
"tuan Goa ini sepertinya bukan goa biasa. aku sepertinya merasakan adanya energi roh tanah didalamnya kemungkinan ditemukannya manik roh tanah sangat besar Tuan" jelas Xiao He sangat bersemangat menjelaskan kepada Liu Chuyu.
"ayo kita masuk! "
mereka berlima pun memasuki goa. ketika masuk mereka merasakan ada pesona didepan mereka sampai ada cahaya yang menyilaukan muncul otomatis mereka menutup mata mereka.
tak lama mereka merasakan angin sepoi-sepoi melayang melewati mereka. udara yang sejuk membuat hati mereka tenang. mereka perlahan membuka mata alangkah terkejutnya bahwa pemandangan di depan tidak seperti yang mereka bayangkan ini tidak seperti dalam goa tetapi dunia lain.
"disini sangat indah" ucap Qin shan yang terkagum-kagum.
ada hamparan tanah yang ditumbuhi tumbuhan tapi bukan tumbuhan biasa tapi tumbuhan obat yang sangat berharga. ada air terjun yang indah disela-sela pegunungan yang membuat para tumbuhan tak kekurangan air.
"lihat disana ada tangga! " Xiao An menunjuk ke samping kanan air terjun.
"mari kita coba kesana" ucap Liu Chuyu.
mereka menuju tangga tersebut akan tetapi tak bisa naik ketangga karena seperti ada penghalang.
"kenapa ini? "
Liu Chuyu mengerutkan keningnya dan melihat baru marmer 1 meter berdiri tegak di sebelah tangga.
Liu Chuyu mendekat dan menyentuh marmer itu. dingin yang dirasanya lalu tiba-tiba jarinya terluka dan darah mengenai batu marmer lalu terserap.
"Chuyu kamu tidak apa-apa" tanya Qin Shan khawatir
"aku tidak apa-apa" kata Liu Chuyu yang masih menatap kearah batu marmer yang menyerap darahnya.
kemudian sebuah tulisan muncul. nama Liu Chuyu tertulis dengan jelas disana dengan angka 20.
Liu Chuyu berpikir ini seperti pendaftaran mungkin lalu dia mencoba untuk menaiki tangga dan hasilnya dia bisa menaikinya.
"ayo cepat kalian teteskan darah di batu itu. tangga ini sebenarnya merupakan tempat yang sangat baik melatih kekuatan mental kita"
mendengar apa yang dikatakan oleh Liu Chuyu membuat mereka tak ragu meneteskan darah dan nama merekapun tertulis di batu itu dengan tingkat kemampuan mereka masing-masing.
dan benar saja mereka dapat menaiki tangga itu dan mulai berlatih. Liu Chuyu sampai pada anak tangga 20 kekuatan tekanan pada mental lebih tinggi membuat kepalanya agak sakit. di tangga ke 21 Liu Chuyu mulai duduk dan bermeditasi. ketika dia telah memejamkan mata sebuah pemandangan muncul di dalam pikirannya. pemandangan yang indah dan sepertinya agak familiar dimana ia berada di antara hamparan bunga Mei Hua yang indah. lalu ada seseorang dari jauh menghampirinya namun anehnya dia tak dapat melihat wajahnya. sosok itu berkata apakah ia menunggu lama dan meminta maaf kepadanya karena terlambat.
Liu Chuyu tak dapat berbicara dia sangat ingin bertanya ini dimana dan siapa sosok yang ada di depannya ini.
"apakah kamu suka? aku menananam semuanya untuk mu. karena aku tahu kau menyukai bunga ini"
__ADS_1
ya Liu Chuyu menyukainya di kehidupan yang dulu.
orang-orang percaya bahwa bunga ini adalah menyimbolkan kekuatan dan ketaguhan karena ia masih bisa bertumbuh walaupun dalam keadaan dingin dan cuaca yang tak pasti. tanpa sadar Liu Chuyu tersenyum senang.
Namun tiba-tiba keadaan berubah dimana pohon Mei Hua yang indah sudah hancur berantakan tak hanya itu peperangan yang mengerikan dimana banyak nyawa berjatuhan.
keadaan berubah lagi dimana hanya dia sendiri berdiri diantara phon Mei Hua yang hancur dan mayat yang berserakan.
Liu Chuyu merasa hatinya tersayat-sayat rasanya bernafas pun tak sanggup. ia jatuh terduduk. rasa marah dan sedih bercampur menjadi satu. dia hampir gila.
tapi tiba-tiba suara lembut menyadarkannya.
