
3 hari berlalu di lalui Liu Chuyu dengan tenang pencarian kucing pun sudah di temukan. murid yang terkena infeksi juga telah memulih.
kucing tersebut di bawa Liu Chuyu dan dia obati agar menjadi tenang tidak asal menggigit orang lagi.
Liu Chuyu yang sekarang ini sedang menyamar sebagai Tuan Chu duduk mengikuti perjamuan yang diadakan oleh Tuan Zhou untuk merayakan kesembuhan putranya.
"yuer cepat berterimakasih kepada Tuan Muda Chu "
"Tuan Muda Chu sangat berjasa untukku. anda telah menyelamatkan hidupku" ucap Zhou Siyue sambil membungkuk hampir membentuk sudut 90 derajat.
"Tuan Muda Zhou jika anda seperti ini malah membuat saya tidak enak"
Patriak keluarga Zhou memandang Liu Chuyu dengan puas. Biarpun memiliki keahlian dan masih muda tapi juga mempunyai sifat yang terpuji lagi bijaksana.
"haha mari-mari kita bersulang untuk dermawan kita Tuan muda Chu"
"haha benar, Keterampilan medis Tuan Chu memang sangat bagus"
para Tuan itu berdiri mengangkat cangkir arak mereka untuk bersulang. akan tetapi Liu Chuyu malah mengangkat cangkir tehnya.
"maafkan junior karena mengganti arak dengan teh semoga para senior memakluminya "
"Ah.. benar kau seorang dokter. tidak masalah mari-mari"
Malam itu perjamuan berjalan dengan lancar.
----------------------------------------🕸----------------------------------------
di dalam sebuah kereta kuda duduk seorang pemuda yang sangat dikenal Liu Chuyu yaitu Tuan Muda Qin. Tuan muda Qin melakukan perjalanan menuju akademi Tianyuan setelah mendapatkan berita bahwa Liu Chuyu berhasil mendapatkan juara pertama dalam ujian Akademi.
"Tuan muda memang memiliki visi yang bagus tidak disangka Nona Liu yang awalnya dianggap tidak berguna dapat memenangkan ujian Akademi"
"kau salah bukan aku, tapi dia yang sengaja mendekatiku karena penyakit ini. jadi tak mungkin dalam keadaan biasa aku akan berkenalan dengannya"
pengawal itu kaget akan perkataan tuan mudanya. jadi bukankah mereka harus waspada dengan Nona Liu karena dengan sengaja mendekati tuan muda.
"kau jangan berpikir macam-macam, Nona Liu adalah orang baik. kalau pun dia punya niat jahat dia tidak akan menyusahkan dirinya sendiri"
pengawal itu pun tak lagi membahas Liu Chuyu tapi bertanya apakah tuan muda ingin istirahat dulu karena ini sudah kelewat malam. Tuan muda Qin mengiyakan. akhirnya mereka membangun tenda sederhana untuk istirahat.
Liu Chuyu telah kembali ke kamarnya kemudian Lan Yi datang membawa pesan bahwa Tuan Muda Qin tengah melakukan perjalanan menuju Akademi.
"ah iya Tuan muda Qin hampir saja aku lupa, Lan Yi perintahkan beberapa pasukan mu untuk mengawalnya secara diam-diam"
"baik Nona"
"Lan Yi bagaimana perasaan mu setelah masuk ke Akademi"
"terimakasih kepada Nona karena telah memberikan Lan Yi kesempatan ini, Lan Yi akan terus berusaha menjadi lebih kuat agar dapat selalu bisa membantu Nona"
__ADS_1
"bagus kau sangat keren, tapi ingat aku paling tidak suka penghianatan apalagi penghianatan dari seseorang yang sudah ku anggap sebagai keluarga"
Nonanya idolanya menganggapnya keluarga mana mungkin dia akan memiliki pikiran menyimpang seperti itu dia lebih baik mati daripada harus berkhianat.
"Nona yakin Lan Yi akan selalu setia kepada Nona"
"baik kembali lah kekamarmu sebelum ada orang yang curiga"
"Chuyu kau sangat berani memasukkan laki-laki lain ke kamar mu, untung dia bawahan mu kalau tidak hidupnya akan segera berakhir"
suara tajam itu masuk keterangan Liu Chuyu membuatnya terkejut.
