
"adek mau pulang adek udah nggk kuat di sini dari pesan Mbah Miftah saya selalu ke inget Sama pesan dia bund dari wasiat nya adek selalu terngiang-ngiang " ana yang menaruh kepala nya di pengakuan ibu.
disisi lain Gus yang ikut menangis karena dia akan poligami istri nya apabila dia tidak menikah dengan ana. walupun itu menyakit kan untuk istri pertama nya tetapi dia akan tetep ingin menikah dengan ana. Dan apa bila istri nya dapat membuat Gus jatuh dan maka dia akan membalas nya dengan rasa sayang.
"dia perempuan pertama yang memberikan jejak dalam hati ku dan tidak pernah memberikan luka dan sekarang aku di berikan luka dengan permintaan orang tua nya" batin Gus.
Ana yang berjalan dari kejauhan dan mendekati Gus yang menangis.
"mas kenapa menangis"ana yang jalan menghampiri Gus.
"saya sedang mencintai seseorang dan sesorang itu tidak dapat saya dapatkan dan rasa nya seperti di tusuk" Gus yang mengeluarkan air mata.
"ini usap dulu pakek sapu tangan saya"ana yang memberikan sapu tangan.
"kamu menerima nikah sama dia walaupun kamu tidak tahu dia siapa" Gus yang menjauh .
__ADS_1
"saya tidak mencintai dia tetapi saya menyayangi seseorang dan sesorang itu pernah berada di dalam hari hari saya dan menghiasi hari hari saya dan saya sangat sayang sama dia dan saya tidak tahu dia punya perasaan sama saya atau tidak menyakiti kan sih tetapi titik tertinggi dari menyayangi seseorang adalah mengikhlas kan memang ini luka tidak berdarah menurut saya tetapi saya tidak bisa Giman Giman lagi " ana yang mengusap air mata nya.
"kenapa kamu nggk memperjuangkan dia dek"menatap ke arah taman.
"kenapa saya memperjuangkan nya kalok dia nama di lauhful mahfudz saya"ana yang berdiri dan pergi.
"dek "menghapus air mata nya.
"kenapa" berbalik badan.
"knp mas ngasih undangan ke saya " menunduk.
" saya tidak akan bertemu sampeyan satu bulan dan kamu satu bulan tidak akan bertemu saya dan ini undangan jadi kamu tinggal datang " menghapus air mata.
sambil membuka undangan " Gus ini tanggal nikah nya sama dengan tanggal nikah saya Gus saya minta maaf saya tidak akan datang sebagai tamu ".
__ADS_1
membalikan badan " iya Ndak papa kok saya butuh doa dan restu ".
"mas maaf saya akan selalu memberikan doa dan yang terbaik buat njenengan" ana yang berjalan pulang ke kamar.
ke esokan hari nya .
*ANA dan keluarga nya pergi pulang ke rumah mereka .
"buk , ketemu tiga Minggu empat hari lagi nanti kita patah kan hati ana sepatah patah nya" ibuk ana dan ibuk Gus yang sudah menyiapkan rencana nya .
"iya santai nanti kita bikin hati ana patah nanti jangan lupa gua buat menangis sejadi jadi nya " ibuk Gus yang merangkul ibuk ana.
"nanti ana sama gus apa yha biar mereka nangis dan patah hati sepatah patah nya dan sejatuh jatuh nya" sahut ibuk ana.
"nanti kita bikin rencana nya lewat tlp umum ajah jangan pakek yang biasa dan nanti jangan lupa TLP nya saat ana tidur , dan pakek bahasa yang aneh di telinga mereka dan tidak di mengerti mereka berdua" sahut ibuk Gus.
__ADS_1
*kira kira apa yha yang membuat mereka patah hati dan rencana ibuk🤔🤔