
Ada 49 kursi di dalam kelas yaitu 7 baris kali 7 baris. lebih banyak dari kelas sebelumnya. walaupun sempat terkejut melihat penampilan padat saat memasuki ruang kelas, dan seorang di dekat pintu berkata, "aku tidak menyangka akan sebanyak ini yang tertarik dengan Alkimia."
"bukan alkimianya tapi pengajarnya jadi, aku datang ke tempat kejadian secara langsung untuk melihat juga haha," sahut teman di sampingnya, "sayangnya kursi sudah penuh jadi kita hanya bisa berdiri disini. "
Liu Chuyu tetap berjalan dan masuk, dia kemudian duduk di ujung baris terakhir. dia pikir drama idola tak ada disini ternyata juga sama saja. ketampanan, kecantikan dan keindahan memang bisa membuat orang terobsesi.
kebanyakan yang mengisi kursi adalah senior perempuan sepertinya mereka menggunakan senioritas untuk dapat mengambil kursi murid baru. selain itu murid jenius dan teladan dari Departemen alkimia juga hadir, kenapa dia jadi tahu karena di dinding pengumuman terpampang gambar atau lukisan seorang pemuda berbakat alkimia bernama Wu Shang.
suara gaduh di luar ruangan mendadak hening saat kedatatangan seorang pria yang berpenampilan sederhana dengan pakaian berwarna putih bersihnya, dia berjalan masuk kedalam ruangan semua tatapan tertuju pada pria tersebut. saat pria itu berbalik badan dan membalas menatap mereka semua. mereka semua terpesona.
pria ini bernama Bai Shen, yang artinya berbakti dan taat pada kepercayaannya.
Semua orang di Akademi tahu pria ini adalah alkemis tingkat emas yang termuda
di kerajaan ini. Pada usianya yang masih sangat muda ini, dia telah menduduki sebuah posisi yang cukup penting di Akademi dan yang paling penting di benua, yaitu Kepala departemen alkimia serta wakil ketua Asosiasi alkimia.
Bai Shen memandang seluruh ruangan kelas dan melambaikan tangannya. pintu dan jendela-jendela langsung tertutup.
"yang bukan murid baru, silahkan pergi meninggalkan ruangan ini segera jika tidak, maka tunggu hukuman yang menantimu, " ucap Bai Shen sangat tegas.
peringatan tersebut membuat murid senior patuh dan pergi karena mereka tahu hukuman yang diberikan tidaklah ringan, sepertinya guru Bai Shen sedang dalam suasana hati yang buruk karena biasanya dia tidak akan mengeluarkan seorang murid dari ruang kelas sekalipun bukan muridnya.
tapi tiba-tiba seorang gadis berdiri dan mendekati Bai Shen dan berkata, " Kak Bai mungkin kamu akan kesulitan mengajar murid baru, biarkan aku membantumu oke? ".
Liu Chuyu bertanya kepada orang yang ada di sampingnya siapa sebenarnya gadis itu. ternyata gadis itu adalah Peri Alkimia, Xue Ran. yah boleh di katakan mereka berdua, Bai dan Xue dulunya adalah teman masa kecil di waktu sekolah.
Bai Shen menatap lama gadis tersebut dan bertanya siapa dia? apakah dia mengenalnya?. Senyum di wajah Xue Ran membeku, sementara yang lain juga tercengang. siapa Xue Ran? di seluruh akademi pasti mengetahuinya. gadis tercantik di Akademi dan memiliki bakat alkimia yang tinggi.
"Kak Bai pasti bercanda tidak mengenalku kan?, " tanya Xue Ran dengan tatapan penuh arti kearah lelaki itu.
"maaf aku tidak mengenalmu, sekarang kau tinggalkan kelas ini. jangan membuang waktu ku!! " tatapan Bai Shen menjadi tajam menusuk retina Xue Ran, Xue Ran terkejut dan menatap tak percaya lalu berlari pergi meninggalkan ruang kelas dalam keadaan malu dan kecewa.
kelas pun dimulai tanpa perkenalan oleh Bai Shen. guru Bai Shen menjelaskan tentang sejarah Alkimia dan tingkatan tingkatan di dalamnya.
"ada yang ingin bertanya? " ucap guru Bai.
Wu Shang mengangkat tangannya dan ingin bertanya tapi dihentikan oleh guru Bai.
"Kau bukan murid baru!, Terima hukumanmu setelah kelas. "
Wu Shang gelisah dan panik, mengapa dia melupakan peringatan tersebut. jika dia tidak bertanya maka dia tidak ketahuan dan akhirnya tidak dihukum.
"yang lain? " tanya guru Bai lagi tapi tidak ada yang bertanya.
__ADS_1
"baik kalau tidak ada yang bertanya maka saya yang akan memberikan pertanyaan. "
"jika kalian memperhatikan kalian akan mengetahui jawabannya. pertanyaannya adalah tanaman apa saja yang telah saya sebut dalam pelajaran tadi?. jika, kalian bisa menjawabnya kalian akan mendapat hadiah. "
Guru Bai kemudian mengeluarkan sebuah tanaman herbal. banyak murid yang tidak mengenali tanaman tersebut dan mereka berpikir itu pasti tanaman langka. sedangkan Liu Chuyu mencibir dalam hatinya bahwa guru Bai ini sangat pelit bahkan rumput hias pun dijadikan hadiah.
setelah guru Bai mengeluarkan hadiah tersebut, semua murid berlomba menjawab pertanyaan tersebut dan tidak ada jawaban yang sempurna. semua siswa telah menjawab kecuali Liu Chuyu. Guru Bai memandang Liu Chuyu yang tenang dan seperti tidak berminat.
"hei kau yang di belakang! " panggil guru Bai kepada Liu Chuyu. "kenapa kau tidak ikut menjawab pertanyaan ku? ".
