MAHABBAH CINTA GADIS SMA

MAHABBAH CINTA GADIS SMA
15.


__ADS_3

Ketika manusia berencana Tuhan lah yang menentukan jalan hidup kita begitu pula jalan takdir


#by:Devan samudra


Kembali ke author.


Devan saat ini berdiri di balkon kamarnya dengan tatapan kosong entah mengapa dia memikirkan ucapan Alexa Devan mendengar semua pembicaraan lexa dan Vania didekat kolam renang,


dimana lexa menanyakan keputusannya yang menikah dengan dirinya Devan mengerti hati lexa belum sepenuhnya menerima pernikahan ini walaupun dia sudah mengakui bahwa lexa mencintainya tapi apakah dia boleh egois bahwa lexa telah melukai hatinya entahlah hati Devan benar benar sakit dan merasa sesak di dadanya,


" Dev ada apa kamu baik baik saja kan " ucap mamah Rani yang berada disamping Devan yang ingin memanggilnya untuk kebawah agar bisa makan bersama " aku baik baik saja,tapi hanya sedikit sakit didalam sini ini sangat sakit " ucap Devan menatap mamahnya sekilas dan kembali menatap ke depan

__ADS_1


" kamu harus bersabar Dev mungkin ini terlalu berat dilalui lexa apalagi mengorbankan masa remaja nya untuk mu " ucap mamah Rani menasehati Devan,


" aku tau mah tapi apa boleh Devan egois dan mengatakan kalau Devan juga terluka atas pernikahan ini mah aku juga terpaksa mah kenapa dia tidak memahami ku sedikit saja" ucap Devan berkaca kaca dan mamah Rani mengelus punggung Devan menenangkannya,


saat Devan akan berbicara lagi sudah ada yang memotong dari belakang " boleh kak sangatlah boleh kakak bisa mengatakan kepadaku maaf jika lexa membuat Kakak terluka " ucap lexa yang sudah berada dibelakang mereka,


Devan menegang segera membalikkan badannya mendapati lexa yang sudah berdiri dengan air matanya yang membasahi kedua pipinya " lexa, sayang kamu hanya salah paham tolong dengarkan penjelasanku sayang " ucap Devan ingin menghampiri lexa tapi sudah terlambat lexa segera memutar tubuhnya dan berlari kearah pintu,


setelah itu lexa mengarahkan ke gerbang rumah membukanya sangat kebetulan sebuah taxi yang baru saja menirukan penumpang lewat dan segera menyetop taxi lexa naik kedalam mobil taxi tersebut menyuruh sopir segera pergi,


lexa menangis didalam taxi dirinya merasa bersalah dia harusnya bersyukur mendapatkan suami yang memahaminya,

__ADS_1


seharusnya dia tidak boleh egois lexa terus menangis disepanjang jalan entah dia mau kemana dia hanya ingii menenangkan diri,


" lexa tunggu sayang " ucap Devan yang tahu istrinya terluka dengan ucapannya segera menyusul tapi sayang nya Devan kalah cepat karena taxi yang ditumpanginya lexa sudah pergi menjauh dari rumah mereka


sungguh merasa bersalah tidak seharusnya dia berucap seperti itu, Vania yang melihat sahabatnya kabur membuat dia panik dan khawatir apalagi kondisi lexa belum pulih benar,


" kak ada apa kenapa lexa pergi sambil menangis " ucap Vania pada Devan tapi tak dihiraukan oleh Devan " Bodoh kamu dev seharusnya kamu tidak mengucapakan kalimat itu arghhhh " ucap Devan mengacak rambut sendiri menjatuhkan bobotnya tubuhnya di sofa ruang tamu,


Devan segera beranjak dari duduknya dan menyambar kunci mobil yang ada di etalase kecil dan segera mencari Alexa dia terus mengendarai mobilnya mencari di setiap tempat berharap dia bisa menemukan jejak Alexa Devan memukul setirnya melajukan mobilnya tanpa arah tiba-tiba ada notifikasi dari nomer Vania memberikan alat keberadaan alexa dan segera menancapkan gass nya menuju tempat tersebut


dikediaman samudra mamah Rani terus menitikkan air matanya menceritakan tentang curhatan Devan pada dirinya dan membuat lexa salah paham dan akhirnya kabur dari Devan,

__ADS_1


Vania segera menyambar tasnya berpamitan kepada kedua orang tua Devan dan segera pergi ketempat dimana lexa sering kesana ketika ada masalah dan benar saja lexa sedang menangis dipinggir danau.


__ADS_2