Maaf, Mengambil Tunanganmu

Maaf, Mengambil Tunanganmu
ngikutin dia


__ADS_3

(author)


Setelah pembicaraan itu, kedua nya kini berdiam diri. Mona sibuk konsentrasi menyetir melihat lajunya lalu lintas di kota.


Barata sesekali melirik kepada Mona namun setiap Barata melirik setiap itu juga Mona menoleh kepadanya dengan tatapan tajam dan melotot kearah barata.


"ihh sadis banget begini jadinya?" gumam Barata sambil menelan air liurnya.


Mona menepikan mobil nya dan parkir di sebuah swalayan.


"mau ikut? atau tunggu di mobil?" tanya Mona jutek


"ikut aja!!" Barata dengan cepat turun dan menyusul Mona.


Mona dengan cuek masih dengan tampilan sendal jepitnya.


Di dalam Mona langsung mendorong keranjang nya, memasukkan satu persatu apa yang di ingin.


Daging, ikan, ayam, telur, sayur semua masuk dalam keranjang. Lewat dibagian buah, masukkan buah.


Barata pun sesekali memasukkan barang yang di inginkan. namun setiap memasukkan barang tersebut Mona melotot menatap tajam dan setiap itu juga Barata melemparkan senyuman termanisnya.


"serem juga kalau ngambek begini" lirih Barata namun yang mendengar diam saja.


Keranjang tetap berjalan dan bertambah. Tambah susu, tambah roti, tambah minuman, tambah eskrim, pokoknya tambah terus buukk!!!.


Tiba dibagian pembalut wanita. Mona memilih milih dan mengambil dua kemasan pembalut.


"apa bedanya??" tanya Barata penasaran


"yang ini untuk siang, ada sayapnya supaya tidak melebar kesamping" jelas Mona pada bungkusan pertama


"yang ini untuk malam, panjang ke belakang biar tidurnya nyaman tanpa harus mikir takut tembus" tambah nya lagi.


"kok paham banget!!?" tanya Barata lagi


"pertama karena aku wanita, ini kebutuhan setiap bulan" Mona melanjutkan perjalanan menyusuri lorong


"kedua karena aku model iklannya, sebelum tanda tangan biasanya aku survey dulu dengan produk yang akan ku iklan kan, harus tau kegunaan dan kualitas nya jadi enggak asal tanda tangan aja!!" jelas Mona lagi dengan bangganya.


"oooo" Barata mengangguk paham.


Setelah selesai Barata yang membayar semua belanjaan tadi. Bukan Mona yang meminta tapi memang Barata yang memaksa.

__ADS_1


Dan kembali Mona yang mengendalikan mobilnya.


"jadi bapak mau dianterin kemana??" tanya Mona "masa ngikutin aku sih??" dengan suara lembut. Tumben lembut emang udah mencair???


"masa kamu habis manis sepah di buang dek??" Jawab Barata sedih


"maksudnya gimana? karena bapak yang bayar belanjaan ini tadi?" baru aja Mona mau lunak udah emosi lagi. Emang demen nih pak Barata nyari masalah!! membangunkan macam yang sedang tidur!??.


"aku kan enggak tahu jalan jakarta??" Barata memelas


"tidak cocok berlagak begitu?! bukankah dulu sekolah di sini?? Mona mengingat kan.


" ya itu kan dulu, jaman kapan? sekarang udah jaman apa?? bantah Barata.


mobil hammers itu melaju santai hingga tiba di komplek apartemen mewah. jika untuk nilai apartemen satu sampai lima, mungkin apartemen Mona nilainya empat tidak lima. yah apartemen mewah tapi tidak mewah sekali untuk ukuran anak konglomerat seperti Mona. Apalagi Mona sebagai model papan atas bisa di bilang begitu untuk ukuran dalam negeri. Barata pun kaget untuk model seperti Sandra yang sepi job aja gayanya selangit.


"masuk pak!!" dengan ketus Mona mempersilahkan Barata masuk. dan dengan kesusahan Barata masuk. bagaimana tidak susah semua tentengan belanjaan Mona tadi Barata yang bawa. dan semua itu adalah ancaman dari Mona.


Mona,, Mona,, dia itu bosnya kok malah jadi ajudan sih?? nanti kamu kualat!!!


"dek, ini di taruh dimana? tanya Barata mencoba mencair kan suasana.


" terserah!!" Mona masuk kamarnya segera ingin menyegarkan suasana hati dan badannya. dan berganti dengan pakaian rumahan yang santai.


Mona keluar kamar dengan menggunakan celana pendek dan T-shirt putih bergambar minie mouse. Dia berjalan menuju dapur. mencuci bahan daging yang tadi dia beli menyusun barang-barang di dalam kulkasnya. setelah itu dia mulai belajar masak melaui tutorial youtube di handphone nya.