"Kau? kenapa kau selalu muncul disini? "
"karena kau ada disini"
'hah jawaban apa itu, tunggu kenapa seperti ada bau darah? '
"kau terluka? " tanya Liu Chuyu menatap Feng Che menyelidik.
"kau terlalu pintar padahal aku sudah menyembunyikannya haha"
"yah aku juga tak tahu kenapa penciuman ku menjadi sungguh tajam"
Liu Chuyu mengambil kotak obat di bawah ranjangnya dan menarik Feng che agar duduk di tepi ranjang.
"dimana Luka mu? "
"sepertinya sudah diobati dan juga tak memerlukan jahitan"
"kau obati kembali"
"hah tapi... "
"tak Apa"
"baiklah"
Liu Chuyu kemudian membersihkan luka menggunakan cairan Alkohol yang telah di buatnya. setelah itu dia mulai mengoleskan obat dan terakhir membalut dengan perban.
"kenapa kau bisa sampai terluka? " setau Liu Chuyu Feng Che merupakan orang terkuat yang pernah ditemuinya jadi siapa orang yang bisa melukai Feng Che berarti lebih kuat.
"kau mengkhawatirkan suamimu? " goda Feng Che.
"si.. si.. siapa!! tolong serius"
Feng Che berhenti tertawa dan mulai serius. dia menjelaskan bahwa dia sedang melakukan sesuatu hal dan belum saatnya Liu Chuyu untuk tahu.
"Hal ini ku lakukan agar Kau tetap aman"
__ADS_1
"aku bisa menjaga diriku sendiri"
"kau sudah lelah, sebaiknya cepat beristirahat. sampai jumpa istriku" Feng Che pun segera pergi.
Liu Chuyu menghela nafas. dia merebahkan dirinya di atas ranjang hampir memejamkan mata sampai suara Xiao He membuatnya kembali terjaga.
"ada apa? "
"Tuan ingatan ku telah muncul! " seru Xiao He dengan gembira karena dengan ingatan yang lengkap dia dapat membantu Tuannya.
Liu Chuyu segera masuk kedalam ruang dimensi dan melihat sekitarnya bukan lagi hanya sebuah gubuk bobrok. Kadang obat juga penuh dengan obat-obatan.
Xiao He berlari menghampiri Tuannya dan meloncat kedalam pelukan Chuyu. Liu Chuyu menurunkan Xiao He dan bertanya ingatan apa yang dia peroleh.
Xiao He menjelaskan bahwa tungku yang telah diperoleh Liu Chuyu dapat di gunakan saat pertarungan dulu sang dewi juga menggunakan 5 tungku legendaris waktu perang besar antar Alam.
"Bagaimana Caranya? "
"untuk kekuatan Tuan saat ini hanya dapat menggunakan satu tungku yaitu Tungku giok darah, itu pun ketika kamu terdesak saja karena kekuatan yang belum cukup"
"berapa lama kira-kira aku dapat menggunakannya? "
"Kira-kira hanya 5 menit"
"itu cukup untuk menjadi penyelamat jiwa di saat kritis"
"jadi bagaimana aku bisa menggunakannya? "
"ini tuan semuanya ada dalam buku ini" Xiao He menyerahkan buku tipis yang berisi beberapa halaman dan sepertinya ini buku tergolong cukup lama.
"Tuan ini buku di tulis oleh saksi yang melihat dewi menggunakan ke 5 tungku, jadi ini hanya sebagian"
"tak apa, terimakasih Xiao He"
"Tuan... tuan " Bái Tùzî datang sambil melompat-lompat.
Liu Chuyu mengangkat Bái Tùzî dan memeluknya.
"kau kelihatannya menggendut, tapi ini lebih baik bulu-bulumu menjadi lebih halus dan enak di peluk"
Bái Tùzî juga senang tinggal disini banyak makanan yang dapat dia makan.
sambil menegelus Bái Tùzî Liu Chuyu bertanya apakah dia ingin melihat dunia luar? . benar saja Bái Tùzî sangat bersemangat mendengarnya. biarpun di ruang dimensi sangat tenang dan nyaman tapi kerinduan hatinya kepada dunia luar lebih mendominasi.
"ayo kita keluar, Xiao He aku keluar dulu"
"Baik Tuan"
...Note :...
__ADS_1
...Semua alur dalam cerita ini hanya fiksi. Jika ada kesamaan nama, kejadian dan sebagainya itu tidak disengaja....
...❤...