
Hari ini Arisha bangun kesiangan,karena tadi malam abangnya melaksanakan acara tunangan,Arisha tak sempat sarapan dia langsung bergegas menuju sekolahnya
Tiba disana pintu gerbang sudah tertutup,selang beberapa detik datang Kenan dengan motornya,mereka bernasib sama,hal ini sudah biasa dirasakan Kenan namun tidak dengan Arisha
"pak Udin,tolong bukain gerbangnya pak"teriak Arisha setelah turun dari mobil,tak lama kemudian Pak Udin datang membawa kuci gerbang dan membukanya
"siap siap deh non,sudah ditunggu Pak Joko"ucap Pak Udin meringis
"sudah saya duga pak,yasudah terimakasih ya pak"ucap Arisha lalu memarkirkan mobilnya,Kenan pun demikian,dan disebrang sudah ada Pak Joko berdiri dengan tangan dilipat didada
"Arisha,Kenan,sudah jam berapa ini"tanyanya dingin
"maaf pak"ucap Arisha
"jangan jangan kalian janjian,atau kalian pacaran ya?"selidik pak Joko
"enggak kok pak,kan bapak tau sendiri saya jarang telat,jadi ini hanya kebetulan pak"jelas Arisha
"oke,sekarang kalian keliling lapangan Arisha 8 kali,Kenan 15 kali"suruh pak Joko enteng,tanpa menjawab Kenan pergi menuju lapangan,dia meletakkan tasnya dibawah pohon,dan disusul Arisha dibelakangnya
Sudah terhitung 4 putaran Arisha berlari,nafasnya memburu,dia merasa sedikit pusing mungkin karena belum sarapan,namun ia tetap melanjutkan berlari dia tidak mau dianggap pengecut karena tidak mampu menjalankan hukumannya
Entah sudah berapa putaran namun Kenan terlihat masih semangat,dia hanya mengenakan kaos putih polosnya membuat siswi yang melihat semakin terpesona,tetapi tidak dengan Arisha
__ADS_1
Arisha merasakan pusingnya semakin hebat,pandangannya gelap dan detik berikutnya dia tumbang,Kenan yang berada tidak jauh darinya langsung menghampiri
"Ck,pakek pingsan lagi"ucapnya lalu membopong Arisha menuju UKS,dia sempat melewati Adel dan Sirly yang sedang mengumpulkan tugas,Kenan hanya acuh
Setibanya diUKS Kenan membaringkan tubuh Arisha dibrankar lalu menyuruh siswa yang berjaga untuk merawatnya
"lo urus dia,gue panggilin temennya"suruh Kenan,lalu bergegas menuju kelas,tak lupa membawa tasnya dan milik Arisha
"temen lo di UKS pingsan"ucap Kenan pada Clarisa,setelah dia memasuki kelas yang ternyata jamkos
Clarisa langsung mengangkat pandangannya"Arisha maksud lo"tanyanya memastikan,dan dijawab anggukan oleh Kenan,Clara segera berlari menuju UKS,dan mendapati Arisha yang sudah siuman
.
.
.
didepan kelas dia menghentikan langkahnya membuat Clara ikut berhenti
"aku mau ketoilet sebentar"ucap Arisha
"yaudah ayo aku temenin"
__ADS_1
"gak usah bentar doang kok"ucap Arisha,Clara hanya mengangguk lalu masuk kekelasnya
Saat Arisha keluar dari kamar mandi tiba tiba ada yang menarik tangannya
"ehh,apaan sih"ucap Arisha sambil menghentakkan tangannya
"hehh,lo tu jadi cewek gak usah kecentilan yaa"ucap wanita yang menariknya tadi
"apaan sih maksudnya,gak jelas banget,bikin pusing aja"sentak Arisha,Adel wanita yang menarik Arisha tadi tidak terima,dia menjambak rambut Arisha,dan membuat Arisha mengaduh kesakitan
"jangan pernah lo deketin Kenan,dia itu punya gue,ngerti lo"ucap Adel lalu mendorong Arisha hingga menubruk tembok dibelakangnya,rasanay Arisha ingin melawan namun dia tidak memiliki tenaga saat ini,dia hanya diam sambil merasakan kepalanya
"ada apa ini,ngapain kalian disini"ucap lelaki
"ehh ngak kak,i ini mau kekelas"jawab Adel gugup lalu bergegas menuju kelasnya
"kamu diapain sama dia"tanya pria itu mendekati Arisha
"ehh kak vano,gak papa kok kak,aku kekelas dulu ya"ucap Arisha,Devano hanya mengangguk,Devano sudah hafal dengan tingkah Adel yang suka membully
Sesampainya dikelas Arisha hanya diam,mencerna kata kata wanita yang bername tag Adel fransiska tadi,tapi apa hubungannya dengan dia,bahkan Arisha sangat membenci Kenan,dan sekarang dia diminta menjauhi laki laki itu,ada ada saja
Tak mau menambah fikirannya,Arisha mengambil ponsel dan memasang headset ditelinganya untuk mendengarkan musik
__ADS_1