di lokasi syuting?!!" ucap Barata


"bukan ada tapi banyak" ucap Mona lemah


"adek makan dulu, dua sendok aja, bapak ambilin?" Barata terlihat khawatir sekali


"kalau Roy marah karena lipstik nya abis, nanti bapak yang balik marah!! sekarang makanlah bapak suap??" ucap Barata, Mona menggeleng kan kepala lalu mengambil tempat bekal di tangan BarataBarata lalu Mona menyuapkan dua sendok makanan ke dalam mulutnya, setelah itu disimpan kembali bekalnya


"ehmm emang bener susah di suruh makan!! bilang orang dua sendok beneran dua sendok" pikir Barata yang dari tadi tak lepas pandangannya pada Mona.


"oke... siap!!!" semua kru menuju posisi masing-masing begitu juga dengan Mona dan Barata.

__ADS_1


"oke siap.. " semua mengajukan jempol " satu.. dua.. action.. " Barata dan Mona mulai berakting lagi


"cut.. neng Mona dan bos udah mulai bagus nih tinggal dikit lagi..


Barata sudah mulai jenuh dengan kata cut dan action. sudah beberapa kali di ulang ulang terus.


" Ayo pak semangat... siapa tau ini take terakhir" Mona mengulurkan tangannya pada Barata untuk menyemangatinya. senyuman Mona yang sangat manis ibarat mendapat air di tengah panasnya gurun. Barata pun balas tersenyum dan bersemangat lagi.


Pas adegan terakhir Barata memeluk Mona dengan mesra nya dari belakang


"adek sungguh cantik hari ini" puji Barata, mina tersenyum tersipu,


"bapak ingin ini bukan hanya akting" kata-kata Barata membuat Mona menatap nya teduh begitu pun dengan Barata pandangan mereka bersatu dan hanya mata yang berbicara.


"okee finish..." teriak sang sutradara di ikuti tepuk tangan dan tos ria dari para kru.


"pak udah selesai.. " ucap Mona lirih


"bapak tau" jawab Barata seenaknya


"pelukannya di lepas" minta Mona


"enggak mau??" jawab Barata dengan rengekan akhirnya Barata mendapat ken sebuah hadiah cubitan kecil dari Mona


"ih adek.. " Barata melepaskan pelukannya.


Mona berjalan ke ruang ganti di iringi Roy dari belakang.


"Roy,, kamu mau kemana?" tanya Barata


"bantu Mona ganti baju.. " jawab Roy bengong


"gak usah mulai dari sekarang kalau Mona ganti baju biar di temenin Melani aja" tegas Barata


"emang situ napsu sama Mona... segitu nya posesif!! awas lo ya.. " yah Roy ngambek.


Mona keluar dari ruang ganti dengan menggunakan celana jeans pensil switer basket kebesaran dan tas besar berisi peralatan yang terselempang di bahunya sepatu kets putih rambut di cepol dengan make-up yang sudah terhapus.


"sini eke aja yang bawa" Roy mengambil tas itu dari tangan Mona


"sederhana namun tetap cantik" puji Barata dalam hati ketika dia keluar dari ruang ganti juga dan melihat Mona.

__ADS_1


__ADS_2