
(Mona)
jemput mama di bandara minggu jam 10.00
Itu adalah pesan yang ku tulis di papan memo ku. Papan memo itu di gantung di sebelah pintu keluar dinding kamar ku.
Jadi jika jadwal apa hari ini yang ku dapat untuk hari ke depan selalu ku tulis di sana sebagai pengingat.
Sudah rapi sudah ok. Hari ini jadwalnya jemput mama aku memilih pakaian santai aja. Dress putih berkerah berbahan kaos dengan stiles agak longgar, tas hitam, sepatu kets, tema nya girly sporty. Satu lagi rambut aku cepol tinggi. Enak dipakai lebih nyaman dan nyantai.
Mobil hitamku sudah terparkir di parkiran bandara. Masuk ke dalam dan menanti mama tersayang. Nyonya itu sangat cerewet kalau kita jemput nya terlambat, uhhh itu Omelan nya bisa sampe dua hari pembahasan. Kalau dia inget ya di bahas lagi. Pokoknya asal ada kesalahan dari kami berempat sudah pasti rumah seperti perang Dunia ketiga. Eeh tunggu kok berempat sih, yah bang Pagar, kak Bumi, Mona dan papa. Papa itu jangan ketinggalan, menurut ku papa orang yang paling cinta sama mama di dunia ini. Apa kata mama pasti nurut kalau enggak ya sudah alamat tidur di kamar tamu. Mama memang is the best dia pengendali seluruh elemen. Avatar kali ya.
Duduk menunggu itu memang sangat membosankan, tapi itu dulu ketika zaman masih hape tulalit, zaman sekarang menunggu, banyak hal yang bisa di lakukan dengan mesin robot yang bernama handphone. Mau main game, baca artikel ensiklopedia, belajar, sosmed, dan yang tidak ketinggalan lihat venue indah dikit jepret.
Aku juga ah mau jepret sedikit, mau laporan sama mama kalau sudah duduk cantik menunggu kedatangan sang nyonya.
Oohh lupa nih, aku kabari kak Bumi juga ah.
"assalamualaikum"
"kak, Mona sekarang lagi di bandara jemput mama"
"nanti maen ke apartemen ajak mama jalan-jalan, aku gak bisa, sibuk, ada pemotretan"
Sambil tersenyum aku kirimkan chat kepada kak Bumi.
Biar dia tahu rasa.
(author)
Mona asik sekali dengan dunia maya nya, dunia handphone nya.
Sepasang mata tertuju padanya. Seorang lelaki dengan perawakan besar tinggi.
Laki laki itu datang menghampirinya ketika posisi Mona sedikit bersandar pada kursi tunggunya, mulai bosan kali ya.
"selamat siang nona" sapa laki laki itu
"iya" Mona mendongak kearah laki-laki yang menyapanya dan cepat-cepat membenahi posisi duduk nya. "ada apa ya" tanya Mona kaget
__ADS_1
Laki-laki yang tidak lain adalah Barata itu mengulurkan tangan nya bermaksud berjabat tangan salaman.
Mona membalas "ada yang bisa saya bantu?" tanya Mona lagi
"lupa ya? Barata" Barata memperkenalkan dan duduk disebelah Mona "temen Jeong saat reunian" Barata memperjelas supaya Mona mengingat lebih spesifik.
"ohh ya, ada yang bisa saya bantu" Mona memang orang nya to the point tidak suka berbasa-basi.
"kemaren aku minta nomor anda pada Jeong, maksudnya ingin mengajak kerjasama" jelas Barata secara garis besar, Mona mengangguk tanda mengerti dan menyangkut pautkan benang-benang memory nya.
"oh ya kemaren Syakila chat, ngasih tau soal itu" jawab Mona
"besok insyaallah sekitar jam 2 saya mampir ke manajemen untuk konfirmasi dan untuk informasi kontrak nya" jelas Barata sambil melihat jam di tangannya.
"ya, nanti saya konfirmasi juga dengan menejer saya" Mona tersenyum.
"ADEEEKK" panggil mama
"mamaaa" peluk Mona "ih, Mona lama nungguin, sampe jamuran" keluh Mona yang memang sekitar setengah jam menunggu.
"enggak ingin ngenalin mama nih?" tanya mama yang melirik ke arah Barata. Wah, bakal salah alamat nih!!
