
"maa, adek berangkat!! assalamualaikum!!" jerit Mona menuju garasi lalu masuk ke dalam mobil
"Monaaaa, bekalnya ketinggalan" mama juga balik
balas menjerit "adek ini selalu saja" akhirnya mama masih bisa menemukan anak kesayangannya dan memberikan bekal kepada Mona.
Mona memang selalu membawa bekal, meskipun ada atau tidak ada mama dia selalu membawa bekal.
Jika ada mama maka bekal nya akan empat sehat lima sempurna, tapi jika tidak ada mama yaaah ala kadarnya saja. Nasi telur mata sapi sosis goreng, sayur sedapat nya saja. Ada brokoli direbus saja, ada wortel ya direbus saja, pokonya sayur hanya direbus dan diberi garam sedikit. Mona belum banyak refrensi untuk masakan berbahan sayur. Sedangkan untuk daging, ikan dan seafood kalau gak di goreng ya dipanggang oleh nya.
Jangan tanyakan rasa. Kalau kita yang menyicipi maka hanya terasa asin dari garam saja. Namun beda menurut Mona, menurutnya itu sangat enak karena masakan dia sendiri.
Dia mengendarai mobil hitam besarnya. Sesampai di kantor management artist dia pun turun.
Mona langsung menemui meneger nya Melan.
Melan sosok manager yang cool, disiplin dan tanggungjawab.
"Mel, hari ini pihak dari perusahaan perhiasan itu akan datang" Mona memberi tahu sang manager nya.
"iya nona,,, dari semalam kamu ngasih tahu itu, tadi pagi isi chat juga begitu, ini datang tanya dulu kek bagaimana kabar aku sehat gak, eee malah yang di omongin masalah itu lagi?" sang manager nyerocos ngomelin model nya
"ya kali aja kamu lupa, kamu sekarang kan suka rada pikun!!" Mona balas menggoda
"aku penasaran aja seperti apa sih tamu nya sehingga seorang Mona yang terkenal cuek itu repot sekali dengan kedatangannya?" selidik Melani sang manager
"ya biasa aja seperti bos bos pada umumnya lah" ucap Mona sedikit menepis dengan pertanyaan Melani.
"gendut, kepala botak?" tanya Melani bercanda
"ya enggak gitu juga kali" Mona memilih menghindar aja. Dia duduk sambil membuka bekal yang di berikan mama tadi.
"belum sarapan?" tanya Melani
"belum, tadi buru-buru banget, bangun kesiangan" jelas Mona.
Bunyi chat di handphone Mona
"dek, bapak sudah ada di lobby? jemput ya!!!"
isi chat dari Barata. Mona langsung berdiri merapikan bekalnya lalu di letakkan di atas mejanya.
"mau kemana?" tanya Melani ketika melihat Mona yang sudah ingin membuka handle pintu ruangan itu
__ADS_1
"orangnya sudah ada di bawah, aku jemput dulu!!" ucap Mona meminta izin yang terlambat dengan mulut yang masih banyak makanan di dalam nya.
Melani tidak menjawab dia hanya mengangkat jempolnya tanda setuju.
Mona melangkah cepat menuju lobby menemui Barata.
"pak, " sapa Mona sambil sedikit membungkuk memberi hormat kepada calon bos.
Sedangkan Barata sudah di apit dua model cantik.
"yaah, punya lo Mon?" tanya salah satu dari mereka
Mona hanya mengangguk dan tersenyum terpaksa.
"yaah, gak asik udah ada yang punya" ucap yang satunya lagi
"sayang,, kalau sudah bosan sama Mona panggil aku ya, ini nomor ku" model itu sedikit ingin mencium pipi Barata, namun Barata cepat menolak, dan sang model itu sudah menyelipkan kartu pengenalnya di saku jas Barata. Kedua model itu meninggalkan Barata cs.
"maaf Pak, atas ketidaknyamanan nya" ucap Mona
"enggak pa pa" jawab Barata " ayo!" ajak Barata yang sudah berdiri bersama Hans sang asisten.
Ketiga nya berjalan menuju ruang kepala management.
"hallo Mel, kami langsung ke ruangan management!" Mona bicara di telpon menghubungi managernya dengan singkat padat dan jelas supaya segera menyusul kesana. Dan Melani juga langsung bergegas menuju ruang tersebut.
pak Johan juga ikut duduk di sofa, bergabung bersama mereka.
