
Suatu hari di sekolah yang sedang melakukan evaluasi terhadap murid murid nya, semua guru berencana untuk pergi ke pondok yang berada di daerah perumahan tersebut.
Ada satu siswi yang sangat mengenal orang yang berada di pondok tersebut sebut saja uswatun khasanah panggil saja Ana , ia tau segala nya yang berada di pondok tersebut guru , pemilik pondok, kiyai, serta ibuk yang menghendel pondok tersebut.
Saat semua murid di baris kan dan memasuki bus Ana sedang memikirkan ,dan jawaban yang akan ia jawab saat orang di pondok menanyakan kenapa ana kemari.
Saat sudah sampai Ana pun mulai ketakutan apabila bertemu dengan anak pemilik pondok yang dia cintai secara diam diam.
saat bagian Ana turun
"Uswatun khasanah, cepat turun" guru nya yang berteriak sontak pak satpam pun ikut menoleh
" njeh Bu " Ana sambil memikirkan jawaban
" smn napo plonga plongo" sang guru sambil melihat wajah Ana yang lugu.
"mboten nopo nopo Bu , cuma panas and takut sun pen" sambil mengeluar kan sedikit jokess nya yang garing.
" cepet kesana ke teras aula kumpul sama anak-anak" ucapan guru yang menyusuri cepat cepat
Sontak ana pun berlari dengan cepat
" sudah kumpul semua nya ?" Gus yang berbicara lewat mic .
__ADS_1
"Gus cepet kesini kamu yang ngasih game ngisi materi pertama!" panggil ayah pondok ke Gus Achmad Habibi Al Miftah
sontak Gus mempercepat mengunakan sarung nya."njeh bah" suara Gus yang terdengar dari dalam.
"selesai pembukaan nya yha , dan materi selanjut nya saya serah kan ke Gus Achmad Habib Al Miftah , monggo Gus ."
Ana yang sedari tadi menunduk akhir nya pandangan ke atas dan melihat keadaan apakah Gus melihat nya.
Dan dari kejauhan Gus itu pun datang dan membuat para siswi SMP kelas IX itu terkesima.
"Masyaallah guanteng Gus Masyaallah."Siswi sontak seketika ramai .
"mohon diam sebentar nanti ada sesi tanya jawab ." kata Gus dengan tegas yang membuat siswi enggan menyebut dia tampan lagi
" Ada yang nama nya Uswatun khasanah?"Gus tanya sambil melihat adakah orang yang iya juga cintai itu.
cinta yang dipendam satu sama lain ini tidak di ketahui sesorang pun sampai setan pun tidak tahu itu.
banyak yang menyuruh ana berdiri
"Na ,berdiri o" ucap berbisik teman Ana
lalu Ana berdiri dan Gus itu pun kaget dan hanya bisa berkata Masyaallah berkali kali dan jantung mereka berdegup kencang Sampai Gus itu pun bingung mau memulai materi dari mana serta ana yang takut di tanya oleh Abah pemilik pondok.
__ADS_1
lalu mereka saling tarik nafas bersamaan dan enggan saling bertatapan
semakin ana bernafas semakin cepat pacu jantung nya itu.
lalu sampai lah di materi akhir dan waktu nya tanya jawab .
"Gus mengenal teman kami Ana ?" sang teman sambil tertawa tipis.
" oh , Ana itu... Ndak akrab" jawaban Gus yang membuat para siswi kelas IX itu senang
" Gus umur berapa?" pertanyaan yang paling di tunggu oleh siswi tersebut
semakin mereka bertanya pacu jantung Ana semakin kencang.
"19 tahun ini 20 " Gus yang masih enggan menatap Ana.
Ana sudah tidak kuat dengan pacu jantung nya yang begitu cepat
Akhir nya
next jangan lupa like dan komen yha 😉
pembaca yang terlope-lope
__ADS_1