"pak, kenalin ini mama" Mona mengenalkan mama pada Barata
"mamanya Mona" mama balik memperkenalkan diri
"masih muda ya tante, saya kira tadi kakak nya Mona" puji Barata
"ah nak Barata bisa aja buat mama senang" mama paling suka kalau dikatakan amet muda
"jadi ini dek surprise nya?" tanya mama pada Mona
"bukan, surprise nya ada di rumah" jawab Mona bingung liat mama sudah salah alamat
"maksudnya ada dua?" mama juga bingung saling salah alamat "ih, adek playgirl juga ya" sindir mama
"maksud adek surprise nya bukan cowok tapi adek masak buat mama, tuh kan bukan surprise lagi dong namanya!!!!" Mona kesal dengan mamanya yang sok kepedean
"tapi mama suka kalau surprise nya yang ini!!"
hahahhhaa mama tertawa
"maaf ya, maklum aja nak Barata, mama agak kaget aja kalau Mona jalan sama cowok, mama juga heran mama lihat anak mama ini gak jelek jelek amat, cuma manja dikit aja, tapi kok gak pernah ngenalin siapa gitu ke mama" mama tertawa. Barata juga senyum senyum saja. lain hal nya dengan Mona dia mengerucutkan bibirnya sampai lima centi.
__ADS_1
Tak jauh dari mereka ada seorang cowok juga yang mendekat ke arah mereka.
"maa" seru pria itu yang ternyata Bumi kakak Mona yang nomor dua.
"kak Bumi, katanya gak bisa jemput mama, tapi kok kesini??" ucap Mona sewot, pasalnya kemaren waktu mama ngasih tau beliau mau minta jemput Bumi merasa keberatan karena ada rapat pada klien.
"ini kakak maksain biar bisa kesini" jawab Bumi "lo kok ada Bara juga??" tanyanya pada Barata yang berada di sebelah Mona.
"lagi ada bisnis dengan Mona" jawab Barata
"jadi bener bukan pacarnya adek?? tanya mama masih penasaran " yaaahh, padahal mama udah seneng seneng" keluh mama
"ih mama, pak Barata itu udah punya tunangan" Mona memperjelas status dan mematahkan harapan mama.
"bisnis apa? iklan?" Bumi bertanya ke Barata
"iya, perusahaan meluncurkan produk perhiasan yang baru dan pihak pemasaran ingin membuat iklan" jelas Barata "tau sama Jeong?" tanya Barata
"Jeong Wibowo itu ya?" tanya Bumi balik
"iya kami minggu lalu ngadain reunian, nah Mona ini atas rekomendasi dari nya, katanya mereka pernah kerja bareng" jelas Barata
"ih, mama jadi roaming nih kalau bahas tentang bisnis, tentang pekerjaan" kelas mama yang merasa menjadi pendengar saja kalau membahas mengenai pekerjaan.
"yuk puLang" mama menggandeng tangan Mona
Dan terpaksa kedua pria keren tersebut mengikuti para wanita yang ada di depan mereka.
"pulang kemana?" tanya Bumi pada Barata
"nanti ada klien yang ingin memakai furnitur kita, lumayan mereka mau buat perumahan elit 100 unit dan furniturnya yang ngisi dari kita semua, ya semoga kerjasama yang nguntungin lah" doa Barata
"iya semoga sukses" ucap Bumi
"enak ya punya mama cerewet pasti rumah rame?" puji Barata
"mama denger lohh" mama menghentikan langkah nya
"maaf tante" Barata bermaksud memuji tapi malah kedengarannya meledek
"panggil mama aja, biar sama dengan Kak Bumi dan Mona, kalian kan anak mama semua" mama menyunggingkan senyum
"nanti malam kosongkan jadwal, mama masak, makan malam di rumah aja, ini bukan undangan. tapi harapan seorang ibu yang sering ditinggal anak-anaknya" mama memang is the best dia alasan saja, bilang aja biar lebih dekat dengan Mona, mama pikiranmu sudah terbaca oleh author.
__ADS_1
"Bumi, Mona dan kamu juga Barata anak mama yang baru, jadi jangan banyak alasan. Mama tunggu" ancaman mama bagaikan keputusan presiden harus dijalankan.