maaf novel

maaf novel
kabar yang mengejutkan


__ADS_3

Keesokan hari nya ana pun boyong.


"dek gimana kemarin muwada'ah nya dan hari ini langsung boyong mengsedih".Ida yang menepuk punggung nya.


"lancar dan sekarang otw cari WO sama bridal buat sewa gaun".lirih berjalan ke arah mobil.


"bund , adek nih " masuk kedalam mobil.


saat di pertengahan jalan ana mengutarakan pendapat nya.


"bund nanti bridal nya kerudung nya nutupin dada yha bund aku mau yang syar'i"menatap ibuk.


"iya soal nya kamu orang nya nggk pede karena kamu baru pertama kali ketemu sama dia kan" Ida yang menggoda ana.


"nah iya ,gua kan gk kenal orang nya bund jadi yha gitu deh" mencari alasan karena tidak memiliki alasan.


saat mereka selesai mencari WO dan pulang menuju rumah.


saat sudah tiba di rumah ana di kaget kan dengan undangan yang berada di atas meja dan ana segera membuka nya."ini beneran kah ini beneran " menahan tangisan .

__ADS_1


"lho dek kamu kenapa seh kok lemes banget perasaan tadi semangat semangat ajah kok lemes sih sekarang"Ida yang mengangkat ana ke kursi.


"kamu kenapa nduk kok lemes tadi biasa ajah " ibuk yang memegang kepala ana.


"ibuk, ini beneran " menunjukan undangan tadi yang ada di atas meja.


"iya nak itu beneran knp emang nya"ibuk mengelus kepala ana .


"Ndak papa kok pantesan kemari pas beli barang buat kado adek adek nyaa ketemu Gus" ana lirih.


"owlah kamu lihat dia di toko , yaudah sana ambil baju beberapa nanti ke rumah Gus buat pernikahan nya Gus".


di sisi lain Gus mempersiapkan kado dan menghafal untuk akad nikah nanti " maaf na mungkin saya memang jahat tetapi kamu yang pertama kali memberikan jejak tanpa meninggal kan luka di dalam perasaan saya ".


kembali ke ana yang mempersiapkan kan beberapa baju nya " Gus kamu kenapa menikah dengan sahabat ku sendiri yang dulu memberikan luka dan jejak yang sudah ku lupakan ".


di sisi lain Gus memasang foto ana di dalam kado itu" maaf na saya memang salah tetapi jejak yang tidak memberikan luka dan luka yang tidak berdarah ini membuktikan bahwa saya tidak mencintai calon saya tapi nanti setelah nikah pasti saya akan mencintai calon saya " sambil mengusap air mata nya* .


kembali ke ana yang sudah selsai packing barang dan menuju ke pondok Gus .

__ADS_1


di jalan ana hanya bisa menahan rasa sakit yang tak berdarah itu .


"dek , kamu tahu titik tertinggi dari rasa cinta itu apa ". menepuk punggung ana.


"apa itu "sambil menahan tangisan yang ada di dalam hati nya.


"titik tertinggi dari mencintai yaitu berani mengikhlaskan seseorang , memang cinta butuh pengorbanan dan pengorbanan terbesar cinta adalah ke mengikhlaskan" Ida yang tersenyum tipis .


"terimakasih saran nya " ana yang melihat kembali ke jendela .


"aku harus bisa menerima yang datang dan menetap dan mengikhlaskan yang pergi dan harus bisa menerima dengan tabah" batin ana .


SAAT SUDAH SAMPAI DI PONDOK.


tujuan utama bukan kamar Gus maupun ndalem maupun ruangan dia tidur tetapi ke pemakaman keluarga Miftah .


"ibuk saya titip tas nanti di taruh tempat tidur yha " ana yang langsung lari dan pergi ke pemakaman .


*Mbah Miftah yang sudah meninggal 3 tahun lalu dan ana selalu pergi ke pondok itu dan mengunjungi makam keluarga itu dan tanpa sepengetahuan Gus .

__ADS_1


*Apa yang terjadi di pemakaman🤔🤔🤔*.


__ADS_2