" menjawab guru Bai, murid hanya tidak ingin. "
'hah jawaban macam apa ini! 'batin guru Bai bergejolak setelah mendengar jawaban Liu Chuyu yang kelewat santai.
"apakah hadiahku tidak menarik? "
Liu Chuyu bingung harus memberitahu yang sebenarnya atau tidak. tapi, tidak mungkinkan seorang Bai Shen tidak tahu jenis tanaman yang di jadikannya hadiah.
"bukan, hanya saja saya tidak mengetahui jenis tanaman apa itu. jika boleh bisakah guru menjelaskannya kepada kami dahulu? "
sudut mulut Bai Shen berkedut dan berkata dalam hati bagaimana dia tahu tanaman apa ini dia hanya asal ambil ketika pergi ke hutan kabut. karena di dalam buku tak pernah disebutkan tentang tanaman ini jadi menurutnya ini adalah tanaman baru dan perlu untuk diteliti lebih lanjut. Bai Shen menatap sekeliling dan mendapati mata memohon para murid agar dia menjelaskan tanaman tersebut.
menghela napas Bai Shen berkata tidak tahu. para murid praktis tidak mempercayai kata-kata Bai Shen. mereka hanya bisa berpikir bahwa mereka salah dengar. Bai Shen tahu bahwa mereka pasti tidak percaya hanya bisa menggelengkan kepala, tak berdaya. tetapi masih ada murid yang sangat optimis diantara mereka.
"iya pasti begitu!!, kita akan menelitinya dan akan mengetahui manfaatnya."
Bai Shen yang mendengar muridnya masih ada rasa optimis dan penuh rasa ingin tahu membuatnya merasa bahagia.
"ehmm, jadi maksudmu jika hadiah yang di tawarkan sesuai minatmu maka kamu akan menjawabnya? tapi bukankah ini kau terlalu percaya diri? "
murid yang lain pun merasa bahwa Liu Chuyu terlalu sombong. Mereka akhirnya menantang Liu Chuyu untuk segera menjawab pertanyaan yang telah di berikan.
Liu Chuyu dengan sabar mendengarkan apa yang mereka katakan dan kemudian berkata, " Bagaimana jika saya bisa? Apa yang akan kalian berikan? "
"Jika kamu benar-benar dapat menjawab dengan benar, maka saya akan memberi kamu uang. " Salah seorang murid berdiri dan berkata.
"Berapa banyak yang bisa kamu berikan? " tanya Liu Chuyu.
Wu Shang tersenyum dan berkata, "aku Wu Shang akan memberimu perak 500 ribu tael."
mendengar Wu Shang berkata seperti itu para muridpun juga mengikuti hingga terkumpul hampir 1 juta tael perak.
karena mereka begitu bersemangat maka dia juga bersemangat dengan berbaik hati memberikan jawaban.
__ADS_1
Liu Chuyu mulai menjawab dengan jawaban yang sangat pas dan juga tutur katanya sangat teratur tidak terlalu cepat atau lambat. para murid dibuat tercengang bahkan guru Bai juga.
Seorang murid berkata, "Aku belum pernah melihat Orang yang ingatanya begitu kuat."
"Aku juga tidak menyangka di kelas kita ada seorang jenius," kata seorang murid yang lain dengan ekspresi terkejut.
Wu shang merasa bahwa dia telah belajar secara sia-sia bertahun tahun sangat banyak yang tidak dia ketahui. saya dulu berpikir saya sangat bagus tapi ternyata saya tidak tahu apa-apa, sekarang saya harus lebih rajin lagi. karena Wu Shang hanya bisa yakin menjawab separuhnya saja.
Liu Chuyu telah selesai mengatakan jawabannya dan dia menadahkan tangannya untuk meminta uang yang dimenangkan dalam taruhan. para murid akhirnya sadar dan memberikannya dalam keadaan tertekan apalagi Wu Shang yang sudah kehilangan 500 ribu tael nya.
Liu Chuyu dengan wajah bahagia mengumpulkan uang tersebut. tetapi, dia agak kesulitan membawanya.
"kau tidak punya tas semesta? " tanya guru Bai.
"tidak, " jawab Liu Chuyu sembari menggeleng.
"ini ambil untuk mu," kata guru Bai sambil melemparkan tas semesta.
tanpa banyak pikir Liu Chuyu mengambil tas itu dan memasukkan semua uang kedalamnya.
"baik, karena kelas sudah selesai. guru Bai terimakasih atas pengajaran anda, " kata Liu Chuyu dengan senyum di wajahnya kemudian pergi dari kelas.
di perjalanan Liu Chuyu membayangkan jika dia dapat menghasilkan uang secepat ini maka dia akan menjadi wanita kaya raya.
"Apa yang sedang kamu pikirkan? " ucap seseorang pria.
"Aku sedang berpikir —" belum sempat Liu Chuyu menjawab dia telah di bawa kedalam pelukan pria itu.
Grebb..
Dia menariknya kedalam pelukannya.
"Apakah kau merindukan ku? "
Liu Chuyu ingin protes. "Tidak," bisiknya pelan. Tapi Feng Che tahu Liu Chuyu tidak akan mau mengatakan yang sebenarnya. Jika dia ingin Liu Chuyu mengungkapkan perasaan, sebenarnya hanya ada satu cara. . . yaitu dapatkan kepercayaannya sepenuhnya.
Feng Che tersenyum geli melihat sikap gadis dihadapannya ini, ia bergerak membalikkan Li Chuyu menghadapnya.
Note :
Semua alur dalam cerita ini hanya fiksi. Jika ada kesamaan nama, kejadian dan sebagainya itu tidak disengaja.
❤
__ADS_1