MAHABBAH CINTA GADIS SMA

MAHABBAH CINTA GADIS SMA
16.


__ADS_3

didalam taksi Alexa sangat sedih ia benar-benar kacau,air mata nya terus mengalir ia sangat kecewa dengan dirinya sendiri ' maaf kak, maafkan aku yang udah buat kak Devan tertekan' batin lexa menyesali semua nya


" maaf neng kita mau kemana " ucap sopir taxi yang membawa lexa," kita ke danau xxxxx ya pak " ucap lexa sesenggukan


" baik neng " setelah ucapan supir tersebut suasana didalam taxi hanya hening, lexa hanya memandang arah luar jendela


sesampainya di danau lexa segera turun setelah membayar taxi tersebut dan berjalan pelan kearah danau yang cukup sepi, sesampainya di pinggir danau lexa duduk termenung menatap hamparan danau yang tenang


lexa hanya diam melamun menatap hamparan danau yang luas tanpa menyadari kehadiran Vania,


Vania memegang pundak lexa pelan dan segera duduk disamping lexa " gue tau Lo lagi sedih tapi setidaknya Lo jangan kabur lexa, kasihan kak Dev apalagi Lo baru sembuh " ucap Vania lembut


" gue cuman ngerasa bersalah aja Van, dan sekarang gue tau kalau kak Dev tertekan nikah sama gue, gue kecewa sama diri gue sendiri harus nya sejak awal Gue tolak pernikahan ini " ucap lexa panjang

__ADS_1


" huhh, emang Lo nyakin kalau kak Dev tertekan nikah sama Lo?, " ucap Vania menatap lexa sebentar setelah itu memandang kearah depan dimana hamparan danau yang indah dan cukup tenang


" bukan gue sok dewasa dan mengurui Lo ya lexa tapi dari sorot matanya kak Devan sejak awal emang udah jatuh cinta sama Lo, Lo nya aja yang gak pernah sadar " ucap Vania serius


" cinta belum tentu bahagia kan Van, dia emang cinta sama gue tapi dia tertekan dengan pernikahan ini harusnya dia bisa nikah dengan orang yang seumuran dan yang jelas pemikiran nya lebih dewasa dari pada gue " ucap lexa sedih


" CK.itu cuman pemikiran Lo aja lexa Lo gak lihat gimana paniknya dia saat low koma, gue aja sampai iri tau gak Lo harus nya bersyukur karena tuhan jodoh.in Lo sama lelaki yang bener-bener tulus kayak kak Devan " ucap Vania menyakinkan lexa


lexa hanya diam saja dan mencerna perkataan Vania, sejujurnya lexa sudah merasakan ketulusan hati Devan sejak awal


banyak di luaran sana yang menginginkan suaminya, ' CK gue blo'on banget jadi orang ' batin lexa


" gue udah hubungi suami Lo sebentar lagi dia bakal kesini jemput Lo dan ingat gak usah kayak bocah kabur-kaburan kayak gini kasian Tante Rani dia nangis gara-gara Lo kabur " ucap Vania ingin beranjak dari tempat duduknya

__ADS_1


" iya,eh terus Lo mau kemana " ucap lexa mendongak menatap Vania


" ya pergi lah masak iya gue liatin Lo sama kak Devan bucin dih ogah lebih baik gue cari duda tampan deh" ucap Vania sewot


" dih emang ada duda mau sama Lo, dah sana pergi bosen gue liat muka Lo, yang butek " ucap lexa bercanda


" sialan Lo butek-butek begini banyak yang suka jangan salah Lo " ucap Vania pede


" dih Lo aja masih jomblo sampai sekarang " ucap lexa mengejek sahabat nya itu


" lebih baik jomblo dari pada punya cowok cuman bikin pusing " ucap Vania tidak mau kalah


" gue doa in Lo punya cowok yang sad boy " ucap lexa " dih KK gitu tapi gpp lah buat uji nyali biar hidup ada warnanya " ucap Vania yang masih menimpali perkataan lexa " CK CK nih anak malah kesenangan dah sana pergi " ucap lexa berdecak kesal

__ADS_1


" iya udah mau pergi KK, oh iya nanti jangan sampai kebablasan kalau udah baikan ingat ini tempat umum " ucap Vania segera ngacir pergi dan sedikit berlari


" vaniaaaa otak Lo bener-bener mesum " teriak lexa yang masih bisa didengar Vania yang tertawa cekikikan.


__ADS_2