
Liu Chuyu beserta Xiao An dan Lan Yi, pulang ke kediaman Liu Chuyu di keluarga Liu, Pavillion Bulan.
Liu Chuyu meminta Xiao An untuk mengatur tempat tinggal untuk Lan Yi. Lan Yi juga disuruh untuk membersihkan diri. setelah mengatur hal tersebut Liu Chuyu kembali ke kamar dan memasuki ruang dalam kalungnya.
" cepat keluar, jangan sampai saya yang seret kamu keluar", ujar Liu Chuyu tegas. lalu sesosok anak kecil terlihat keluar dari balik belakang gubuk tua. dia berjalan perlahan ke arah Liu Chuyu dan menunduk takut.
Liu Chuyu memandang anak kecil ini kira-kira berumur 5 tahun, padahal kenyataannya sudah berumur ribuan tahun.
"akhirnya kau keluar juga, apakah kau pemilik tempat ini?", tanya Liu Chuyu.
"bukan," jawabnya pelan
"Lalu kamu siapa ? dan tempat apa ini?"
"aku...aku roh penjaga alat dan tempat ini ialah dimensi ruang dari Manik Menara Roh dan pemiliknya yang baru adalah anda"
"Ha...aku???, jelaskan apa itu Manik Menara Roh".
setelah mengatakan hal terswbut Liu Chuyu masuk kedalam gubuk dan duduk diatas kursi. setelah duduk Liu Chuyu menyuruhnya untuk melanjutkan penjelasan tentang Manik Menara Roh.
"Manik menara roh sebenarnya merupakan kumpulan dari 9 manik roh yang ada didunia, manik-manik ini dulunya dikumpulkan oleh seorang dewi dan dibuatnya sebuah kalung yang sekarang sedang anda pakai tapi kakung yang sekarang hanya ada manik roh api sehingga ruang didalamnya sangat gersang dan hanya dapat memunculkan gubuk tua ini, jika semua manik roh dikumpulkan maka luas tempat ini akan bertambah dan juga menara roh akan bangkit"
(visualisasi kalung manik menara roh)
"hmm jadi begitu, baik nanti jika aku ada waktu akan ku cari manik roh yang lainnya. sekarang aku ingin istirahat dulu"
setelah mengatakan hal itu Liu Chuyu kembali ke kamarnya dan tidur.
keesokan harinya, Xiao An membangunkan Liu Chuyu tetapi Liu Chuyu sangat susah dibangunkan. Akhirnya xiao an menyerah mungin nonanya sangat kelelahan setelah berjalan di pasar kemarin.
sedangkan di kediaman cabang kedua keluarga Liu terjadi kekacauan nona mereka, Liu Ying sangat marah dan mengamuk memecahkan barang-barang yang ada di kamarnya.
"arghh...kenapa sampah itu masih belum mati!!, padahal saat itu pengawal rahasia kakek sedang tidak ada untuk menjaga si sampah, Chuyu. tapi kenapa masih gagal"
melihat kekesalan nonanya sang pelayan pun maju untuk menenangkannya,
"Tenang nona, cepat atau lambat dia pasti akan dilenyapkan, putera mahkota tidak akan mau menikah dengan sampah itu"
__ADS_1
"kau benar, bagus sangat bagus akhirnya perasaan nona ini kembali bahagia, Putera Mahkota pasti akan menjadi suamiku dan aku akan menjadi Puteri Mahkotanya"
"benar nona selamat"
"haha ayo kita kunjungi dia"
Liu Ying dan pelayannya berjalan menuju kediaman Liu Chuyu, pavilliun bulan. melihat luasnya halaman yang dimiliki Liu Chuyu membuat cemburu Liu Ying. dia tidak mengerti mengapa kakeknya sangat menyayangi Liu Chuyu si sampah ini yang hanya Cantik tapi tak punya kekuatan. sedangkan dia, Liu Ying memiliki akar roh air , level 3 roh asal, murid dari sekte terkenal tapi kenapa kakeknya tak pernah memandangnya. huh ini semua pasti karena hasutan Liu Chuyu yang berpura-pura lemah dasar wanita rubah yang hanya dapat mengandalkan kecantikan Aku tak terima!!!.
Liu Ying mulai berakting seperti saudara yang mengkhawatirkan saudaranya.
"Kakak Chuyu, aku Liu Ying. Aku dengar kakak kemarin terjatuh dalam danau, aku sangat khawatir bolehkah aku masuk kak?", ucap Liu Ying lembut di depan pintu kamar Liu Chuyu.
"....". tidak ada sahutan dari dalam.
"kakak kenapa tidak menjawab apakah kakak baik-baik saja?, aku sangat khawatir aku akan masuk kedalam kamarmu kak maafkan aku menjadi lancang", Teriaknya khawatir tapi tak ada ketulusan dalam matanya yang ada hanya kilatan licik.
Liu Ying ingin melangkahkan kakinya dan mendorong pintu didepannya tapi dihalangi oleh xiao an yang baru datang.
