MAHABBAH CINTA GADIS SMA

MAHABBAH CINTA GADIS SMA
05.


__ADS_3

Pagi menyapa jam menunjukan pukul 09:00 dua manusia yang masih berada dibawah selimut tidak terusik dengan deringan ponsel yang terus menyala sejak tadi karena kelelahan dengan aktivitas semalaman yang menguras tenaga mereka bangun kesiangan untung saja hari ini weekend jadi tidak terlalu masalah jika harus kesiangan bangun lexa yang mulai terusik dengan deringan ponsel segera bangun " berisik banget sih" ucap sang gadis meraih ponselnya " hallo " ucap sang gadis tanpa melihat nama sang pemanggil " hallo sayang darimana saja dari tadi Budha hubungi kamu Lo baru diangkat sekarang tumben biasanya langsung diangkat " cerocos sang bundha lexa menjauhkan ponselnya dari kupingnya suara cempreng sang Budha membuat lexa kesal " maaf Bun aku baru bangun " ucap lexa menoleh kearah Devan yang mulai terusik lexa duduk bersandar membungkus tubuh nya dengan selimut dia baru inggat kejadian semalam membuat dia tersipu malu Devan hanya pindah posisi yang awalnya terletang menjadi tengkurap " hah tumben banget kamu jam segini baru bangun " heran sang bundha setahunya lexa perempuan mandiri dan tidak suka terlambat bangun " ahh iya semalam aku menyelesaikan tugas sekolah Bun sampai malam makanya aku terlambat bangun" ucap lexa bohong tidak mungkin dia mengatakan jika semalam dia dibuat melayang oleh Devan pada bundhanya " ohh ya sudah Budha hanya memberi tahu bahwa kakakmu sudah kembali " ucap sang Budha menghela nafas berat " hah serius bunda gak lagi bercandakan " ucap lexa masih belum percaya " Iyya lexa bundha tidak bercanda dan sekarang keadaannya sedang kacau Reno meninggalkannya begitu saja apalagi kakakmu sedang hamil " ucap bundha mulai terisak disebrang telfon lexa yang mendengar itu langsung syok dan menitikan air matanya Devan yang sejak tadi memperhatikan dibuat panik karena istrinya menangis dan segera merebut ponsel lexa " hallo Bun ada apa kenapa lexa menangis, bundha dan ayah baik baik sajakan " ucap Devan merangkul lexa dalam dekapannya merasa khawatir dengan kedua mertuanya " kita baik baik saja Dev hanya saja Karin saat ini sedang hamil dan Reno meninggalnya begitu saja " ucap bundha mencoba menjelaskan kepada Devan " apa Bun Karin hamil dan Reno pergi ini beneran Bun " ucap Devan sama halnya lexa syok dan tidak mengnyaka dengan ucapan sang bundha " iyya Dev sebenernya ayah dan bunda juga masih belum percaya tapi dengan pengakuan Karin sendiri akhirnya percaya apa lagi teks kehamila digegamanya Karin " ucap bundha dengan menghela nafas kasar " ya sudah nanti aku sama lexa akan kesana " ucap Devan mematikan sambungan telepon setelah berpamitan kepada Budha " sayang sudah ya " ucap Devan mengelus rambut lexa pelan yang masih terisak diperlukannya " kak kasihan kak Karin dia harus menanggung semuanya kak " ucap lexa sesenggukan " Iyya nanti kita kesananya melihat kondisi kakakmu " ucap Devan terus menenangkan lexa " Iyya kak " ucap lexa pelan dan menetralkan dirinya agar tidak menangis lagi " dari pada kamu sedih terus mending kita ulangi yang semalam " ucap Devan mengoda lexa agar bisa terhibur " iisss kakak omes banget sih, nanti kalau aku hamil gimana aku kan masih sekolah" ucap lexa khawatir kalau dirinya hamil " itu tidak menjadi masalah kamu masih bisa sekolah walau sedang hamil karena sekolah itu milik papah kamu gak usah khawatir sayang " ucap Devan dengan santainya dan mulai menerjang lexa kembali mengulang kembali kejadian semalam lexa hanya pasrah saja menerima serangan Devan karena itu sudah menjadi kewajiban nya sebagai seorang istri


__ADS_2