"Pak, ini Barata, klien yang saya ceritakan tadi" jelas Mona pada pak johan selalu penanggung jawab management ini.
Suara pintu di ketuk, masuklah Melani dan langsung duduk di sebelah pak Johan. Sedangkan Mona duduk sendiri pas di depan Barata dan hans.
"cantik" gumam si Barata
"Nah, yang baru datang ini manager saya namanya Melani" Mona memperkenalkan keduanya satu persatu. Barata dan Hans pun menyalami keduanya.
"saya Barata dan yang ganteng di sebelah saya ini asisten saya namanya Hans" Barata juga memperkenalkan diri pada semuanya.
Barata dan hans, mereka berdua sudah membuka percakapan tentang maksud kedatangan mereka untuk memakai jasa Mona untuk menjadi model iklan yang akan di buat dalam rangka peluncuran produk baru di perusahaan perhiasan miliknya.
Hans juga menjelaskan sudah ada pihak biro periklanan yang bekerjasama dengan perusahaan nya.
Setelah membaca syarat syarat dan biaya dalam pengontrakan model tersebut kedua mencapai kesepakatan dan hendak menanda tangani dokumen tersebut, namun tiba-tiba Melani angkat bicara
__ADS_1
"maaf, tuan tuan sebelum nya saya minta maaf, bagaimana dengan bonus sang model?" tanya Melani
"Bonus, maksudnya?" tanya Barata
"jadi, jika dalam satu bulan dari pemasangan iklan perusahaan mengalami keuntungan yang melebihi target keuntungan maka model akan mendapat royalti" jelas Melani
"ok" jawab Barata singkat
"berapa banyak?" tanya Hans
" lima persen dari keuntungan" jawab Melani dengan tegas
"ok" jawab Barata
"berapa lama?" tanya Hans lagi
"satu tahun" Jawab Melani lagi
"baiklah" jawab Barata lagi, dia pikir tidak apa lah setidaknya selama satu tahun dia akan dekat dengan Mona dan selama satu tahun itu juga dia berharap Sandra akan meminta lepas dari pertunangannya.
Di sisi lain, Hans bingung biasanya kalau masalah uang Barata akan tawar menawar kenapa dengan Mona Barata main setuju setuju aja belum lagi senyum senyum terus. Hans curiga.
"Hans tambahkan poin tadi dalam kontrak kerjanya. aku harap selesaikan hari ini juga, besok kita sudah harus pulang ke Surabaya" perintah Barata pada sang asisten
"baik Pak" jawab singkat padat dari Hans
"bu Melani, saya bisa pinjam ruang kerjanya sebentar? saya akan mencetak dokumen yang sudah di revisi" tanya Hans pada Melani
"ooh tentu saja, mari pak Hans!!" ajak Melani
Keduanya ke ruangan MONALISA PAGAR BUMI
"itu beneran nama aslinya?" tanya Hans sambil melirik ke papan pengenal yang ada di depan pintu ruangan tersebut
"iya" jawab Melani singkat
"asli?" tanya Hans lagi karena biasanya artis akan mencari nama tren atau nama keberuntungan yang membawa hoki dan biasa nya nama nama tersebut nama yang aneh aneh yang cepat di ingat oleh para penggemar.
"itu nama aslinya sama dengan di KTP dan akta kelahiran" jawab Melani yang sedikit kesal
"mbak Mel, udah lama kerja sama mbak Mona?" tanya Hans seolah mengorek informasi seperti wartawan
"semenjak dia jadi seorang model saya sudah mendampinginya, dan alhamdulillah kami memang memang kuliah dalam satu universitas namun beda fakultas" jawab Melani "kenapa?"
__ADS_1
"ya, kelihatan banget sangat mementingkan kesejahteraan artisnya?" ucap Hans yang lama lama buat Melani jengkel juga namun semua pertanyaan Hans masih di jawabnya dengan santai meskipun hatinya jengkel. cowok kok cerewet sekali.
"pak Hans, jika artis saya sejahtera, maka saya juga akan kecipratan sejahtera juga dong" Melani tersenyum dengan senyuman palsunya.