Lama juga Mona berkutat di dalam dapur bersibuk sibuk ria dan akhirnya menghasilkan maha karya.


Setelah masak dia berganti T-shirt nya dengan yang bergambar doraemon. banyak dia mengoleksi T-shirt seperti itu, katanya Mona enak di pakai, dingin.


Mona duduk disebelah Barata dan mengganti saluran televisi dengan film kartun kesayangannya yaitu SpongeBob. Dia tertawa cekikikan. namun sayang tawanya terhenti menjadi cemberut ketika Barata bangun.


"dek" Barata bangun dan membetulkan posisi duduknya "maaf bapak ketiduran" Barata menyempurnakan jiwanya yang masih terombang-ambing "jam berapa ini?" tanya Barata.


"jam enam!!" jawab Mona datar. Barata diam masih mengumpulkan roh nya.


"bapak mau dijemput jam berapa?" tanya Mona ketus


"enggak tahu, Hans lagi kencan dengan pacarnya" jawab Barata lemas.


"kalau mau mandi di kamar itu!!" tunjuk Mona namun dia beranjak dari duduk nya menuju kamar yang di tunjuknya tadi. Barata mengekor dari belakang.


"ini pakaiannya seperti nya seukuran dengan kak Bumi" jelas Mona sambil meletakkan pakaian tersebut di atas tempat tidur. Mona memilih celana pendek berwarna cream dan atasan kaos berwarna hitam. "tampak baru masih ada merknya" pikir barata

__ADS_1


"kak bumi sama kayak bapak suka seenak hatinya saja, makanya aku selalu siapkan pakaian ganti untuknya" Mona meninggalkan Barata sendirian.


"yah jadilah hari ini, walaupun jutek, ngambek, setidaknya masih ada perhatian. makasih ya dek" Barata bicara dengan dirinya sendiri.


Setelah segar Barata kembali duduk di sebelah Mona yang sedang makan satu cup kecil es krim.


Dan ketika Barata duduk di sebelah nya Mona langsung menghentikan aktivitas makan eskrim nya. duduk diam sambil nonton TV.


"dek, udah dong ngambek nya enggak cape apa seharian cemberut aja??" kali ini Barata serius namun dengan nada yang lembut.


Mona langsung menatap tajam kearah Barata


"tuh kan marah lagi??" Barata membalas tatapan Mona dengan lembut.


"SIAPA YANG MARAH!!! SIAPA YANG KENA MARAH!!! SIAPA YANG DIPERMALUKAN!!!" Mona marah dengan semarah marah nya. napasnya udah naik turun menatap Barata


"kalau tidak ingat uang itu untuk berobat ibunya Melani untuk wisuda adiknya Roy, SEMUA SUDAH KU KEMBALI KAN!!! Mona melemah namun tatapan nya tetap tajam suara nya sudah tercekat di lehernya. posisi duduk mereka pun sudah berhadapan.


" ya sudah bapak minta maaf " Barata mengukurkan tangannya, namun di abaikan Mona. matanya sudah berkaca-kaca, Mona menurunkan pandangan nya dan jatuhlah airmata itu dengan cepat dan tepat ditangan Barata.


Akhirnya marah yang ditahan seharian ini lepas juga. airmata yang seharusnya jatuh di pelukan Melani jatuh juga.


Barata menghapus airmata yang mengalir di pipi Mona dengan jarinya


"maafin bapak??" Barata serasa tidak kuat melihat airmata yang terus mengalir itu


"udah puas? lepaskan kalau masih kesal!!!" bujuk Barata. Mona menggeleng "masih sesak" dengan reflek Mona memeluk Barata


"aku benci bapak" sambil memukul dada Barata yang bidang


"iya, maafin ya" ucap Barata


"bapak buat adek malu, malu sama Melani, malu sama Roy, malu sama kru yang lain... " Mona tetap memukul pelan dada Barata


"iya maafin bapak"


"pak dadanya tambah sesak" Mona berhenti memukul, dia diam menahan sesak di ulu hati dan lama kelamaan lemas, berat, diam, tak bergerak.


Lambungnya memang bermasalah dia tidak bisa telat apalagi melewatkan jam makannya


"dek,, adek,,, " panggil Barata


"dek... " Barata panggil Barata mulai cemas.

__ADS_1


Mona pernah mengalami depresi hingga hampir semingguan dia mengonsumsi minuman beralkohol tinggi sehingga menyebabkan dia koma dan hampir sebulan berada di rumah sakit. akibat nya lambungnya cidera dan terluka oleh tajamnya alkohol.


__ADS_2