
Lin Yao terkejut melihat pangeran Feng di sini.
Lin Yao bangkit dengan di bantu murid lain.
"uhukk... yang mulia pangeran Feng" sapa Lin Yao kepada Feng
"hmphh" dengus Feng kepada Lin Yao.
"yang mulia apa kesalahan ku shingga kau memukulku"
"kau mengganggu wanita ku"
Lin Yao terkejut apakah Liu Chuyu tapi sangat tidak mungkin. bukankah pangeran Feng tidak pernah dekat dengan seorang wanita.
"wanita mu? Liu Chuyu. tapi yang mulia aku hanya menerapkan aturan akademi dengan memberikan peringatan kepadanya agar tidak menindas murid yang lain"
"Kau punya bukti? "
"punya, Liu Chuyu telah menindas Luo Fei Fei dan hal itu disaksikan oleh para murid. cepat panggil saksi kemari"
murid yang lain mulai melirik satu sama lain dan tidak ada yang maju. Lin Yao gelisah kenapa murid itu tak datang juga. apa ini apakah ia sudah di bohongi.
"kakak Lin murid yang kau maksud tidak ada disini" bisik salah satu murid kepadanya.
"apa!!! ". kenapa bisa seperti ini.
" kalau begitu cepat panggil Luo Fei Fei kemari"
"baik"
tak lama kemudian Luo Fei Fei datang.
"kakak Lin ada apa kau memanggilku kemari? "
"fei'er cepat beri salam dulu kepada yang mulia " ujar Lin Yao mengingatkan Luo Fei Fei.
"ah maafkan hamba yang mulia" ucap Luo Fei Fei selembut mungkin. tapi sayang pangeran Feng tak meliriknya sedikitpun.
"fei'er jelaskan kepadaku apakah kamu benar-benar di intimidasi oleh Liu Chuyu di kelas? "
Luo Fei Fei terkejut bagaimana Lin Yao tahu permasalahannya tapi ini merupakan kesempatan untuk membalas Liu Chuyu terlebih disini ada pangeran Feng.
Luo Fei Fei menggigit bibirnya dan melihat ke lantai. Lin Yao berkata bahwa dia jangan takut untuk berkata jujur. di bawah bujukan Lin Yao, Luo Fei Fei menganggukkan kepala.
“Hmph. anda lihat sendiri yang mulia,” lanjutnya, “fei'er jangan takut, aku akan memberikan keadilan untukmu"
"buktimu hanya dia? , tolong panggil guru kemari biar dia menjelaskan"
guru Lu datang dan melihat banyak murid berkumpul disana.
__ADS_1
"ada apa sebenarnya ini kenapa kalian semua disini dan bukannya berlatih"
Lin Yao menghampiri guru dan mengatakan bahwa dia sedang menghukum murid yang menindas sesama murid.
"mana murid itu bawa kehadapan ku sekarang juga"
"guru murid itu didalam sedang tidur"
"apa!! sangat tidak tahu aturan, siapa dia? "
"dia Liu Chuyu"
"apa? Chuyu? apakah yang kamu katakan ini benar" guru Lu terkejut karena tidak mungkin Chuyu mempunyai sifat seperti itu.
"guru benar, kamu tanyakan saja ke fei'er"
"fei'er? kapan kamu di tindas oleh Chuyu? " tanya guru Lu dingin dan menatap Luo Fei Fei tajam.
sedangkan Luo Fei Fei yang di tatap seperti itu sangat gugup dan berkeringat dingin, dia tetap diam.
"dia menindas fei'er saat kelas pertama berlangsung" ucap Lin Yao.
dalam hati Luo Fei Fei mengutuk Lin Yao yang memiliki mulut ember.
Mengangguk, Guru Lu sekarang paham. "Sangat baik, Apa yang akan kamu katakan Luo Fei Fei!!!."
"guru lu apa yang kamu lakukan? fei'er sangat ketakutan"
Luo Fei Fei tersentak saat tatapan tajam pangeran Feng melirik ke arahnya. dia langsung menjatuhkan kakinya untuk berlutut.
"guru maafkan saya, saya sebenarnya tidak ditindas Liu Chuyu. tapi saya kesal karena dikalahkan olehnya makanya saya melakukan ini. tolong guru mengampuni murid ", Luo Fei Fei sampai bersujud di hadapan Guru Lu. tapi didalam hatinya terus memarahi Liu Chuyu yang telah mempermalukannya sebanyak 2 kali. dia berjanji bahwa dia akan membalas penghinaan yang di terimanya kepada Liu Chuyu.
