Maaf, Mengambil Tunanganmu

Maaf, Mengambil Tunanganmu
petuah Jeong


__ADS_3

"cari wanita yang membuat hidupmu nyaman, yang membuat kamu betah di rumah, yang buat kamu bahagia!


Hubungan yang serius apalagi udah tahap pernikahan bagi ku sesuatu yang sangat sakral, begitu juga aku ingin untukmu


berusahalah menikah untuk pertama dan terakhir, walau perceraian di bolehkan dalam agama kita namun Allah sangat membenci dengan perceraian.


aku tidak ingin kamu membandingkan keduanya, tapi aku ingin kamu merasakan, sebelum semua terlambat, dan menyesal.


pernikahan itu kita yang mengalamik kita yang menjalani kita juga yang merasakan orang lain, kerabat, keluarga hanya jadi penonton


kehidupan setelah pernikahan bukan untuk sehari dua hari tapi selamanya, seumur hidup jadi bukan ajang coba coba.


saat ini juga aku sedang berjuang, berjuang meyakinkan hati, berjuang menggapai impian itu..


yuk kita sama sama belajar dan berjuang... " Jeong menepuk pundak Barata pelan.


Kata-kata Jeong masih terngiang-ngiang di telinga Barata hingga Syakila keluar dari kamar Mona.


"bagaimana Mona??" tanya Barata pelan


"dia sedang tidur, mungkin karena pengaruh obat" Syakila melotot menatap tajam pada Barata


"sekali lagi mas Barata buat Mona begini aku akan buat perhitungan!!!" ancam Syakila, Jeong langsung mengapit leher Syakila lembut


"iih adek,, serem ah!! enggak boleh ah kayak gitu" Jeong mengacak-acak rambut pendek Syakila.


"Bar, kami pulang sebentar nanti kesini lagi!! dia tadi belum pamit pada rumah sakit" Syakila dan Jeong pun pulang tinggallah Barata sendiri.


handphone Mona kembali bergetar membuyarkan keheningan di apartemen itu. tertera mama memanggil. kali ini Barata tidak bisa mengelak untuk tidak menjawab dan jika tidak di jawab akan menambah kekhawatiran pada mama yang ada di seberang sana.


Barata: Hallo, assalamualaikum


mama: waalaikumsalam salam


Barata: ini Barata ma..


mama: Barata? oooo alhamdulillah banyak yang jagain Mona, mama sangat khawatir nak Bara, gimana Mona?


Barata: sudah agak membaik ma, sudah minum obat, sudah makan walau sedikit, sekarang sedang tidur


mama: maaf ya nak Bara kalian orang-orang sibuk malah sempet sempetin jagain Mona, tadi mama sudah hubungi Bumi, tapi dia enggak bisa kesana, saat ini posisinya lagi masuk hutan.


Barata: iya ma gak pa pa, mama jangan khawatir ada Bara kok disini

__ADS_1


mama: mama rasanya ingin berlari kesana mendengar Mona pingsan, cuaca lagi buruk nak jadi tidak ada penerbangan ( mama dengan sedih menangis, suaranya udah serak serak basah)


Barata: mama jangan khawatir ada Bara kok disini


mama: iya nanti kalau ada apa-apa kabari mama ya, terimakasih banyak nak mama tutup dulu, assalamualaikum


Barata: waalaikumsalam


Barata menarik napas panjang, kemudian dia berdiri dari duduknya dan menuju kamar Mona. dia meletakkan sofa di samping tempat Mona. Barata merebahkan diri di sofa tersebut sambil memandangi wajah pucat yang beangsur segar, namun tetap cantik di mata Barata, dan dengan sadar dia mengecup dahi Mona. "maafin bapak ya??" ucapnya pelan.


Barata duduk kembali dan tanpa sadar dia tertidur menyandar di sofa.


waktu menunjukkan jam satu dini hari. Mona terbangun karena mau ke kamar kecil. dia kaget mendapati Barata yang duduk menjaga dia tidur. Mona mengambil selimut dan menutupi tubuh Barata lalu dia menuju kamar mandi.


Barata terbangun merasakan sentuhan selimut yang di berikan Mona tadi. Barata tersenyum bahagia, dia pikir Mona sudah tidak marah lagi. buktinya dia sudah perhatian dengan Barata dengan adanya selimut di tubuh Barata


"maaf, bapak jadi terbangun" kata Mona kaget melihat Barata yang sudah ikut terjaga juga mungkin karena mendengar bising dari Mona.


