
Sesampainya di kediaman keluarga samudra lexa segera turun dari mobil dan menuju kedalam rumah melihat mamah Rani duduk diruang tengah sambil memegang majalah lexa segera berjalan kearah mamah Rani melihat menatunya yang tidak baik baik saja segera merentangkan kedua tangannya menyabut pelukan sang menantu lexa memeluk mamah mertuanya dan menumpahkan tangisan disana mamah Rani menatap Devan yang baru saja masuk menatap sang putra dengan bertanya tanya kenapa istrinya bisa menangis setelah pulang dari rumah besannya Devan hanya menghela nafas panjang melihat istrinya menangis dipelukan sang mamah " ada apa Dev kenapa menantu mamah menangis " ucap mamah Rani bertanya kepada Devan sambil tangannya mengelus lembut rambut lexa " Karin memintaku menikahinya agar aku merpetanggung jawabkan anaknya yang masih dikadungan yang jelas itu anak dari pacarnya " ucap Devan duduk didepan mamahnya dan juga lexa yang masih terisak " hah apa Karin hamil, dan dia menyuruh mu tanggung jawab keterlaluan perempuan itu dia yang menginggalkan pernikahannya demi laki-laki sialan itu meminta tanggung jawabanmu apa dia tidak memikirkan perasaan adiknya " ucap mamah Rani marah tidak habis pikir dengan jalan fikiran kakak Alexa " itulah mengapa kita pulang mah karena tidak mau mendengar permintaan gila Karin " ucap Devan bersandar pada sofa mendongak memejamkan matanya dia merasa sakit dihatinya melihat lexa menangis dia berusaha membahagiakan lexa tapi sang kakak dengan mudahnya menghancurkan hatinya begitu saja " lexa bangun sayang lexa " ucap mamah Rani mendapati lexa pingsan Devan mengbuka matanya menatap lexa yang memejamkan matanya karena pingsan Devan segera menghampiri lexa dan mamahnya mengakat tubuh lexa membawanya kearah kamar tamu " mah hubungi viona suruh cepat kemari " ucap Devan menyuruh mamahnya menghubungi dokter pribadi keluarga samudra mamah Rani yang panik segera menghubungi viona dan suaminya yang saat ini bertemu rekan bisnisnya, tidak butuh waktu lama dokte viona datang dan berpapasan dengan papah Andre kebetulan juga merasa panik,dokter viona masuk kekamar tamu segera memeriksa kondisi lexa " gimana Vi apa menantuku baik baik saja " ucap mamah Rani berdiri dibelakang viona dan Devan duduk disebelah kiri lexa sambil menggenggam tangan lexa " dia baik baik saja Tante hanya kecapean lexa saat ini butuh istirahat dan jangan sampai banyak pikiran kondisi lemah dan mudah lelah " ucap viona membereskan alat alatnya ,Devan,mamah dan papah bernafas lega mendengar kondisi lexa "tapi kenapa istri ku belum bangun " ucap Devan khawatir dan menatap kearah dokter viona " mungkin sebentar lagi dia akan bangun " ucap viona " ya sudah saya permisi " ucap viona lagi dan diantar keluar oleh mamah dan papah ,Devan terus berrada disisi lexa yang masih belum bangun dari pingsannya mamah dan papah membiarkan Devan menjaga lexa istrinya mereka tahu Devan sangat mengkhawatirkan istrinya " sayang cepatlah bangun aku sangat mengkhawatirkannya mu " ucap Devan mengelus tangan lexa pelan dan mengecup keningnya Devan merebahkan dirinya ditempat tidur bersebelahan dengan lexa melingkar tangannya diatasnya perut rata lexa " semoga Devan junior segera hadir disini agar kakakmu tidak meminta hal yang konyol aku juga berharap kamu bisa mencintaiku Alexa aku tidak tahu perasaan ku sendiri tapi aku merasakan mulai jatuh hati padamu,maaf aku belum bisa membahagiakan mu tapi aku janji akan selalu bersamamu hingga akhir hayat" ucap Devan menatap lexa yang masih terpejam Devan menatap lexa dalam dan mulai ikut memejamkan matanya.