
"yaudah tak pikir cara izin baik baik ke ibuk"Mas A yang pergi ke aula tempat nya tidur.
rintikan hujan dan angin yang dingin menyelimuti Gus yang berfikir akan apa yang terjadi jika dia minta izin merantau.
"mas, saya di suruh nganterin teh jahe ke kamu sama ibuk"menaruh ke meja tempat belajar Gus.
"dek , saya mau tanya " menghadap ke ana yang sedang berdiri di depan pintu.
"tanya apa mas, kok kelihatan nya cemberut" .
mas a yang menghadap ke dalam untuk berkeluh kesah " saya berpikir buat bilang ke ibuk buat merantau tapi saya masih gelisah nanti ibuk gimana yha".
Ana yang mengepalkan tangan dan menyembunyikan nya ,"mas , merantau berapa tahun".
"saya lebih baik merantau dari pada di sini di kejar santriwati dan semakin banyak murid saya ngira saya guru killer dan banyak santriwan yang keluar pondok gara gara saya" menatap ana sambil memegang kepala .
__ADS_1
"eh yha mana saya tahu saya kan bukan istri mas dan bukan adek mas maupun saudara mas saya cuma kerabat saja"mengatakan hal tersebut sambil menyembunyikan kemarahan nya.
" dek , minta saran Ndak boleh kah " membalikan tubuh nya dan kembali melihat ke luar jendela.
" saran saya sih minta izin ke ibuk tanpa melukai perasaan Nya ayah sama ibuk , karena mas nak Lanang sendiri dan paling di hormati dan paling di jaga sama ayah ibuk yha mana saya tahu Gus , lebih baik minta izin ajah langsung"sambil mengelap air mata yang mengalir.
"iya , deh seperti nya saya harus minta izin baik baik , makasih saran nya" .
saat berputar balik ke arah ruangan ana yang sudah keluar entah kapan .
*di tengah jalan menuju kamar tamu dia berhenti dan menangis dia berfikir apakah Gus nanti akan menikahi wanita lain saat pergi merantau.
"eh ana kenapa kamu nangis kan kamu nggk ada hubungan apa apa sama Gus dan kamu nggk ada niatan apa apa ini cuma silaturahmi doang kenapa berfikir seperti itu , over thinking ajah dulu " mengusap air mata dan lari ke kamar.
waktu berjalan dengan kegiatan di pondok seperti biasa .
__ADS_1
keesokan hari nya.
*Mbah Miftah yang menemukan ana Yang sedang melamun di tugu di depan taman.
"nduk, kenapa kok melamun jangan melamun di masukin setan nanti . ada apa cerita tho sama Mbah" duduk ke dekat ana*.
"Mbah kalok sedang mencintai seseorang itu harus diam apa mengungkap kan langsung"menunduk .
"kalok ada niatan menikah itu boleh kalau hanya sebatas suka doang mah di tahan ajah ,toh nanti hilang sendiri rasa suka nya . kamu seperti nya mengalami fase ngebet nikah Ndak di dukung umur yha".
"Ndak Mbah ana bimbang karena bentar lagi di pisah kan oleh pendidik paling nanti dapat undangan kalok iya jodoh paling nanti jadi istrinya" tesenyum tipis.
"heleh jangan ngeles kamu , tumben hari ini ngejauhin Gus Sampek sore nya pun nggk ketemuan sama dia".
"memang saya nggk boleh kalok satu hari nggk ketemu sama Gus" memandang ke arah taman.
__ADS_1
" nggk , nggk salah kok kenapa ajah kok hari ini nggk ketemu sama Gus ".
kenapa ana menjauuhi Gus dan Gus menjauhi ana ?