Maaf, Mengambil Tunanganmu

Maaf, Mengambil Tunanganmu
model dadakan


__ADS_3

Setelah menemui dua klien dan mencapai kesepakatan yang menguntungkan, Barata dan Hans menuju lokasi syuting. mobil meluncur melaju dikendarai Hans.


Hans seorang asisten yang sangat dapat diandalkan oleh Barata. Umurnya dua tahun di bAwah Barata. Hans adalah adik tingkat Barata saat di kuliah. mereka sama sama ikut dalam organisasi BEM di kampus. dan Barata sempat pernah menjadi presiden mahasiswa dalam satu periode, daan Hans menduduki jabatan sebagai sekretaris nya, hingga kini kedekatan, persahabatan dan kerjasama diatara mereka berdua tetap solid.


Hening di dalam mobil itu keduanya diam namun tiba-tiba


"bos,, boleh tanya sedikit?" tanya Hans ragu


"tanya apa? kenapa cuma sedikit?" tanya Barata balik


"ini sedikit pribadi?" Hans masih dengan ragu ragunya "tapi bos jangan tersinggung?" sambungnya lagi


"soal apa? MONALISA PAGAR BUMI??" tebak Barata yang langsung mengenai sasaran


"ihh bos kok tau aku mau nanya itu?" tanya Hans tak percaya pikirannya ketebak dan itu membuat dia serba salah


"hahahaaa... apa yang tidak aku ketahui, apa yang tidak aku pahami darimu? sudah berapa tahun kamu ikut aku? tau gak di dahi mu tadi ada tulisan Monalisa Pagar Bumi nya?" goda Barata


"ahh sungguh?? apa benar bos??" Hans mengusap usap dahinya ikut juga dia di bodohi Barata


"aku ikut senang jika bos bahagia" pernyataan Hans sungguh sangat menggetarkan hati Barata


"apakah betul kebahagiaan nya jika ada Mona dapat terlihat jelas?? hingga Hans dapat bicara begitu?" pikir Barata dalam hati


"apakah menurut mu begitu?" Barata meyakinkan hatinya


"seratus persen bos" ucap Hans mantap


Barata diam dia berpikir lagi, selama ini perhitungan Hans tidak pernah salah, penilaian Hans tentang memandang suatu masalah tidak pernah meleset.


"apakah aku dan Sandra tidak bahagia hans??" sebenarnya ini pertanyaan bodoh namun masih saja di lontarkan pada Hans


"aku tidak tau bos, ini sudah ranah pribadi, abang yang menjalani abang juga yang merasakan" akhirnya keluar juga panggilan sayang, abang!!. Hans bicara dengan tenang namun serius dan penuh penekanan.

__ADS_1


Barata kembali diam pertanyaan dan pernyataan Hans hari ini serasa tamparan bagi Barata, dia merasa tersadarkan akan pentingnya kebahagiaan dalam hidupnya selama ini dia berpikir tidak apa nanti bisa di atur yang penting nama baik keluarga terjaga perusahaan dan bisnis lainnya aman.


Setelah itu mereka berdua lama terdiam hingga sampailah di lokasi syuting iklannya.


"ada apa?" tanya Barata yang mendekati sang sutradara yang lagi ngobrol karena sedang break.


"model iklan pria nya masih di Swiss dia kejebak badai salju jadi belum bisa pulang" jelas sang sutradara yang biasa di panggil bang Juki


"lalu bagaimana tidak ada model pria pengganti??" tanya Barata bingung. Namun di sela sela kebingungannya dia masih mencari sosok yang mencuri perhatiannya akhir akhir ini. Ooh itu dia pujaan hati lagi duduk santai di temani Roy di atas mejanya nampak banyak makanan dan buah yang di simpan di tempat makanan.


"ada yang cocok dengan karakter Mona, kami pun sudah menghubungi tapi karena hal mendadak mereka juga lagi banyak jadwal" jelas bang Juki.


