
Tuan muda Qin telah sampai di akademi, dia dapat masuk ke akademi sebagai tamu karena Ayah tuan muda Qin adalah sahabat kepala akademi Lin.
"Hua er menyapa paman Lin"
"keponakan yang baik ayo bangkit"
Qin Hua kembali menegakkan badannya.
"bagaimana keadaan orang tua mu? "
"mereka baik-baik saja dan juga menitipkan salam untuk paman"
"jadi kedatangan mu kesini bukan hanya menyampaikan salam orang tua mu kan? "
"haha paman benar, kali ini kedatanganku untuk menemui seorang teman dan adikku "
"adikmu? nona muda qin? "
"haha benar dia diam-diam mengikuti ujian akademi, untung ada seorang teman yang menjaganya"
"oh siapa temanmu? "
"Liu Chuyu"
kepala akademi Lin terkejut memang bukan orang biasa yang dapat dengan tuan muda Qin.
"Liu Chuyu murid yang menjadi juara ujian tahun ini? "
"iya benar haha"
"baiklah paman akan segera mengundang Liu Chuyu kemari"
ketika kepala Akademi Lin ingin menyuruh pelayannya untuk memanggil Liu Chuyu kemari akan tetapi langsung dihentikan oleh Qin Hua.
Qin Hua beralasan bahwa dia saja yang ada yang menemui Liu Chuyu. tapi Paman Lin nya tidak setuju karena Liu Chuyu adalah seorang gadis yang belum menikah dan sangat tidak pantas jika seorang laki-laki bertemu di tempat gadis itu.
"lebih baik kalian bertemu di sini di aula pertemuan"
"tapi... "
"haha paman paham, kami tidak akan menggangu kalian dan akan berjaga di luar"
Qin Hua terkejut sepertinya paman Lin salah paham terhadap hubungannya dengan Liu Chuyu.
"hmm baiklah " pasrah Qin Hua
--------------------------------------🌧--------------------------------------
Tetesan air hujan yang jatuh ke tanah membasahi dedaunan di hadapannya. Xiao An terlihat dari jauh membawa sebuah payung berlari mendekati Liu Chuyu.
"Nona seharusnya tetap berada dikamar sampai Xiao An datang menjemput mu" ujar Xiao An sambil menyeka wajah dan tangan Liu Chuyu yang terkena percikan Air hujan dengan sapu tangan.
"aku ingin menghirup Aroma tanah yang basah terkena air hujan "
"tapi... "
"sudahlah aku tak akan sakit, ayo kita segera ke Aula menemui Tuan Muda Qin"
__ADS_1
Xiao An melihat nonanya bersemangat bertanya-tanya apakah Nonanya memiliki perasaan terhadap Tuan Muda Qin. sejujurnya menurutnya yang pantas untuk bersanding dengan Nonanya adalah pangeran Feng Che karena mereka memiliki semacam Aura yang mirip dan jika mereka bersama Aura itu lebih menjadi kuat seperti pasangan yang turun dari langit.
mereka berdua akhirnya sampai di Aula.
"Murid memberi hormat kepada kepala akademi"
"haha Chuyu kau pasti sudah tahu tujuan ku menyuruhmu kesini, kalau begitu kalian berdua berbicaralah dan aku akan menunggu diluar"
kepala akademi berjalan keluar dan menunggu di halaman depan. Qin Hua meminta maaf kepada Chuyu karena paman Lin spertinya salah paham dengan hubungan mereka. Liu Chuyu mengatakan bahwa dia tak apa tapi dia khawatir dengan Qin Hua akan jadi sasaran si raja pencemburu Feng Che. setelah dari sini dia harus menemui Feng Che agar tak terjadi kesalahpahaman.
"jadi apa jawaban tuan Qin? " tanya Liu Chuyu langsung.
"ya, aku akan menerima pengobatan dari mu"
"baik kalau begitu akan ku jelaskan terlebih dahulu tentang penyakitmu agar di kemudian hari tak akan ada kesalahpahaman"
Liu Chuyu mulai menjelaskan asal muasal penyakit Qin Hua dan Manik Roh yang ada di dalam tubuhnya. Awalnya Qin Hua terkejut tapi lama kelamaan dia bisa menerima. dia mengingat dulu suatu hari tubuhnya sangat lemah dan hampir tidak dapat bertahan tapi keesokan harinya dia membuka mata dan mendapati bahwa dia tak selemah dulu dan dapat beraktifitas biasa. kemungkinan memang berhubungan dengan Manik roh dalam tubuhnya.
"aku dapat mengobati tubuh mu tanpa Manik roh pun kau bisa beraktifitas seperti orang-orang dan mulai menumbuhkan kekuatan Roh. tapi... ini tidak gratis bagaimana? " Liu Chuyu menghentikan ucapannya dan menatap Qin Hua. menunggu jawaban apa yang akan dia berikan.
"apa yang nona Liu inginkan sebagai imbalannya? " tanya Qin Hua.
