
Sore ini waktunya me time untuk Mona. Mona semalam di telpon Syakila untuk menemaninya shoping ke butik Dona sambil hunting hunting mungkin ada yang ingin dibeli.
Hari ini memang jadwal Mona lagi kosong waktunya bermanja manja ria jadi di ajak kemana saja hayo, oke.
Mona menggunakan dress hitam selutut bermotif bunga kecil berwarna merah, warna itu sangat kontras dengan warna kulitnya di padukan sepatu ceper kesukaan nya yang berwarna hitam berhias bunga di depan berwarna merah dan tas kecil berwarna merah juga. Mona sudah bersiap dari tadi duduk manis di depan cermin, apalagi yang kurang? Rambut, yah rambutnya di apakan ya? bingung bingung Mona memutuskan yang lebih mudah yaitu di cepol keatas.
Mona memang tidak pernah yang menor menor kalau berdandan, yah ala kadarnya apalagi hari ini rencananya mereka mau keliling keliling dia lebih memilih yang santai aja.
Mobil hitam besar Mona sudah terparkir di depan rumah sakit tempat Syakila bekerja. Mona memilih menunggu di dalam mobil daripada turun masuk ke dalam rumah sakit. Bau dan suasana rumah sakit membuat nya tidak nyaman. Karena Mona pernah merasakan sebulan menjadi penghuni hotel ini.
Dari kejauhan tampak sosok wanita cantik imut, menuju mobil Mona, siapa lagi kalau bukan Syakila
"kenapa enggak turun?" tanya Syakila yang sudah masuk mobil Mona. Mona pun segera menjalankan kuda besinya menuju butik Dona yang letaknya tidak jauh dari rumah sakit tempat kerja Syakila.
"males lagi enak dengerin lagu" elak Mona yang memang lagi serius dengar lagu regean, inget masa jadi wanita jadi jadian. heheeheee
"regean?" tanya Syakila "ini namanya nostalgila" sambungnya lagi
Mona hanya mengangguk.
"kalung baru nih? di beliin pak Jeong?" tanya Mona yang melihat kalung butterfly nya Syakila
"kalung sendiri lah, masa setiap ada benda yang mahal dikit pasti orang nanya nya di beliin Jeong ya?" jelas Syakila
"yaa kali aja?"
"Mon, enak sekarang jadi cewek atau dulu tomboy abis?" tanya Syakila
" dua duanya" jawab Mona santai sambil nyetir sambil denger musik
"kok dua duanya?" tanya Syakila lagi
"jadi tomboy juga ribet harus tampil kayak laki-laki enaknya kalau jalan aman gak bakal takut di gangguin cowok cowok hidung belang tapi biasanya yang gangguin malah anak anak, diledeki atau di ejek" kata Mona sedikit berfikir
"Kalau jadi cewek seperti sekarang, ribet juga, perawatan nya yang mahal, kalau udah ke salon atau spa aduuhh bisa seharian" Mona menjawab sambil tertawa.
"kenapa belum punya pacar?" Syakila nanya lagi, duh Syakila kayak wartawan aja nanya melulu
"belum dapet aja!!" jawab Mona enteng.
__ADS_1
"kenapa mau sama pak Jeong??" sekarang Mona balik nanya
"apa ya, mungkin karena dia baik, ganteng" jawab Syakila sedikit perfikir
"bukan karena dia kaya??" tanya Mona dengan pertanyaan yang sedikit privasi nih??
"dia cuma seorang asisten, udah ah udah nyampe butik Dona" jawab Syakila sambil mengingatkan bahwa mereka sudah sampai tujuan.
"yeee, dia duluan yang interogasi, sekarang orang balik nanya sewot huuu" Mona menggoda
"yuk turun"
kedua nya turun dan memasuki butik tersebut. Mona mondar mandir melihat lihat pakaian dan gaun gaun indah, sedangkan Syakila langsung nanya pada sang pelayan saja
"mbak" Syakila memanggil pelayan butik
"iya nona, bisa saya bantu?" jawab sang pelayan ramah
"saya mau cari gaun malam tapi modelnya yang simpel aja, jangan terlalu terbuka!!" jelas Syakila.
pelayan itu pun mencari gaun yang di maksud Syakila.
