Magic Poison Doctor

Magic Poison Doctor
37. Rencana


__ADS_3

Setelah pemberitahuan tersebut para murid disuruh membuat pilihan apakah akan ikut menghadang makhluk jahat yang menyerang desa atau tetap di akademi dan membantu penyelidikan kasus.


banyak para murid yang memilih untuk ikut bertarung daripada tetap di akademi dengan musuh yang tidak di ketahui bukankah itu lebih berbahaya?... tapi pada akhirnya yang paling penting adalah keselamatan diri sendiri.


dan Liu Chuyu memilih untuk tetap tinggal di akademi karena dia pikir akar masalah ada di dalam akademi.


"bagi yang memilih untuk tetap di akademi silahkan berbaris di sebelah kanan"


Liu Chuyu mengikuti arahan kepala akademi Lin dan berbaris di sebelah kanan.


" dan kepada yang ingin ke desa silahkan ikuti para guru mereka akan membawa kalian ke sana"


para murid dan guru segera berangkat ke desa sedangkan Liu Chuyu dan yang lainnya masih bertahan di aula.


kepala akademi memandang Liu Chuyu sejenak karena terkejut bahwa dia memilih untuk tetap di akademi.


Kepala akademi terlihat ingin mengatakan sesuatu kepada Liu Chuyu , tetapi tidak jadi mungkin nanti saja. Kepala akademi Lin melanjutkan, “Saya berharap kalian Berhati-hati dan jika kalian menemukan petunjuk atau suatu hal yang mencurigakan harap kalian segera laporkan ke akademi. Selain itu, para guru akan mengawasi kalian dalam bayang-bayang.”


kemudian para murid bubar termasuk Liu Chuyu. tapi kemudian setelah dirasa para murid sudah tidak ada lagi Liu Chuyu kembali masuk ke dalam Aula.


kepala akademi Lin terkejut melihat Liu Chuyu yang kembali.


"Chuyu ada apa? apakah ada sesuatu yang tertinggal?, " tanya kepala akademi Lin.


"tidak ada tetapi saya ingin mendiskusikan beberapa hal dengan kepala akademi Lin".


" oh hal apa?".


"kepala akademi Lin aku tidak tahu apakah ini berhubungan dengan kasus sekarang atau tidak tapi, aku rasa aku harus memberi tahu mu hal ini" Liu Chuyu berhenti berbicara dan memandang sekitar. Kepala akademi Lin paham dan mengajak Liu Chuyu untuk ke kantornya.


sesampainya di kantor akademi Lin memasang penghalang agar pembicaraan mereka tidak terdengan oleh orang lain.


"Bicaralah, " ucap kepala akademi Lin kepada Liu Chuyu.


"semalam secara tak sengaja aku melihat bayangan hitam seperti asap dan aku mengikutinya sampai di halaman Luo Fei Fei bayangan itu menghilang"


"bayangan hitam? seperti apa? "


"bayangan hitam itu sangat cepat dan menyebarkan aura yang sangat dingin juga jahat"


"dari pernyataan mu itu, bayangan hitam itu bisa dikatakan adalah Roh Jahat tapi, aku masih tidak mengerti kenapa Roh jahat dapat muncul"


"oh iya kau bilang tadi roh jahat itu tidak terlihat lagi setelah di halaman Luo Fei Fei? "

__ADS_1


"Benar kepala akademi Lin"


"Lalu apakah ada lagi hal aneh yang kau temukan? "


"Mungkin Kepala akademi Lin dapat mencari tahu dari murid Lu Sicheng, kemarin tak sengaja aku menghentikannya dari upaya bunuh diri nya yang aneh"


"Lu Sicheng? "


"emm" Liu Chuyu bergumam membenarkannya.


"baik, aku akan segera memanggil Lu Sicheng kemari"


"tunggu kepala akademi Lin!! "


"ada apa? "


"bukankah kalau kita memanggil Lu sicheng maka musuh akan waspada? "


Kepala akademi Lin mengerti dan tidak jadi memanggil Lu Sicheng.


