
Feng Che tersenyum geli melihat sikap gadis dihadapannya ini, ia bergerak membalikkan Li Chuyu menghadapnya.
"Ada apa?" tanya Chuyu memandang heran Feng Che.
Feng Che yang tampak serius, dalam senyumnya dia berkata: “Chuyu, aku sangat menyayangimu. Sejak awal kita bertemu sampai sekarang bahkan mungkin selamanya aku selalu jatuh cinta denganmu. dari hari ke hari rasa sayangku tidak berkurang sedikitpun tetapi malah bertambah. Aku selalu khawatir dan takut kau terluka, tetapi aku selalu mendukung semua keputusanmu dan berusaha melindungi mu.”
Setelah mendengar kata-kata tersebut, mata Liu Chuyu berkaca-kaca dan air mata jatuh dengan pelan di pipi nya. dia kemudian langsung memeluk Feng Che dengan erat.
"Feng Che...apakah kau bisa dipercaya? "
"hanya hati mu yang dapat menilai hal tersebut, tapi aku sangat yakin bahwa aku dapat dipercaya haha. "
Liu Chuyu memukul pelan bahu Feng Che.
"kau terlalu percaya diri. "
"karena aku seseorang yang benar-benar mencintaimu dengan tulus, jadi aku akan terus berjuang buat mendapat kepercayaanmu. "
karena pernyataan dan semua hal yang yang telah dilakukan Feng Che untuknya serta hati yang memang sudah tergerak, Liu Chuyu akhirnya membuka hatinya kepada Feng Che.
sedangkan di lain tempat yang sangat jauh... di mana terlihat seperti pulau yang melayang di angkasa di kelilingi awan putih...
"Hal pertama yang harus saya perjelas adalah bintang Dewi telah muncul dan menjadi semakin terang," kata seorang pria berjubah biru yang wajahnya tidak terlihat.
bintang dewi yang muncul adalah bintang sang dewi bulan yang mengalami bencana saat perang antara dewa dan iblis. kebangkitannya menjadi sesuatu yang ditunggu alam semesta. banyak mitos beredar bahwa sang dewi dibunuh oleh kekasihnya sendiri, tapi itu hanya mitos, para dewa pendahulu mengetahui alasan sebenarnya dari kematian sang dewi tapi tak berniat menceritakan sebenarnya.
"Aku tidak tahu apakah ini akan menjadi kabar baik atau kabar buruk, " kata salah seorang dewa senior.
"kenapa? "
"jika sang dewi bangkit, maka orang itu juga bangkit. "
"Siapa? "
"Diam!!!! " teriak pria berjubah biru tersebut kepada para dewa.
"aku akan memperingatkan kalian bahwa tidak ada yang dibolehkan ikut campur dengan takdir sang dewi, " lanjutnya.
"Baik Dewa Bintang!! "
ternyata pria berjubah biru itu adalah sang dewa bintang, Xing Shen yang ahli meramal dalam klan dewa.
selain itu di lain tempat ...
"apakah kau yakin dewa perang akan bangkit? "
"benar putri... hamba telah meramal dan melihat bintang dewa perang bersinar. "
"haha bagus!!, cepat kita harus bergegas mencari reinkarnasinya! "
__ADS_1
"baik putri, hamba pamit. "
"Xiao Feng kali ini kau pasti akan menjadi milikku! " ucap sang Putri dengan aura jahat disekitarnya.
Tangannya gemetar saat mencengkeram roknya. "Kau bilang kau tidak akan menikah denganku. Aku bersumpah kau akan menikah denganku di kehidupan ini."
______________________________________________
"kalian sedang apa? "ucap Liu Chuyu ketika mendapati teman-temannya ada di depan pintu.
Xiao An berdehem karena malu, melirik Liu Chuyu sebentar.
Lan Yi pura-pura membersihkan bajunya. "Nona ini sudah larut. Xiao An dan aku akan pergi. kami akan melapor besok pagi."
setelah mengatakan itu mereka lari.
" Aneh. "
"Apakah aku terlihat aneh?" Dia melirik ke Feng Che di samping untuk memastikan apakah ada sesuatu di wajahnya.
Feng Che menemukan wanitanya sangat imut dan polos.
"tidak, merekalah yang aneh. "
" hmmm... apa sebenarnya yang ingin mereka katakan? "
Feng Che tiba-tiba mendapat ide licik dan berkata kepada Liu Chuyu bahwa dia mengetahui apa yang ingin disampaikan oleh mereka kepadanya.
tanpa berkata apa-apa Liu Chuyu langsung mencium Feng Che di pipinya. yang membuat Feng Che terdiam melongo karena tidak menyangka Liu Chuyu akan melakukan yang dia minta.