"yah yang ku inginkan sangat sederhana. aku hanya ingin Manik roh yang ada dalam tubuh mu"
"I.. ini mungkin aku tak bisa langsung memutuskannya, takutnya Manik roh ini di keluarga ada yang mengetahui jadi aku harus memastikan terlebih dahulu"
"hmm.. baiklah, aku tak memaksa karena kamu ingin sembuh kamu harus berusaha "
Liu Chuyu berdiri dan berkata " pikirkanlah ketika kau sudah membuat keputusan baru datang padaku, aku pergi dulu"
Liu Chuyu keluar dari Aula dan menghampiri kepala akademi Lin yang sedang duduk minum teh.
"oh kalian sudah selesai berbicara? "
"sudah, Kepala Akademi Lin mohon jangan salah paham dengan hubungan kami, karena saya sudah mempunyai Tunangan"
"ah maafkan aku karena tidak tahu. jadi kau dengan pangeran Feng??? "
"iya aku tunangan pangeran Feng". Liu Chuyu memilih menjadikan Feng Che sebagai tameng karena tak ada pilihan yang lebih baik selain dia.
-------------------------------------✨------------------------------------
di tempat lain akademi.
"apa yang terjadi pada Fei'er? " tanya seorang laki-laki yang rupawan.
sang anak buah menggelengkan kepala, pria itu bingung karena kemarin Luo Fei Fei masih ceria tapi sekarang dia malah mengurung dirinya di dalam kamar.
seorang murid datang menemui pria itu dengan wajah tak tahu, menanyakan apa yang sebenarnya terjadi.
"ini sungguh keterlaluan, apakah dia merasa sangat pintar sehingga bisa menindas murid yang lain" ungkap murid itu sengaja memperkeruh suasana.
"apakah itu termasuk tindakan menindas? "
"iya, kak Lin kau terlalu baik"
"kalau begitu dia harus di hukum sesuai peraturan akademi karena menindas sesama murid"
__ADS_1
mereka pun menuju ke tempat tinggal Liu Chuyu . tapi tak ada yang menyadari senyum aneh dari murid tadi.
Liu Chuyu berada di kamarnya tiba-tiba di ganggu dengan keributan yang terjadi di luar dengan memanggil namanya.
Liu Chuyu keluar dengan raut wajah dan aura yang menyeramkan, dia sangat marah karena istirahatnya terganggu. dia mengapa tajam kearah kerumunan dan berhenti di Tuan Lin.
sedangkan tuan Lin dan yang lainnya belum pernah melihat Liu Chuyu terpana karena mereka belum pernah melihat wanita secantik ini.
tapi pikiran itu langsung dihilangkan Tuan Lin karena di hatinnya hanya akan ada Fei Fei seorang.
"kamu Liu Chuyu? " tanya Tuan Lin.
"iya dan kamu siapa? " jawab Liu Chuyu.
"aku Lin Yao, keponakan kepala akademi" kata Lin Yao dengan bangga.
"oh" jawab Liu Chuyu dengan malas, sekarang ini ia sangat ingin masuk kembali ke kamar yang dan tidur tapi orang-orang ini pasti tak akan mengizinkankannya dan tetap membuat keributan jadi dia akan melihat apa yang sebenarnya mereka inginkan.
"hanya oh?, Liu Chuyu jangan pikir hanya karena wajah mu yang cantik kamu akan mendapat hak istimewa di Akademi ini. Saya memberi tahu anda untuk berhenti bertingkah buruk dan menggangu fei'er"
"fei'er? "
"benar"
"baiklah" jawab Liu Chuyu yang di luar perkiraan.
"k.. kau begitu mudah menyetujuinya? "
"iya, bukankah itu yang kalian inginkan. sekarang masalah sudah beres aku akan kembali ke kamarku silahkan kalian untuk kembali juga"
"hei bukankah katanya Tuan Lin akan menghukum Liu Chuyu tapi kenapa akhirnya menjadi seperti ini? " bisik salah satu murid yang menjadi penonton.
"aku juga tidak tahu" jawab temannya.
karena tak ada yang berbicara lagi, Liu Chuyu berbalik memasuki kamarnya.
"" tunggu!!! siapa yang membolehkan mu pergi" Tuan Lin berteriak menghentikan Liu Chuyu.
Liu Chuyu berhenti diambang pintu tanpa berbalik, sekarang dia benar-benar kesal sungguh saat ini dia sedang tidak mood untuk bermain.
'bugh'
'brak'
kejadian tak terduga Tuan Lin terpukul terbang dan jatuh di meja yang ada di halaman.
"berani sekali berteriak kepadanya maka kau harus membayar harganya" ucap seorang pria dengan pakaian putih dan jangan lupa topeng yang ada di wajahnya berjalan masuk menuju Liu Chuyu.
ya dia pangeran feng, Feng Che.
"sayangku kau pasti sangat lelah cepat masuk dan istirahatlah. aku akan membereskan masalah ini"
"emm" jawab Liu Chuyu yang kemudian berjalan masuk dan menutup pintu.
...Note :...
...Semua alur dalam cerita ini hanya fiksi. Jika ada kesamaan nama, kejadian dan sebagainya itu tidak disengaja....
__ADS_1
...❤...