
*setelah selesai berdoa dan menyebar kan bunga mawar ke kuburan alm. Mbah Miftah .
"Mbah maaf ana nggk bisa memenuhi janji terakhir panjenengan " memegang nisan.
terdengar dari kejauhan ada suara orang sedang perjalan dan ana segera membalikan tubuh nya*.
"Ana ".
"siapa itu "ana membalikan badan dan berjalan ke arah jalan dapur.
"aku calon nya Gus"berjalan ke arah ana.
"kamu yang di undangan itu kan nama nya Ningsih nur Jannah yha itu lah " ana menahan tangisan .
"iya saya calon nya Gus oh iya ,kata ibuk kamu orang yang dulu pernah Deket banget dengan Gus , kamu nggk usah ngarep deh kalok kamu mau jadi istri nya Gus " memukul tangan ana.
dari kejauhan Gus mendengar pukulan itu dan bersembunyi di balik pohon .
" kamu calon nya mas Achmad saya cuma mau bilang ke kamu bahwa saya tidak bisa memenuhi wasiat Mbah Miftah " ana memegang lembut Ningsih.
__ADS_1
*plakkkkkk
suara itu membuat Gus semakin menangis karena keadaan*.
" heleh jangan jadikan itu suatu alasan gua tau lu ngarang doang kan jujur lu kata kakak Jamila kamu suka sama Gus dan dempel terus sambil jual mahal nggk usah jual mahal deh lu " menarik ana.
mengusap air mata yang terus mengalir " kamu tahu apa dosa berbohong dan nggk ada untung nya gua berbohong gua jujur apakah itu akan membuat pernikahan kalian batal nggk akan ada untung nya juga".
Gus yang keluar dari belakang pohon .
"maaf dek kenapa ini berantem , kok berantem di kuburan kalok debat itu di masjid kalok Ndak di depan ibuk kan bisa" Gus yang memundur kan langkah nya.
menunjukan wajah polos nya ke Gus dengan iming iming agar lebih membela diri nya "Gus lihat lah dia menghina ku begitu saja dan tidak meminta maaf ".
"kalau itu tanya saja sama keadaan jangan tanya ke saya " pergi ke kantor untuk bertemu tamu.
" haduh kenapa gua mukul dia gua nggk dapet perhatian ke Gus malah di ejek, dasar cewe jual mahal lihat ajah nanti Gus ganteng itu punya gua awas ajah lu" pergi menuju kamar nya.
*seperti biasa karena ana sudah lulus pondok dan melanjut kan kuliah nya yang online dan melakukan zoom dan dia mendapat kan bagian mengisi acara online .Dan duduk di tugu yang dulu memberikan kenangan dia dengan alm. Mbah Miftah . setelah mengisi acara untuk maba ana membersihkan diri .
__ADS_1
malam nya ada pengajian di situ lah otak ana seketika berpikir siapa calon nya nanti*.
"ibuk nanti ana kapan nikah "ana yang duduk di samping ibu nya.
"satu bulan lagi".
jawaban itu membuat ana bingung.
"bukan nya bulan depan yang menikah Gus kok saya buk".
"kamu mau nggk nikah "ibu yang menatap ana.
"yha mau lah, saya tidak mau jomblo lama lama" ana yang memalingkan wajah nya .
"yaudah besok kamu di rumah di pingit , jadi jangan kemana mana walaupun beli cilok Ndak boleh " megang pundak ana.
"Ana sini" panggil ibuk Gus dari kejauhan.
apa yang ibuk Gus perintah kan kepada ana
__ADS_1
*lanjut 😉