MAHABBAH CINTA GADIS SMA

MAHABBAH CINTA GADIS SMA
08.


__ADS_3

Lexa mulai mengerjapkan mata menatap sekeliling dan menoleh kearah Devan yang tidur disebelahnya lexa mengingat ingat kejadian yang terjadi barusan dimana dia bertengkar dengan sang kakak dan kembali ke kediaman keluarga samudra memeluk mamah Rani menumpahkan tangisannya diperlukan mamah Rani dan berakhir tidak mengigat apapun setelahnya,lexa menatap Devan memandang wajah teduh Devan entah mengapa dia tidak ingin berpisah atau bahkan bercerai karena sesungguhnya hatinya mulai luluh dengan perlakuan lembutnya dan kesabarannya menghadapi dirinya yang kadang kadang labil lexa mulai terisak kembali mengingat ucapan sang kakak yang menurutnya sangat melukainya bagaimana bisa dia harus menyerahkan Devan yang jelas jelas Sekarang menjadi suaminya apakah kakaknya tidak punya perasaan dia yang meninggalkan pernikahan itu dia juga yang menginginkan Devan kembali agar mau bertanggung jawab atas kehamilannya yang jalas² itu anak Reno pacarnya,Devan yang mulai terusik dalam tidurnya dan mendapati lexa menangis sesenggukan " sayang kamu sudah bangun " ucap Devan segera duduk dan merangkuh tubuh istrinya yang lemah " kak aku tidak mau kehilangan mu belum cukupkah takdir permainkanku " ucap lexa terisak dalam dekapan Devan " huss dengar baik² sayang apapun yang terjadi kakak tidak akan meninggalkan mu " ucap Devan, sakit itulah yang dia rasakan sekarang mendapati istrinya yang terluka hatinya perasaannya bahkan mentalnya mungkin lexa bisa tersenyum didepan semua orang tapi kita tidak tau hatinya terluka dia tau lexa harus berusaha menerima dirinya keluarganya dan bahkan dunia barunya menjadi seorang istri " sudah ya lebih baik kamu istirahat dan tidak usah memikirkan ucapan kakakmu percayalah padaku aku akan tetap bersamamu apapun yang terjadi mungkin aku tidak menjanjikan apapun tapi aku akan berusaha membahagiakanmu lexa " ucap Devan serius " aku pegang omongan mu kak " ucap lexa mengeratkan pelukan nya nyaman itulah yang iya rasakan saat ini berada di dekapan Devan

__ADS_1


...*****...

__ADS_1


Sudah seminggu lebih keadaan lexa belum sepenuhnya membaik bahkan harus dilarikan kerumah sakit karena demam tinggi dan magh angkut yang dideritanya selama ini kambuh akibat fikiran yang kacau dan makan yang tidak teratur Karin terus menoror lexa serta ancaman kalo dirinya akan bunuh diri jika lexa tak menyerahkan Devan padanya,Devan yang mengetahui ancaman tersebut merasa geram pada Karin dan memutuskan menemui sang ayah mertua untuk menceritakan semua tentang ancaman Karin pada lexa ayah arga sangat marah kepada Karin dan memberikan peringatan jika dia terus mengusik sang adik akan dia masukan ke pesantren agar tahu batasannya, lexa saat ini masih berada di rumah sakit ditemani oleh Vania kedua mertuanya tidak menemaninya karena suatu isiden dimana perusahaan diluar kota terjadi masalah mengakibatkan kerugian yang tidak sedikit terpaksa mereka harus terbang malam itu juga sedangkan ayah dan bundha ya baru saja pulang untuk beristirahat dirumah sebentar sedangkan Devan mengurus pekerjaannya yang tidak bisa ditinggalkan tapi dia akan menghubungi lexa 1 jam sekali untuk menanyakan keadaannya, " xa gue heran kenapa Loe Ingin tau tentang wanita itu " ucap Vania tiba-tiba " gimana ya jelasinnya, intinya gue takut aja dia berbuat macam-macam sama hubungan rumah tangga gue " ucap lexa duduk bersandar " tapi gue nemuin sesuatu yang buat gue tercengang dia pernah mau nyalkai sahabat perempuan suami Loe kalo gak salah namanya viona " ucap Vania membaca setiap ditel informasi yang dia dapat dari anak buah papahnya " hmm viona kayak pernah dengar apa jangan jangan dokter viona ya " guman lexa pelan tapi masih didengar oleh viona " hmm mungkin aja sih xa " ucap vania menatap lexa yang hanya manggut-manggut saja " Loe harus hati hati sama dia " ucap vania lagi memperingati lexa dan lexa mengiyakan ucap vania tidak lama kemudian Devan datang Vania segera pulang karna sang bundha saat ini hanya sendiri kebetulan papah tirinya sedang berada diluar kota mengurusi restoran disana

__ADS_1


__ADS_2