" Mohon maaf nona kedua, Nona pertama sedang tidur dan dia berpesan kepada saya agar tidak ada yang mengganggunya"
tapi tiba-tiba saja pelayan di belakang Liu Ying menarik tangan Xiao an dan menampar xiao an.
Liu Ying melirik sekilas dan acuh tak acuh, pelayan tersebut paham apa yang dimaksud nonanya jadi dia mengangkat tangannya bersiap untuk menampar xiao an tapi sebelum tamparan itu mendarat di pipi xiao an yang telah bengkak akibat tamparan pertama tadi, sebuah suara lembut tapi tegas semacam mengandung kekuatan misterius yang membuat orang terhenti untuk sementara.
"Siapa yang membuat keributan di kediaman dan mengganggu tidur nona ini". pintu pun terbuka dan keluarlah seorang wanita cantik dengan pakaian sederhana tanpa hiasan rambut, wajahnya tanpa polesan sehalus batu giok, bibirnya yang merah semerah bunga mawar membuat siapa saja yang melihatnya tidak akan berkedip.
"Xiao an kemari!!", xiao an melepaskan cekalan tangan pelayan tadi dan beerjalan menghampiri nonanya.
"Apa yang terjadi, bukankah sudah nona ini katakan bahwa nona ini ingin tidur sehingga dilarang untuk masuk dan membuat keributan dikediaman nona ini"
sebelum xiao an menjawab dia sudah didahului oleh Liu Ying.
"kakak mohon maafkan Liu Ying, Ying-er hanya khawatir dengan keadaanmu jadi stelah ada waktu bebas bergegas untuk kemari". 'waw bagus sekali sandiwaranya jika saja Liu Chuyu yang dahulu mungkin sangat percaya kepadanya tapi tidak dengannya apalagi dia sudah punya bukti bahwa si Liu Ying ini yang mendorong Liu Chuyu kedalam air' ucap batin Liu Chuyu sambil memerhatikan Liu Ying.
"Aku bisa saja memaafkanmu tapi tidak dengan pelayanmu berani sekali dia menampar orang-orangku"
"xizi cepat minta maaf kepada kakak", perintah Liu Ying kepada pelayannya.
xizi menghadap Liu Chuyu dan sedikit menundukkan kepala untuk meminta maaf.
__ADS_1
"Nona pertama hamba mohon maaf karena telah lancang"
"minta maaf dan berlutut kepada Xiao An!!!"
Liu Ying dan pelayannya terkejut sedangkan xiao an menatap haru dan bahagia kepada nonanya, sekarang nonanya tidak lemah lagi dan tidak mudah percaya omongan nona kedua"
" kenapa diam!!, Liu Ying pelayanmu sepertinya tidak mau melakukannya, apakah begini ajaranmu hehe?"
"kak bukan seperti itu tapi apa tidak terlalu berlebihan untuk berlutut kepada seorang pelayan?"
"hmm berlebihannya ya baiklah kalau begitu"
Liu Ying tersenyum," Terimakasih karena kakak telah memaafkanku, yinger mohon izin kembali ke kediaman"
"hei! nona ini belum selesai bicara kalau dia tidak mau berlutut dia harus menerima tamparan seperti yang telah dilakukannya kepada xiao an bagaimana?, adil bukan?"
senyum diwajah Liu Ying membeku, wajahnya memerah manahan amarah, "kakak!!"
"kenapa kau marah?, harusnya nona ini yang marah kau masuk tanpa izin, membuat keributan dan memukul pelayanku, nona ini sudah memberimu solusi tapi kau tidak mau hehe. sekarang ku beri kau dua pilihan berlutut atau ditampar? haha"
"Kau!!!", tunjuk Liu Ying kepada Liu Chuyu. Liu Ying yang hampir kehilangan kendali ditenangkan oleh pelayannya untuk tidak gegabah karena masih ada pengawal rahasia milik sang kakek yang ditugaskan untuk menjaga Liu Chuyu.
"Baiklah kalau begitu, xizi kau meminta maaf dan berlutut kepada Xiao An.
"baik nona"
xizi pun berlutut dan meminta maaf kepada xiao an.
"bagaimana xiao an kamu memaafkannya atau tidak itu terserah kamu," ucap Liu Chuyu tersenyum.
"emm nona pipiku sangat sakit karena tamparan tadi jadi saya belum bisa memaafkannya kecuali dia juga saya tampar barulah saya akan merasa lega"
"silahkan tampar dia seperti dia menamparmu, berani menggertak orang-orangku ku pastikan tidak akan berakhir baik," ucap Liu Chuyu tajam.
xizi pun ditampar oleh Xiao An denfan kekuatan penuh, Liu Ying kembali dengan perasaan marah dan terhina. dia berjanji akan membalas Liu Chuyu dengan pembalasan yang lebih dari yang diterimanya hari ini. tapi dia tidak tahu bahwa Liu Chuyu yang sekarang bukan lagi Liu Chuyu yang dahulu yang bisa dia bodohi.
( visualisai Liu Ying)
__ADS_1