"Chuyu, Bangkitlah.aku akan selalu disisimu"
"I.. ni suara Feng Che!! kenapa... ah tidak hampir saja aku menjadi gila,. untung suara Feng Che menyadarkanku"
Liu Chuyu kemudian menenangkan perasaannya. perasaanya kembali tenang pemandangannya pun berubah menjadi gelap. Liu Chuyu kemudian membuka matanya segaris senyum terbentuk dari bibirnya. Liu Chuyu merasa suasana hatinya sangat baik lalu dia tiba-tiba teringat Feng Che.
Liu Chuyu menggelengkan kepalanya dia tak punya waktu memikirkan hal-hal perasaan seperti itu. fokusnya sekarang menjadi kuat dan menemukan orang tuanya.
Liu Chuyu melangkahkan kakinya kembali ke anak ke-22. tekanan di anak tangga 22 lebih kuat dari 21 tapi masih dapat dia tahan yang akhirnya sampai pada anak tangga 25. sudah satu minggu mereka disini Liu Chuyu mencapai level 30 sedangkan yang lainnya berada pada level antara 18-25.
sepertinya tangga ini mempunyai batas waktu hanya seminggu sehingga mereka akan otomatis kembali kebawah tangga.
Xiao He mulai berteriak "tuan kekuatan manik roh tanah semakin kuat. pasti jalan setapak ini membawa kita kelokasi sebenarnya manik roh.
Liu Chuyu dan teman-teman melangkah berjalan di jalan setapak namun dihentikan oleh suara seorang wanita. mereka tak bisa bergerak, Liu Chuyu tak suka dengan perasaan seperti dikendalikan tapi dia tak berdaya melawan kekuatan Absolut.
" Berhenti!! "
kekuatan seperti apa yang mampu menghentikan pergerakan manusia seperti ini. Liu chuyu terinpirasi dia mulai memejamkan matanya Aliran energi roh memasuki tubuhnya dengan sangat cepat. tak lama kemudian ledakan kekuatan terpancar. Liu Chuyu tersenyum akhirnya dia menerobos.
"apa! Chuyu langsung menerobos ke tingkat ke-3 roh asal" ucap Qin Shan terkejut.
kemudian terdengar lagi suara seorang wanita yang menghentikan mereka tadi.
"jika kalian ingin masuk kesana tidak mungkin! karena hanya satu orang yang bisa memasukinya"
"berarti selama ini belum ada yang memasukinya? "
"huft dalam ratusan tahun terakhir kalian orang ketiga yang bisa menemukan goa ini "
__ADS_1
"jadi?"
"kalian harus melewati ujian terlebih dahulu"
mereka saling pandang dan akhirnya memutuskan untuk setuju.
"Baik pejamkan mata kalian semua"
mereka semua mengikuti perintah dari suara itu lalu mereka merasakan energi yang lembut memasuki tubuh mereka seketika mereka merasa mengantuk. tapi ini tidak terjadi kepada Liu Chuyu ketika energi lembut itu memasuki tubuhnya energi itu langsung diserap oleh akar roh apinya.
"huh ternyata tidak ada yang lolos, kalau begitu kalian akan segera ku kirim keluar" dari suaranya dia terdengar kecewa.
kemudian dari semak-semak keluar seekor kelinci putih 🐇...
liu Chuyu masih berpura-pura dia tetap menutup mata tapi di tetap merasakan pergerakan kelinci itu.
"satu.. dua.. tiga... ya ampun terlalu banyak!!" si kelinci mengeluh dan mulai sibuk sendiri.
Liu Chuyu membuka matanya dan memperhatikan kelinci yang sepertinya tengah menggambar sesuatu di tanah. si kelinci sangat sibuk dan serius sehingga tak memperhatikan sekitarnya.
si kelinci berhasil menyelesaikan gambar tersebut dan beristirahat sejenak.
"huh melelahkan sekali... menggambar aray ini terlalu memakan banyak energi"
si kelinci tak mengetahui jika liu Chuyu ada dibelakangnya.
happ.. Liu Chuyu menangkap kelinci itu.
"huaaaa apa ini!! siapa yang berani-beraninya menangkapku!! " si kelinci tetap berjuang dalam genggaman Liu Chuyu.
Liu Chuyu yang melihat tingkah lucu kelinci itu mau tak mau dibuat tertawa.
si kelinci mendengar suara tertawa itu berhenti memberontak dan menolehkan kepalanya ke atas menatap Liu Chuyu dengan pandangan terkejut..
"k.. kamu.. kenapa... tidak tertidur? " ucap si kelinci dengan ngeri...
Liu Chuyu hanya tersenyum mentap kelinci itu. ..
...Note :...
...Semua alur dalam cerita ini hanya fiksi. Jika ada kesamaan nama, kejadian dan sebagainya itu tidak disengaja. ...
__ADS_1
...❤...