
"Iya kan kemarin kamu pakek sendal bertangga" Acmad yang terseyum dan kembali duduk menghabiskan teh nya.
"mas , kalau aku beneran hamil gimana" duduk di dekat Acmad dan menaruh kepala ke pundak nya.
"yha , Ndak apa apa sayang kan itu kewajiban wanita apabila wajah mu badan mu tidak seperti sekarang aku akan selalu melindungi aku kamu dan anak kita " memeluk dan mengelus-elus punggung ana.
"Aku tidak mau di poligami dan apabila kamu poligami nanti Allah akan membuat istri mu yang ke dua itu tiada " tatapan sinis ana yang membuat Acmad terkejut.
duarrrrrrrrr.......
terdengar suara Guntur dari luar ruangan dan keadaan memang sedang berawan .
"heh ,jangan gitu ucapan nya di jaga " Acmad yang melepas kan ana dan meninggalkan nya di kursi sendirian .
di balkon dekat kamar mereka berdua Acmad terlihat melihat pemandangan luar .Ana yang mendekat .
"mas " Ana lirih .
"knp " Acmad yang masih tidak mau membalikan badan nya.
Ana yang memeluk nya dari belakang" aku sangat menyayangimu dan aku tidak mau kehilangan nahkoda ku " .
__ADS_1
perkataan Ana yang membuat Acmad membalikan badan nan langsung memeluk ana " sebanyak istri ku nanti aku pasti akan lebih mencintai dirimu Humaira ku" .
kehangatan pelukan Acmad yang membuat Ana semakin nyaman dalam pelukan nya .
"Humaira , kok pagi pagi udah berawan ajah " Acmad yang melihat ke balkon lagi .
"mungkin di daerah lain cerah jadi ayo cepet cepet ke rumah adek" Ana yang menarik tangan Acmad.
"iya bentar nanti sarung ku lepas " Acmad yang melepas tangan Ana.
"kenapa di lepas , Apakah tangan ku ini kotor " mata ana yang bulat dan berkaca kaca.
" udah kok Ndak usah mewek aku takut sarung ku nanti lepas kalok aku pakek celana lari sejauh jauh nya Ndak apa apa masalah nya ini cuma pakai CD " Acmad yang merangkul Ana.
"saya ini suami kamu saya minta di panggil khusus susah amat sih jangan ayang atau kanda atau kakanda itu udah banyak yang khusus " Acmad yang memandang dengan belaga polos.
"udah jangan. wajah nya sok polos kamu itu nggk cocok mas" .
*mereka pun melakukan aktivitas sesuai yang di atur .
"kira kira mas Acmad enak di panggil apa yha masa Gus mana mungkin sayang juga udah banyak ngab juga nggk cocok " batin ana*.
__ADS_1
"Humaira , udah selesai belum " Acmad yang memasuki kamar .
"Masyaallah bersih banget ternyata istri ku ini pintar membersih kan yha " Acmad yang memeluk ana dari belakang .
"mas aku punya panggilan baru buat kamu aku pangg kamu Sumik ajah " Ana yang terseyum di depan meja rias.
"hah , Sumik siapa dia kamu jangan bercumbu dangan pria lain Humaira ku" mencium kening Ana.
"bukan itu panggilan buat kamu mas dari pada pusing mending panggilan nya Sumik as suami ku " .
"agak aneh sih tapi aku suka kepanjangane " melepas pelukan nya dan duduk di ranjang.
"kamu dandan ajah lama banget " Acmad yang menggoda Ana.
"kata siapa ini dandan ini membersihkan wajah biar tidak kotor lalu , ayo kita berangkat " Ana yang menarik tangan Acmad .
" udah selesai Humaira " .
"udah Sumik ku " .
mereka berdua berjalan menuruni tangga Acmad memang sengaja mengambil tangga dari pada lift karena kedekatan mereka lebih dekat.
__ADS_1
*lanjut besok author nya lagi fokus menambah pengetahuan 😉😉