"lagi cari apa buk?" tanya sesorang di samping Mona. Mona kaget dan menoleh ke samping
"eeeh kamu Don, kirain siapa? lagi nyari pakaian santai aja, tuh yang penting!! lagi nyari gaun yang simpel dan elegan untuk acara ulang tahun rumah sakit tempat dia kerja!!" Mona menunjuk ke arah Syakila.
"ya udah aku bantu Syasa dulu ya?" pamit Dona, sedangkan Mona hanya mengangguk
Asik sekali Mona melihat dan memilih pakaian yang ada disana tanpa memperdulikan sepasang mata yang dari tadi mengawasi gerak geriknya
"lagi cari apa dek?" tanya si empunya mata
"ehh pak Bara!" Mona kaget.
"kok bapak sih mas kenapa?" Barata protes, hah dia selalu protes jika dipanggil oleh Mona dengan panggilan Pak
"beli gaun pak?" tanya Mona
"enggak, cuma nemenin Lira beli gaun, katanya besok malam ada acara ulang tahun di rumah sakit tempat dia kerja" jelas Barata " yang itu bagus dek!" Barata mengomentari dress bergaris horizontal berwarna putih dan navy
__ADS_1
"hah" Mona melongo, dan cepat cepat sadar lalu gaun tersebut di kembalikan lagi
"kenapa?" tanya Barata yang gemas melihat gaya Mona yang salah tingkah
"aku cuma nemenin Syakila beli gaun juga untuk acara rumah sakit" ucap Mona memilih gaun yang lain, namun tangan tanpa sadar memilih mengambil gaun tadi, emang gaunnya simpel cocok untuk acara penting atau pun nyantai
"ambillah, cantik kok, pak yang traktir" bujuk Barata
"enggak deh pak?" tolak Mona
"kenapa? ambil dua juga enggak pa pa" Barata mencoba dekat dengan menyogok pake baju
Lalu Mona dengan berat hati meninggalkan gaun itu. sebentar dia sudah jatuh hati, namun apa daya ada si Barata kokok bekokok.
Barata menggeleng kepala "gengsi banget, biasanya para cewek rebutan minta di traktir, ini sudah di tawarin malah ditinggal pergi" gumam Barata dalam hati. Kemudian tangan Barata mengambil gaun yang di pilih Mona tadi dan beberapa lembar gaun lainnya lalu menyerahkan kepada pelayan.
"mbak tolong di bungkus! dan eeem" mata Barata kesana kemari mencari sosok cewek memakai dress hitam bermotif bunga kecil "mbak, nanti berikan aja barangnya pada nona yang memakai dress hitam kembang kembang itu ya?" Barata menunjukkan posisi Mona yang disana
"baik Pak" sahut sang pelayan
"sudah" tanya Barata pada adik kesayangan nya yang sudah menenteng beberapa barang belanjaan.
Lira mengangguk dan menggandeng lengan abang andalannya.
"ayo bang, kita cari makan dulu" ajak Lira "udah sangat laper" sambungnya lagi sambil mengusap perutnya.
kemudian di posisi Mona
"maaf nona, ini belanjaan nona" sang pelayan dengan ramah memberikan beberapa barang kepada Mona.
"belanjaan???" dengan tangan mengambil semua barang yang diberikan kepada nya
"wiiih, yang borong, katanya tadi enggak beli enggak ada yang naksir? gimana sih?" ledek Syakila
"hah, aa iya rupanya kalau sudah sampai sini jadi khilaf juga" Mona tersenyum terpaksa dan matanya kian kesana kemari mencari Barata.
Dia juga tidak menjelaskan pada kedua sahabatnya bahwa belanjaan tersebut pemberian dari Barata.
duhh, aduhh bisa jadi bahan gosip nih kalau mereka berdua tau?!?!?!
__ADS_1