maaf novel

maaf novel
salah sangka


__ADS_3

Dari kejauhan Gus tiba tiba cemburu dengan kedekatan ayah dan anak laki laki yang jatuh .


"Ana ini gimana"sambil mengecek keadaan nya.


"haduh , knp harus ada acara jatuh segala seh" berpikir sambil mengikuti ayah nya.


Gus yang ingin tahu , siapa yang jatuh dan berani mendekati bapak muslim pun mengendap ngendap .tidak lama ada santriwati yang ingin mencari perhatian .


"Gus , nadhom alfiyah saya udah selesai kapan Gus mau melamar saya?" sambil menunduk kan kepala.


"yha bagus kapan mau ngabdi ndalem" sambil membenar kan songkok nya.


" ndak nanti disuruh nyapu ngepel dan lain lain" menggelengkan kepala .


"saya cari istri bukan cari pembantu" sambil jalan cepat menuju puskesmas.


saat di puskesmas Gus ahcmad masuk ke dalam ruangan ternyata itu sepupu nya yang baru muwada'ah .


"udah pulang" langakah Gus mendekat ke kasur.


"wes muwada'ah wayahe seneng malah kesandung pingsan"


"yhawes leren Kono" pergi keluar ruangan dan pergi dari puskesmas.


FLASHBACK ON


saat mengantarkan Muhammad firmansyah al Miftah ayah dan ana mengantar kan lalu memanggil suster dan menunggu sampai salah satu keluarga Al Miftah datang.


saat Gus datang ana dan ayah pergi meninggalkan ruangan .

__ADS_1


"Na , jangan pergi dulu nanti pulang nya nunggu saya yha" dengan nada yang lirih takut terdengar oleh ayah ana.


"knp Gus kok bisik bisik jangan bisik bisik dong"


"mboten nopo nopo yah"


"owalah , yhowes nduk yho neng aula"sambil menarik tangan Ana


FLASHBACK OFF


saat di aula Gus hanya bisa diam memegang dada nya yang berdetak cepat .


"Gus Gimana selanjutnya bentar lagi umur 21 nggk ada niatan nikah" tatapan dalam ayah ke Gus.


"belum ketemu yang pas " menggelengkan kepala nya.


" kalok ada di depan mata kenapa harus jauh jauh" menatap Gus lalu menatap Ana


"Apaan sih yah " wajah yang tampak merah merona memalingkan wajah nya menuju masjid.


TERDENGAR SUARA ADZAN BERKUMANDANG .


*Menuju ke masjid dan sholat


sholat duhur berjamaah yang di imam Gus Achmad yang dibawah adalah shof putra dan di lantai dua adalah shof putri tampak jelas di dekat tembok dan dapat di lihat di segala tempat di situ lah Ana sholat*.


Saat selesai Gus berdiri dan terlihat dari jauh itu ana yang sedang melipat mukena membuat hati Gus adem.


saat sore hari di masjid

__ADS_1


"panggil aku mas A jangan Gus sungkan aku"


"iya mas" Ana yang menjauh demi menjaga syahwat nya.


Jam 4 sore ayah dan anak itu pun pulang


setelah sholat isya ana mendapatkan japrian wa dari guru nya besok ikut jalan sehat di pondok nya Abah Al Miftah.


lalu Ana bergegas tidur untuk kegiatan besok.


pagi nya Ana mandi , dan segera bergegas menuju sekolahan .


setelah sampai lapangan dan di mulai saat di tengah jalan Ana hampir tidak kuat untuk berjalan.


dan istirahat sebentar lalu Gus berhenti dengan motor nya .


"kalok nggk kuat tak gonceng"


"ogah nanti gua di kira pacaran sama lu lagi"


"Ndak lah masa gua pacaran "


lalu Ana memberikan tas nya dia menyuruh mas A untuk membawa nya.


"Mas A sana bawa tas ku ajah nanti ketemuan di kantor"


"iya nanti tak tunggu"


saat sampai??

__ADS_1


Apa yang terjadi selanjut nya


semangat membaca permbaca terlope lope


__ADS_2