
" Selamat pagi " ujar seorang pria tampan nan gagah memakai baju formal dia adalah Devan samudra lelaki dingin tidak tersentuh tapi hangat pada keluarga "selamat pagi sayang yuk sarapan " ucap sang mamah tersenyum hangat " pagi, mana istri mu Dev " ucap sang papah menatap Devan dengan senyuman " ahh dia sedang bersiap sebentar lagi turun" ucap Devan santai sambil menyeruput kopi nya " selamat pagi mah,pah dan kak Dev maaf aku baru turun" ucap sang gadis berseragam SMA itu " tidak apa² sayang kita sarapan yuk nanti kamu telat lagi " ucap sang mamah lembut " iya mah" sang gadis hanya tersenyum Canggung tanpa diperintah gadis itu mulai melayani sang suami mengambilkan sepotong roti dan mengoles dengan selai kacang kesukaan Devan menaruh diatas piring " terimakasih" ucap Devan tersenyum tipis sang gadis hanya mengangguk kan kepalanya saja dan segera menikmati makanannya setelah selesai sarapan Devan dan gadis itu berpamitan kepada kedua orang tuanya setelah berpamitan mereka meninggalkan rumah Deva mengantarkan gadis itu ke sekolah, sesampainya ditempat tujuan Devan menghadap kearah gadis itu " nanti aku akan jemput kamu " ucap Devan menatap gadis itu dengan senyuman tipis " hmm baiklah aku turun dulu " ucap sang gadis meraih telapak tangan Devan dan menyalaminya lalu turun dari mobil Devan memperhatikan nya hingga masuk gerbang sekolah setelah itu menuju kantornya untuk berkerja.
__ADS_1
...❤️❤️❤️❤️❤️...
__ADS_1
Alexa putri Maharani sering dipanggil lexa yang kini masih duduk di bangku SMA kelas XII terpaksa harus menikah dengan seorang lelaki dewasa berumur 28 THN karna sang kakak perempuan kabur dari pernikahan nya bersama pacarnya karna tidak mau dijodohkan oleh kedua orangtuanya karena tidak mau menanggung malu akhirnya Alexa harus mengganti kan sang kakak walaupun begitu berat lexa harus ikhlas menerima perjodohan itu , "apa yang kau pikirkan" ucap sang sahabat dan membuyarkan lamunannya " hmm tidak ada aku hanya memikirkan mata pelajaran saja " ucap lexa berbohong pada sahabatnya Vania " ohh aku pikir kau memikirkan sesuatu yang rumit" ucap Vania menyeruput minuman nya mereka saat ini berada dikatin menikmati jam istirahat " ohh ya kemarin gue kerumah Loe KK kata pembantu saat ini gak tinggal bersama kedua orang tua Loe sih " ucap Vania membuat lexa terkejut bingung harus menjelaskan bagaimana " kita bicaranya jangan disini mending kita ke belakang sekolah aja gue bakal ceritain sesuatu" ucap lexa menarik tangan Vania untuk berdiri dan mengikutinya " Loe mau ngomong apa kenapa harus dibelakang sekolah" ucap Vania yang mengikuti langkah lexa "udah nanti Loe juga bakal tau" ucap lexa yang terus berjalan menuju belakang sekolah, sesampainya ditempat yang mereka tuju dan duduk di sebuah bangku panjang didekat taman kecil dibelakang sekolah kebetulan suasana saat itu sedang sepi jadi mereka bisa leluasa bercerita banyak hal lexa menceritakan tentang pernikahannya yang terkesan paksaan tapi dia menerima nya karena baktinya kepada kedua orangtuanya " hah jadi Loe udah nikah terus Loe jadi pengantin pengganti gitu " ucap Vania syok dengan penjelasan sahabatnya " iyaa gue juga masih gak percaya kalo gue udah nikah dan bahkan istri orang " ucap lexa menghela nafas pelan " ya kali Loe istrinya demit " ucap Vania bercanda " haess gue serius kali Loe mah sahabat lagi sedih juga " ucap lexa dengan cemberut lucu " hhhhh iya² gue doa'in Loe langgeng terus sama suami Loe, yang jelas bikinin gue ponakan yang banyak ya " ucap Vania menaik turun kan alis nya lexa menabok lengan Vania hingga mengaduh mereka berdua tertawa sambil bercanda lexa sedikit melupakan masalah pernikahan nya yang terbilang mendadak tersebut tak lama bell masuk pun terdengar mereka berdua bergegas masuk kelas
__ADS_1
Dilain tempat Devan saat ini berada diruang nya Devan saat ini memikirkan masalah rumah tangga nya dia juga masih tidak percaya bahwa dirinya harus menikah dengan gadis SMA Bahakan usia mereka bertaut jauh " hmm seperti nya aku harus terbiasa bersama nya aku tau dia masih remaja dan labil apa mungkin dia bisa jadi istri yang baik dan nantinya menjadi seorang ibu yang baik untuk anak anakku,ahh sudalah semoga kau yang terbaik aku akan berusaha membuat mu nyaman bersama ku dan aku berusaha untuk mencintai mu wahai gadis kecil " ucap Devan memperhatikan foto Alexa dilayar handphone nya,tok tok bunyi ketukan pintu " masuk " ucap Devan dingin " maaf tuan mengganggu ini laporan yang anda minta dan juga ini biodata gadis itu " ucap sang sekretaris " oke kau boleh keluar" ucap Devan mengusir sekretaris nya " baik permisi" ucapnya lalu keluar ruangan Devan membuka biodata tersebut dan membaca setiap bagian dan dia tersenyum senang bahwa sang gadis tidak memiliki hubungan dengan siapapun dan lelaki manapun " good girl, seperti nya aku ada peluang untuk mendekati mu ternyata kau tak pernah memiliki seseorang kekasih pantas saja kau selalu malu didepan ku " ucap Devan tersenyum senang dan menutup biodata dan tersebut dan memandang foto gadis kecilnya
__ADS_1