"adek gimana sekarang??" tanya Barata ingin tahu keadaan Mona sekarang


"sudah lebih baik" jawab Mona sambil kembali menarik selimutnya


"tidak ingin sesuatu, laper mungkin?" tanya Barata menawarkan sesuatu


"bapak ingin makan??" tanya balik Mona


"yuk.. temenin bapak, rasanya asing makan sendiri biasanya selalu ada Hans" ajak Barata dan Barata pun mulai bercerita memudar kecanggungan di antara keduanya


"bapak belum makan malam ini?" tanya Mona yang tangannya sudah di gandeng oleh Barata


"bapak tidak ada riwayat gangguan lambung macam adek, jadi makan kapanpun enggak ngaruh, adek makan juga ya sedikit juga enggak pa pa??!" pinta Barata yang sudah mendudukkan Mona di kursi makan tepat di hadapannya. kursi makan Mona memang minimalis hanya persegi mempunyai empat kursi.


Mereka makan dengan lauk yang Mona masak tadi.


"enak??!!" pikir Mona apa sudah di perbaiki Syakila ya, kok masakanku enak hari ini? Mona emang akhir akhir ini sedang hobi memasak namun dia takut untuk mencicip takut rasanya aneh


"enak, ini adek yang masak?" tanya Barata


"iya, apakah betul enak?" tanya Mona


"iya apalagi ini ayamnya pake saos tomat, enak sekali!!" Barata memuji masakan Mona.


Mona menghabiskan setengah dari porsi yang diambilkan Barata ke piringnya tadi

__ADS_1


"mau tidur kembali??" tanya Barata setelah mereka berdua selesai makan dan Barata merapikan bekas mereka makan


"bapak kayak pelayan koki!!" canda Mona lemah melihat Barata yang merapikan meja lalu mencuci piring.


"iya... wah nanti bapak mau buka restoran ah!" Barata juga ikut bercanda


Barata kembali menggandeng tangan Mona dan menuntunnta ke kamar Mona.


"pak, serasa kayak nenek nenek diperlakukan seperti ini" ucap Mona yang sudah bersandar di tempat tidurnya


"katanya kalau sakit itu harus di sayang..??" tanya Barata mengingatkan Mona pada perkataan nya dengan Syakila tadi malam.


"mau tidur lagi, tapi abis makan katanya enggak boleh rebahan nanti gendut??" ucap Mona yang sudah mengantuk


"tidur aja, mana mungkin gendut makannya aja seumprit, tidurlah gendut juga tetap cantik kok?? bujuk Barata sambil merebahkan tubuh Mona dan membetulkan selimutnya


" makasih ya pak" ucap Mona sambil memejamkan matanya lalu Barata mencium dahi Mona


"maafin bapak ya" Mona kaget dan membuka matanya kembali, kini mata mereka saling bertatapan.


"maafin bapak sungguh bapak sangat menyesal udah marah marah sama adek" di cium kembali dahi Mona. Mona kembali menitik kan airmatanya


"tuh kan jangan nangis lagi??" dengan cepat Barata menghapus air mata Mona. Mona kemudian duduk kambali seraya menghapus airmatanya


"Mona udah maafin kok" jawabnya dengan lembut, Barata kemudian mendekat dan memeluk Mona


Mona membalas pelukan Barata dan menyandarkan kepala nya di dada Barata


"biasanya mama yang peluk kalau Mona sedang sedih" memang sejak tragedi itu Mona yang keras tangguh dan tomboy berubah menjadi Mona yang manja, cengeng, dan mellow.


"tadi mama telpon, dia belum bisa kesini cuaca buruk" ucap Barata memberitahu


Mona melepaskan pelukannya


"kenapa?" tanya Barata melihat Mona yang sedikit berpikir


"pasti mama sangat khawatir.." jawab Mona


"iya,, sekarang adek tidur lagi, besok pagi kita telpon mama oke!!" Barata menyemangati Mona.


Mona mengangguk dan tersenyum mulai memejamkan matanya


"happy nice dream, mimpiin bapak ya?" Barata juga membetulkan selimutnya melanjutkan tidur nya dan menhadiahkan sebuah senyuman untuk dirinya sendiri.

__ADS_1


__ADS_2