
setelah lima tahun mereka di pisah kan .
dari tidur ana terbangun karena mimpi.
"apakah mimpi tadi benar , atau mimpi tadi hanya sebatas ingatan saja , atau mungkin terjadi nanti atau aku bakalan jadi tamu undangan . udah lah jangan halu besok muwada'ah. dan cus boyong ne rumah"bangun dari tempat tidur yang berada di ruangan mereka .
pagi nya .
Ana keluar dari pondok untuk membeli barang dan membuat buket untuk di berikan kepada adik adik yang telah baik kepada mereka .
di pertengahan jalan Gus melihat perempuan yang iya tahu bahwa itu ana dan Gus ingin pulang karena menepati janji nya kepada ibuk.
"itu ana kah" sambil melihat ke belakang .
"ada apa mas" sopir yang melihat Gus.
"gk ada apa apa kok cuma mau lihat barang nya semua ini nggk jatuh buat seserahan nanti" menatap jendela .
*sampai di sebuah toko Gus turun niat memberi hadiah serta rasa minta maaf kepada ana karena pernah memiliki rasa kepada ana.
Ana pun mendapat kan TLP dari ayah nya dan pergi ke ruang ganti.
"assalamualaikum warahmatullahi wabarokathu nak sehat kan kamu".
__ADS_1
"iya Alhamdulillah sehat buk*, ada apa TLP adek" duduk di kursi ruang ganti.
"adek , kakak mu kan udah menikah sekarang kamu ganti yang menikah karena ibuk nggk mau kamu jadi jomblowati terus".
"ha, nikah sama siapa buk"bersandar ke tembok.
"tenang ibuk sudah pilih kan yang terbaik buat kamu , yaudah ibuk tak beli bahan buat kamu ,oh iya besok kamu di jemput langsung ke galery Wedding sama bridal yha".
"nggeh buk"mematikan telephon nya.
"dahlah ,nikah sama siapa gua masa dia mau sama gua , mau jadi Mak comblang juga udah telat" memukul tembok.
saat mengambil kain ana mengambil dan melihat dari kejauhan ada Gus yang berdiri memilih kotak .
"eh , iya muwada'ah nikah gua lupa "sambil melirik dan melihat Gus di kejauhan . "oh iya tahun ini Gus udah skripsi yha dah lulus kemarin , dan nikah wihhh gua jadi istri nya apa tamu nya ".
"oh iya lupa mbayar , dahlah jangan di pikir mentok nanti " berjalan menuju kasir.
setelah membayar ana pun pergi ke pondok dan membuat buket dan di berikan besok saat muwada'ah.
SORE HARI NYA ANA MENDAPAT KAN TELEPHON .
"Dek , nikahan mu nanti pakek hena nggk"suara Ida kakak ana.
__ADS_1
"iya , hena yang warna putih".
"nanti aku ikut hena boleh " .
"boleh boleh ajah nanti tak bayarin".
"wih makasih dek emang uang nya adek cukup yha buat mbayar nikahan nanti ".
"uang nya cukup beli gudang yha cukup sewa gedung tho sama WO nya sekalian ".
" wih adek ku sekarang lebih dewasa , besok aku ikut njemput sampeyan boyong".
"iya besok ini tak beres- beres buat boyongan besok".
"yaudah see you tomorrow" .
"y".
"ok siapin baju muwada'ah buat malam ini dulu".
malam nya setelah muwada'ah ana memberikan barang yang iya tadi pagi kepada adek adek santriwati.
"dek saya cuma bisa berikan ini buat sampeyan" sambil memeluk adek nya.
__ADS_1
"jangan lupa simpen nomor ku mbak nanti wa yha paling nggk bisa chat sampeyan udah syukur atau DM Instagram ku "Dinda yang memeluk ana dengan erat.