Mafia Kejam Dan Gadis Culun

Mafia Kejam Dan Gadis Culun
BAB 23.RENCANA JENNI


__ADS_3

Wajah tampan itu tampak cemberut. Dara menghela napas pelan melihat wajah Mark mengerut tidak suka. Sedangkan Niko berwajah biasa, cenderung santai melihat ketidak sukaan pria bermata hijau itu akan dirinya yang makan bersama dengan ke duanya.


"Mukamu akan cepat tua kalau kau cemberut seperti itu terus Mark. Makan saja makananmu," tegur Dara melihat Mark Felton terus mengerut.


Mark menoleh ke samping. Memasang wajah wajah lugu. Tersenyum aneh. Kembali mata tajam itu di layangkan pada Niko. Niko terus sama memakan makanan nya. Tidak mempedulikan pandangan mata Mark.


"Kau teman baru, Dara?" suara Mark terdengar aneh.


Garpu yang tadinya ingin melilit kembali spaghetti miliknya berhenti sejenak. Ia menoleh ke arah depan. Dimana wajah tampan dan sagar Mark ikut menatap nya.


"Ya, memangnya ada masalah?" tanyanya.


"Tentu saja. Kau tidak boleh dekat-dekat dengan Dara. Karena Dara adalah calon kakak iparku!" ujar Mark Felton dengan pandangan memperingati Niko.


"Hah?" Niko Wu terperangah. Pria asal China ini tidak tercengang dengan apa yang di katakan oleh Mark padanya. Hanya saja ia merasa aneh dengan karena ia dan Dara Margaretha hanya teman baru saja.


"Lalu apa hubungannya dengan aku?" tanya Niko dengan nada tak mengerti.


"Jangan menaruh hati apa lagi mau menikung milik Abangku!" ujar Mark dengan nada sungguh-sungguh.


Dara merasa malu mendengar penuturan Mark Felton. Ia tidak menyangka pria yang selalu adu mulut saat ada waktu ini mendukung nya menjadi kakak iparnya. Tapi tidak dapat ia bantah hatinya merasa bahagia karena hal ini.


"Dia ini temanku. Jangan begitu," ujar Dara dengan wajah memerah karena merasa malu.


"Hei! Kau tak tau saja. Terkadang pria itu tidak tulus mendekati wanita. Apa lagi wanita lugu sepertimu," tukas Mark cepat.


"Tuan Felton seperti nya salah paham. Aku tidak punya niatan seperti itu," ujar Niko cepat,"setidaknya untuk saat ini. Karena kurang menarik menganggu nya di saat yang seperti ini," sambung hati kecil Niko.


Senyum lebar tercetak di bibir Niko Wu.


"Benarkah?" tanya Mark dengan pandangan menyelidik.


Kepala Niko Wu mengangguk pelan. Dara menepuk pelan punggung bekang Mark yang duduk di samping nya.


"Sudahlah! Makan makananmu. Jangan terlalu banyak bicara saat makan. Biar kita bisa cepat pulang, aku merasa capek," imbuh Dara.


Mark menuruti perkataan nya, melanjutkan kegiatan makannya. Diam-diam Niko Wu menatap ke duanya dengan pandangan tak mampu di gambarkan dengan jelas.

__ADS_1


...***...


"Kau sudah bertemu dengan nya?"


Kepala itu mengangguk pelan."Ya, aku sudah bertemu dengan nya. Seperti yang kau katakan dia gadis culun biasa saja. Tidak ada hal yang istimewa darinya. Tapi sepertinya Mark Felton adik dari Alex Felton dekat dengan nya. Saat dia melihat aku dekat dengan Dara. Dia terlihat begitu kesal."


Senyum miring itu tercetak jelas. Jenni menyesap perlahan minuman di tangan nya."Bagus. Kau bisa menjadi temannya. Apapun informasi yang kau dapatkan. Tentu saja itu akan sangat mudah untuk mengamati keadaan Alex melalui gadis culun itu."


"Kalau dia amatir seperti nya Alex begitu mencintai gadis culun itu. Jika tidak bagaimana bisa dia memberikan pendidikan yang bagus untuk gadis culun itu. Pekerjaanmu tentang dia sebagai tameng Alex Felton seperti nya tidak begitu."


"Benarkah?"


"Ya, Jenni. Dia masuk ke universitas atas bantuan Alex. Semua biaya di tanggung oleh Alex. Bahkan pria itu menempatkan beberapa orang untuk mengawasi gadis culun itu. Menurutmu, apakah perasaan pada gadis itu hanya perasaan biasa?" tanya Niko.