“karena kamu telah mengakui kesalahan mu maka hukaman mu akan diperingan dengan menyalin Aturan akademi sebanyak 50 salinan dan untuk Lin Yao karena tidak melakukan penyelidikan dengan teliti maka kamu akan di hukum tak boleh keluar dari kamar dan menyalin aturan akademi sebanyak 50 salinan”
mereka tak punya pilihan hanya bisa menerima dengan pasrah hukuman tersebut.
“Cukup!, sekarang kalian bubar semuanya”
semua orang bubar kecuali Feng Che. Guru Lu pun bertanya kenapa dia tak kembali juga.
"aku ingin menemui istriku"
"hah siapa? "
"Liu Chuyu "
"apa!! "
murid kebanggaannya dengan bakat dan potensi besar menjadi istri anak nakal ini, oh Tuhan dia tidak rela. setelah ini dia harus menasehati Chuyu dengan benar-benar agar tak salah memilih laki-laki.
__ADS_1
...------------------------------✨------------------------...
Liu Chuyu terbangun karena udara dingin yang merembes masuk dari celah-celah kamarnya. dia merapatkan selimutnya dan meringkuk mencari rasa hangat.
tetapi guling ini terasa berbeda, kenapa lebih hangat dan kekar. Liu Chuyu membuka matanya dan pemandangan yang indah menyambutnya. seharusnya dia menendang pria ini dari ranjangnya tapi hatinya tak berkata seperti itu.
Liu Chuyu menatapnya. Dia adalah pria paling tampan yang pernah dilihatnya. Bahunya yang lebar memenuhi jubah yang dia kenakan, tetapi wajahnya anggun dan halus, seperti pohon willow di musim semi. rambutnya panjang dan lurus, jatuh jauh melewati bahunya, dan berwarna hitam pekat , warna Arang.
"sudah puas menatapku, sayangku.” Suaranya berbisik.
"Itu kamu..." Aku menelan ludah. Di hadapannya, seolah-olah aku tidak bisa berbohong. Atau mungkin aku tidak ingin berbohong padanya.
Mulutnya terangkat, senyum mengembang di bibirnya. kemudian dia mencondongkan tubuhnya, menanam ciuman lembut di pipiku.
aku terkejut tapi juga dapat pulih dengan cepat langsung saja ku pukuli dia dan menyuruhnya untuk keluar dari kamarku. Feng che mengalah dan pergi keluar.
...----------------------------✨------------------------...
sedangkan ditempat lain terjadi perdebatan.
"fei'er apa yang sebenarnya terjadi? " tanya Lin Yao.
Luo Fei Fei tetap diam, dia sangat kesal kepada Lin Yao tak berguna ini. gara-gara dia dirinya dapat hukuman.
tanpa memperdulikan Lin Yao, Luo Fei Fei pergi kembali ke kamarnya.
sesampainya di kamar Luo Fei Fei dikejutkan dengan kehadiran seorang perempuan misterius.
Wanita itu menurunkan kerudungnya dan memperlihatkan wajahnya. Kulitnya pucat seperti salju, rambutnya sehitam batu bara, dan matanya sehijau hutan. Kecantikannya yang langka namun masih dibawah kecantikan Liu Chuyu.
"siapa kamu!!! " teriak Luo Fei Fei
perempuan itu tetap diam dan mendekat ke Luo Fei Fei. Luo Fei Fei ingin menyerang tapi dia tak mampu bergerak.
"jangan buang tenagamu, kau tak akan bisa bergerak tanpa izinku" ucap wanita itu membuat Luo Fei Fei sangat ketakutan.
"si... siapa kamu, a.. apa yang kau inginkan darimu? " ucap Fei Fei ketakutan. kenapa hari ini dia sangat sial pikir Luo Fei Fei dalam hati.
"kalau yang ku inginkan nyawamu apa kau akan memberikannya? "
"a.. apa!!?, Tidak tolong ampuni aku!! aku akan melakukan apapun untukmu asalkan kau tidak jangan ambil nyawaku"
"aku pun tak tertarik tapi aku memang punya sesuatu yang harus kau lakukan dan jika kau berhasil aku akan mengampuni nyawamu"
"aku bersedia...aku bersedia melakukannya "
...Note :...
...Semua alur dalam cerita ini hanya fiksi. Jika ada kesamaan nama, kejadian dan sebagainya itu tidak disengaja....
__ADS_1
...❤...
...👍😊bantu vote, like dan comment ya 😄👍...