"kalau begitu Murid akan kembali ke kekediaman"


"ya baiklah, kau beristirahatlah dengan baik"


****


"Huh harusnya aku tidak mengampuni mu saat itu. aku kira kau pintar ternyata sangat bodoh!, segera kau cari orang itu dan bunuh dia kalau kau tidak mau terekspos!! "


"b.. baik tuan"


Wajah Luo Fei Fei menjadi seputih kain. dalam pikirannya kenapa dia sangat sial sekali bertemu dengan iblis ini. dia mulai berpikir jika dia tidak bertemu Liu Chuyu hal ini tidak terjadi, ya! betul ini semua gara-gara Liu Chuyu. dia lebih cenderung menyangkal kebenaran daripada mengakui kesalahan dan mengubah pikirannya.


****


Pagi ini, meskipun dia tidak takut Lu Sicheng akan mengalami hal buruk dalam penjagaan Feng Yi, tapi Liu Chuyu tetap harus memastikan jadi dia berjalan sembunyi-sembunyi ke rumah Lu Sicheng.


setelah tiba dia langsung mengetuk pintu. pintu pun terbuka.


Liu chuyu masuk dan melihat bahwa Lu Sicheng berbaring di kasur dengan malas-malasan.


"kau terlihat sangat santai padahal nyawamu sedang dalam bahaya," ucap Liu Chuyu.


“Saya perlu bersantai dan memikirkan hal-hal positif, Kemudian saya akan membalas mereka”

__ADS_1


Liu Chuyu menggelengkan kepalanya. "Menjadi ceroboh hanya akan membuatmu mendapatkan kerugian di jalan yang licin ini."


"Apa yang kamu lakukan di sini sepagi ini?" Lu Sicheng bertanya padanya.


"aku ingin berbicara denganmu tentang sesuatu hal."


"Kamu bisa bicara padaku tentang apa pun," Lu Sicheng bangun dan duduk di atas kasurnya.


Dia mengangguk. "saya tahu. Itu sebabnya saya memberi tahu Anda bahwa saya ingin kamu melakukan sesuatu yang mungkin berbahaya tapi aku akan melindungi mu dari bahaya tersebut apa kau bersedia?. "


Lu Sicheng tak langsung menjawab. Liu Chuyu paham bahwa tak mudah untuk mempertaruhkan keselamatan. jika Lu Sicheng menolak dia tak akan memaksanya dan akan memikirkan jalan lain.


Liu Chuyu ingin membuka mulutnya untuk memanggilnya, tapi aku menutupnya lagi sebelum ada suara


muncul


"Baik aku setuju, " jawabnya dengan santai, "jadi apa yang harus ku lakukan?".


" kamu hanya perlu memainkan peran yang ku berikan. sisanya serahkan kepada ku".


"Bagaimana menurutmu?" Liu Chuyu bertanya padanya.


"tidak masalah".


setelah merencanakan pertunjukan yang akan mereka lakukan besok Liu Chuyu pergi menemui kepala akademi Lin. tetapi di tengah perjalanan dia di hentikan oleh orang lain.


"Kau disana!" teriak orang itu. Selusin murid bergegas ke arah Liu Chuyu, tetapi ketika mereka mendekat, embusan angin kencang meniup mereka terbang mundur. yang lainnya melihat hal tersebut terkejut tapi tak berlangsung lama. mereka kemudian menyerbu dan meneriakkan kata tangkap.


Pada saat mereka sudah bersiap menyerang Liu Chuyu berkata jika mereka ingin terluka atau mati mereka boleh mencobanya.


“Anda adalah murid baru Liu Chuyu?” orang yang memipin lusinan murid itu bertanya dengan ekspresi suram.


"heh sudah menyerang dengan membabi buta tapi baru bertanya nama saya sekarang, apakah kamu sehat? "


"kalau begitu kami tidak salah sasaran, kaulah yang menyebabkan para murid di Akademi meninggal secara tak wajar. cepat akuilah dosamu!!! "


"hoammm .... aku sangat mengantuk mari selesaikan sekarang"


Note :


Semua alur dalam cerita ini hanya fiksi. Jika ada kesamaan nama, kejadian dan sebagainya itu tidak disengaja.


__ADS_1


👍😊bantu vote, like dan comment ya 😄👍


__ADS_2