maaf novel

maaf novel
kenapa Dengan saya


__ADS_3

Ana yang berjalan menuju pintu .


"knp ibuk"Ana yang menunduk.


"Masyaallah indah nya suara mu ,nak" ibu yang tersenyum ke ana .


Gus yang ikut senang atas kebahagian ibuk.


"nduk , besok kamu kata ibuk mu tadi di pingit yha jadi sebulan jangan keluar kamu juga akan nikah sama kayak Gus " titah ibuk Gus.


"lha , ibuk dek ana juga nikah " mundur dua langkah.


"iya dek ana juga nikah sama kok jadi kamu nikah dek ana juga nikah " ibuk mengagukan kepala.


"jadi adek nikah , sama siapa dek " Gus menatap dalam ana.


"jangan menatap, saya sudah laku tinggal nikah" ana yang lari ke kamar dan membereskan barang nya.


beberapa menit kemudian terdengar suara kaki yang sedang berjalan .


"siapa itu "ana langsung membalikan badan nya.


"saya mas Achmad " masuk ke dalam kamar.

__ADS_1


"mas ada apa . jangan apa apain saya saya sudah laku tinggal nikah don't touch touch me ".


*Ana yang terus Mundur dan Gus yang terus maju .


"eits ,nggk bisa Gus " ana yang terus menghindar.


ana dan Gus yang malam itu kejar kejaran sampai di depan masjid* .


"stop Ana tuh lihat di masjid sudah jam berapa".


"iya udah jam 9 malam dah lah ke kamar kalaok mau bilang besok subuh ajah udah lelah nih kaki saya ".


"mau tak gendong tha".


dan Gus yang mengejar Ana lagi .


"mas stop apa Ndak lelah sampeyan besok ada acara adat lho buat sampeyan dan calon istri nya mas " .


Gus yang tersadar dan menangis sontak membuat ana kaget .


"kenapa gus kok nangis sih udah besar sampeyan bentar lagi udah jadi suami kok nangis sih " ana yang memberikan sapu tangan milik nya ke Gus.


"Ndak saya Ndak mau nikah sama orang yang tidak menjadi pilihan hati saya juga Ndak mau akan itu saya takut nya saya tidak bisa mencintai dia walaupun sudah memilikinya dan punya anak nanti nya ".

__ADS_1


ana duduk di dekat Gus "saya juga Ndak mau menikah dengan orang yang tidak tepat saya tidak takut dengan cinta karena saya terbuka dan gampang menyayangi seseorang dan itu tidak masalah bagi saya "


"hei santriwan kok berduaan sama santriwati nanti ketiga nya setan lho " satpam pun mendekati mereka berdua.


"jadi yang ketiga sampeyan jadi sampeyan huhuuuu" ana yang membuat Gus dan tertawa.


" kami Ndak melakukan pegang pegangan toh nanti sama sama menikah jadi nya yha Ndak ketemu" Gus yang memegang tangan satpam.


"lha bukan nya kalian yang menikah yha ".


"kata siapa emang nya pak pam" ana yang berdiri.


" dari saya kerja enam tahun lalu kalian sudah terlihat serasi dan pas banget satu nya pendiem satu nya receh satu nya ngeselin satu nya hobi terseyum satu nya cantik satu nya ganteng"satpam merangkul Gus.


sontak perkataan satpam itu membuat ana dan Gus salting tetapi ana masih berpegang teguh dengan jodoh .


"percuma sama tapi nggk jodoh " ana yang lari dengan menangis ke arah kamar .


"dek , dari mana kamu kok jalan jalan udah jam segini gk boleh banyak laki laki di luar sana kamu kok nglayap ajah" ibuk yang berjalan menutup pintu.


"buk Ndak mau tahu besok pulang pulang Ndak mau tahu adek " ana yang merengek di depan ibuk.


kira kira ana merengek kenapa yha 🤔🤔

__ADS_1


__ADS_2