
Vania saat ini berada diruang yang entahlah itu ruang apa yang jelas ada seseorang yang saat ini diperhatikan dengan tatapan begitu tajam dan menusuk seseorang itu mulai sadar dari pingsannya dan mengerjakan matanya beberapa kali melihat ruang yang begitu aneh seperti ruang penyiksaan Vania mendekati orang itu dan mencengkram rahang orang itu sangat kuat " apa yang membuatmu gila hingga ingin mencelakai lexa " ucap Vania dingin " hahaha kau tau dia sudah merampas semua kebahagiaanku dan saat ini seharusnya aku yang bahagia di kelurga samudra bukan dia " ucapnya percaya diri Vania tersenyum devil menampilkan sisi gelapnya pada seseorang itu dan tiba-tiba Vania menampar pipi orang itu sangat keras mengakibatkan dia oleng dan terjatuh dari duduknya " harusnya kau berterimakasih padanya karena membuatmu tidak malu atas perbuatanmu dan mengakibatkan berkorban atas dirinya sendiri" ucap Vania dingin dan kasar menjambak rambut orang itu kuat sampai mendongak Vania menatap tajam wanita tersebut" hahaha kenapa aku harus berterima kasih itu memang harus dia lakukan dan seharusnya saat ini dia mundur dan memberikan Devan padaku " ucap orang itu lagi tanpa rasa takut dan bersalah apa yang dia lakukan Vania benar-benar murka dan mengeraskan rahangnya " kau benar benar egois Karin Maharani kau tidak pernah memikirkan bagaimana perasaan Alexa dia adikmu sendiri gara-gara kamu lexa harus berjuang Antara hidup dan mati " ucap Vania begitu marah kepada Karin ya orang yang mencelakai lexa adalah Karin kakak lexa sendiri dan dibantu oleh seorang wanita yang tidak dikenalnya " hahaha kau tau Vania bahkan aku menginginkannya mati " ucap Karin tanpa dosa plak plak Vania terus menampar Wajah Karin tanpa ampun hingga dia puas sampai pipi Karin merah dengan tamparannya andai itu bukan kakak Alexa sudah dia bunuh sejak tadi tapi dia sadar saat ini Karin sedang hamil dia tidak mau melukai anak didalam kandungan Karin dan membuat lexa sedih Vania berdiri dari duduknya dan melangkah keluar menuju pintu Karin berteriak menyuruh melepaskannya Vania keluar dari ruang tersebut dan menguncinya dari luar " jaga dia jangan sampai dia kabur dan beri dia makanan aku tidak mau sampai anak didalam kandungannya kenapa kenapa dan membuat lexa sedih " ucap Vania pada bawahnya dan berlalu begitu saja meninggalkan tempat itu dan menuju rumah sakit
__ADS_1
...*****...
__ADS_1
sesampainya di rumah sakit Vania sangatlah lega karena sahabatnya sudah siuman " bagaimana keadaan mu " ucap Vania berdiri di sebelah lexa yang terbaring lemah ditempat tidur rumah sakit " aku udah mulai membaik" ucapnya tersenyum hangat kepada Vania lexa berusaha duduk agar lebih nyaman saat mengobrol dengan sahabatnya,Vania Alexa duduk bersandar " dimana kak Dev kok kamu sendirian " ucap Vania menanyakan suami Alexa " dia lagi cari makan mungkin sebentar lagi dia kembali " ucap lexa menatap wajah sahabatnya lexa bisa melihat sorot mata Vania menahan kesal sekaligus kesedihan " kamu punya masalah Van " ucap lexa tiba-tiba dan membuat Vania menoleh kearah lexa saat ini ia sedang mengupas buah untuk Alexa agar bisa dimakannya " hanya masalah kecil tidak usah difikirkan" ucap Vania tersenyum dia ingin memberi tahu soal kecelakaan itu tapi dia sadar lexa baru sadar dari komanya " apa kamu baik-baik saja " ucap lexa merasa ada yang janggal pada Vania " YESS princess" ucap Vania mencoba untuk tidak membuat sahabatnya merasa khawatir pada dirinya " kalau ada apa-apa cerita padaku " ucap lexa memegang tangan Vania yang memotong buah menjadi kecil-kecil " iya itu pasti BESTie" ucap Vania tersenyum tak lama Devan datang membawa bungkusan makanan yang diinginkan lexa " kamu ada disini Van sejak kapan " ucap Devan setelah mengecup kening lexa dan berlalu kearah meja menaruh makanannya " sudah dari tadi aku disini kak,CK kalian bisa enggak sih mesra mesranya jangan didepan orang yang jomblo " ucap Vania diselingi gerutuan kecil lexa dan Devan hanya terkekeh saja mendengar gerutuan Vania " makanya cari pacar dong Van atau gak cari suami " ucap lexa menggoda Vania yang digoda malah melengos sambil bibirnya menye menye mengikuti ucapan lexa Devan dan lexa hanya tertawa gemas melihat tingkah Vania,mereka mengobrol cukup lama akhirnya Vania pun pulang karena sang bundha sudah menyuruhnya pulang dan Devan menemani lexa yang sedang istirahat Devan terus menatap wajah lexa yang terpejam mengarungi dunia mimpi Devan mengelus dahi Alexa dengan sayang setelah itu dia kembali ke sofa mengerjakan pekerjaannya yang agak menumpuk.
__ADS_1