Liu Chuyu tertawa melihat reaksi Feng Che yang sangat lucu. "jadi apa yang ingin mereka katakan? "
"Aku terkejut, istriku sekarang menjadi sangat menggemaskan. "
"kembali ke poin utama! "
"Mereka dan saya menemukan sebuah terowongan dari Akademi yang menuju
sampai ke laut kemarin."
"terowongan?... apa yang ada didalamnya? "
"entahlah kami tidak masuk terlalu jauh karena sebagian besar trowongan terisi air laut. "
entah mengapa Liu Chuyu merasa akrab dengan terowongan tersebut, dia merasa pernah kesana tapi tidak ada ingatan dari Liu Chuyu yang dulu tentang terowongan. Ketakutan mengencangkan dadanya saat dia mulai memikirkan terowongan tersebut.
"Chuyu? kamu kenapa? muka mu sangat pucat... ayo duduk dulu. " Feng Che yang khawatir memapah Liu Chuyu untuk duduk kemudian memberikannya segelas air.
Feng Che khawatir dengan keadaan Liu Chuyu. Ini adalah pertama kalinya dia melihatnya ketakutan dengan muka pucat pasi.
__ADS_1
"Aku baik-baik saja."
"Tidak, Kamu tidak."
"Ya, saya," Chuyu bersikeras.
Pandangan Feng Che jatuh ke kakinya. “pakaian mu terlalu tipis, pakailah pakaian lebih tebal agar kamu tidak kedinginan. "
Liu Chuyu mengatur napas. karena dia telah spenuh hati menerima Feng Che, dia tidak akan menyembunyikan apapun.
“Aku juga tak tau kenapa aku merasa ketakutan mendengar terowongan itu, sebelumnya tidak begini.” Liu Chuyu berkata dengan sungguh-sungguh. Ketakutan ini membuat berkeringat dingin dan membasahi gaunnya.
"Aku percaya padamu, aku akan melindungi mu."
"tidak, aku akan memeriksa terowongan itu dan menaklukkan ketakutan ku. aku tak mungkin bergantung padamu selamanya. "
"hmm baiklah semua terserah padamu. "
***
keesokan harinya pelayan tuan Qin datang ke kediaman Liu Chuyu dan memberitahu bahwa obat sudah dikumpulkan dan perawatan sudah bisa dilakukan.
"baiklah aku akan kesana. " Liu Chuyu kemudian mengambil sebuah kotak yang nantinya sebagai peralatan kedokterannya agar ruang dimensi tidak di ketahui oleh orang banyak.
sesampainya di kediaman kepala akademi. Liu Chuyu mulai meramu obat tersebut menjadi bentuk pil, total Liu Chuyu membuat ada 5 pil.
"baiklah aku akan mulai perawatan, tolong kalian semua keluar sebentar. "
"tapi nona Chu, apakah aku boleh tinggal. aku tidak akan mengganggu mu, " pinta tuan Qin.
"tidak." tegas Liu Chuyu tanpa tawar menawar.
mereka akhirnya keluar, yang tersisa diruangan hanya Liu Chuyu dan Qin Hua.
"minum ini. " Liu Chuyu memberi sebuah botol yang berisi cairan berwarna biru kepada Qin Hua. tanpa curiga Qin Hua langsung meminumnya. tak lama kemudian dia perlahan kehilangan kesadaraannya.
"baiklah saatnya mengambil manik roh itu, Xiao He apa kau siap? "
"saya siap Tuan, " jawab Xiao He.
Liu Chuyu kemudian mengarahkan dengan lembut energi roh nya untuk memasuki tubuh Qin Hua. Manik roh dalam tubuh Liu Chuyu bergetar menahan gembira bertemu dengan manik roh yang lain. ternyata menarik manik roh sangat sulit. muka Liu Chuyu pucat dan penuh keringat dia mengerahkan semua kekuatannya untuk menariknya.
"Tuan, karena manik roh sudah lama dalam tubuh bocah ini. dia sudah berakar... untungnya dia tidak mengembangkan kecerdasaanya, " ucap Xiao He.
"hmm aku memang beruntung... "
setelah waktu yang lama akhirnya Liu Chuyu berhasil menariknya keluar.
"Xiao He! sekarang! "
__ADS_1
ketika manik roh keluar itu langsung di bawa Xiao he kedalam ruang dimensi.
Bersambung.....