Jenni mengerutkan dahinya. Wanita cantik itu terlihat berpikir keras.


"Jika memang Dara Margaretha adalah gadis yang di cintai Alex. Aku akan membuat gadis culun itu membayar tunai hutang Alex padaku. Tapi kita bisa menunggu sampai perasaan Alex sampai di puncaknya. Di saat perasaan pria itu benar-benar berada di puncaknya. Dan saat itu...BOM! Kekasihnya meregang nyawa sama persisi seperti Zain!" ujar Jenni tersenyum lebar.


Niko hanya mengeleng pelan kepalanya mendengar perkataan Jenni. Wanita ini benar-benar memiliki dendam besar pada Bos Mafia kejam itu. Salahkan pria itu yang salah memilih orang. Dan harus Alex juga menghabis Jenni agar bisa hidup dengan nyaman setelah membunuh calon mempelai pria. Setidaknya itulah yang ada di otak Niko Wu.


Sayang nya Zain malah berselingkuh. Tidur dengan Tessa.


...***...


Ke dua kelopak mata Alex tertutup perlahan. Ke dua tangan Dara bergerak memijat pelan namun kuat pada ke dua sisi bahu keras Alex. Air hangat yang di rendam dengan aroma terapi membuat saraf-saraf yang tegang menjadi rileks kembali. Dan rasa lelah setelah beraktivitas seharian hilang begitu saja. Dara duduk di pinggir bathtub.


"Bagaimana dengan kegiatan kampus hari ini?" tanya Alex tanpa harus membuka ke dua kelopak matanya.


"Baik. Tidak ada masalah dan semua nya teras di permudah." Ujar Dara di sela kegiatan nya memijat bahu Alex.


"Tapi kenapa kau pulang dengan Mark tadi sore?"


"Dia tiba-tiba datang ke universitas. Dan mengajak makan di luar. Karena itulah aku bersama dengan nya saat pulang."


"Kau tidak akan menyesal mengambil jurusan itu?"


Ke dua tangan Dara berhenti dari kegiatan nya. Ia mengulum bibir pink miliknya.

__ADS_1


"Tidak. Aku tidak menyesal," jawab Dara dengan nada penuh keyakinan.


Kepala Alex Felton mengangguk. Dara berdiri dari posisi duduknya. Ke dua mata Alex terbuka cepat.


"Mau kemana?" tanya nya.


"Inilah sudah saatnya kau mandi. Tugasku sudah cukup. Mandilah," ujar Dara dengan senyum lebar.


Mata hijau tajam itu menatap aneh ke arah Dara. Gadis culun itu balik menatap Alex.


"Ada apa?" tanah Dara dengan raut wajah lucu.


"Mandi bersama!" Ucap Alex di sertai tangan menggenggam dan menarik tubuh Dara.


Kya!!!!


Bruk!


Dara terpekik nyaring. Kala tubuh nya jatuh ke dalam bathtub besar itu. Dengan posisi yang membuat banyak orang salah paham. Gila! Dara Margaretha bisa mimisan karena ulah Alex Felton. Posisi tangannya yang membuat seluruh tubuh nya panas dingin. Bayangan ke dua telapak tangannya berada di dada pria itu. Ke dua kaca mata nya mengembun.


"Kenapa wajahmu memerah,"ujar Alex dengan wajah sok tak tau.


Dara memalingkan wajahnya ke sembarang arah. Jantung nya berdebar keras. Gila! Ia merasa ingin berteriak keras saat ini. Dara menduduki benda lunak tak bertulang. Benda yang mengeras, seakan ingin memberi tahukan ukurannya.


"Kenapa?" bisik Alex dengan nada berat.


"Kau..kau...kau...kenapa berdiri!" ujar Dara tergagap.


"Apanya?" tanya Alex pura-pura tak tau.


"Itu...." Dara tidak mampu melanjutkannya perkataan nya.


"Apanya?" Alex benar-benar pria gila yang menggoda.


"Super gede," lirih Dara kala ingat apa yang di katakan oleh Mark tempo hari.


Jantung Dara berdebar keras. Hembusan napas hangat Alex membuat jantung nya mengila. Sebelum bibir Alex menyentuh permukaan bibir nya. Ke dua mata Dara terbelalak sempurna. Saat merasa bibir Alex bergerak. Mengulum bibirnya.

__ADS_1


__ADS_2