"jadi bagaimana? aduh kemaren masalah konsep sekarang model pria nya, sesuai jadwal sabtu ini sudah mengadakan pesta peluncuran produk, masa iklannya belum jadi? Barata memutar otak.


" maaf ni ye bos, sebenarnya nih sangat lancang" Juki sedikit ragu


"ada apa bang? katakan saja, saya siap membantu nanti biar asisten saya yang bergerak" ucap Barata penuh semangat


"setelah penolakan Alfian dan Robert dengan alasan jadwal yang tumburan, kami dan kru ini mengamati dan terpikir, bos cocok dengan karakter wajah Mona!!" jeeddaarr Barata kaget seneng mendengar penuturan bang Juki.


"dari mana nya cocok?" pancing Barata penasaran.


"ya cocok lah bos tampang kalian sama sama kebulean yang satu cantik dan yang satu ganteng gagah dan keren, kan cocok bos?!?" bujuk Juki


"tapi saya enggak bisa akting bukan kalangan artis, rahang ini biasa marah" elak Barata padahal mau... dasar malu malu kucing jadinya malu maluin.


"soal itu kita bisa belajar sambil berjalan" bujuk Juki lagi


"tapi saya malam ini harus balik ke Surabaya?!" Barata bingung juga "bagaimana ya?? tapi kalau bukan di selesaikan malam ini akan molor molor terus ya?" Barata bertanya pada Juki nun serasa bertanya pada dirinya sendiri


"bisa enggak sebelum jam duabelas malam udah kelar?" Barata masih mempertimbangkan.


"InsyaAllah bIsa bos ini tinggal adegan Mona dengan pasangannya aja kalau adegan Mona yang sendirian udah kelar semua" susah jugaa membujuk pikir bang Juki.

__ADS_1


"sebentar saya diakusikan dengan asisten saya dulu" Barata dan Hans sedikit menjauh


"bagaimana menurut nu?" tanya Barata pada Hans


"ambil aja bos, itung itung bisa dekat dengan Mona, itu nilai plus nya


" bang Juki, abang ngobrol sendiri sama asisten saya" Barata meninggalkan Hans dan Juki yang sedang bernegosiasi. sedangkan Barata dia berjalan mendekat meja Momata


"dek.. " sapanya sambil duduk setelah di beri Roy kursi tempatnya


"bapak" Mona kaget pasalnya dia memejamkan matanya sambil dengar lagu Westlife jaman 90an


"bapak baru datang??" tanya Mona basa-basi


"baru dateng langsung di cegat bang Juki katanya model prianya belum datang?" Barata pura-pura aja bertanya Mona


"jadi bagaimana pak?" tanya Mona


"ya bapak juga enggak tau, tuh Hans sedang mengurusnya, mereka menginginkan bapak yang menggantikan " Mona kaget dan melebarkan mata nya "jangan kan adek, bapak aja kaget, bapak kan bukan kalangan artis ataupun model apa bisa?" jelas Barata seakan ada yang sedang menindasnya


"terus bapak Terima??" tanya Mona penasaran


"yah terpaksa, malam ni bapak harus terbang balik Surabaya, masalah iklan harus kelar hari ini karena acara peluncuran produknya hari sabtu minggu ini" jelas Barata


"jadi bapak mau balik ke Surabaya? berapa lama di sana?" tanya Mona


"ihh adek bapak belum pergi aja sudah bingung,, bapak cuma dua hari disana" jawab Barata


"siapa yang bingung?? orang cuma tanya doang kok" jawab Mona sewot.


"ini baca skenario nya kalau emang jadi model pria nya" Mona menyodorkan kertas yang ada di atas meja nya, dan Barata menerimanya lalu membaca dengan teliti.


"kalau lagi serius begini keren juga ya? jadi kayak misterius gitu" ucap Mona dalam hati yang melirik memandang ke arah Barata.

__ADS_1


"jangan pandangin terus nanti ada yang kangen waktu bapak di Surabaya" goda Barata


Mona pura-pura tidak mendengar karena telinganya di sumpal headset..


__ADS_2