
.
.
.
"perjodohan?"tanya papa Arisha memastikan
"betul sekali"jawab Bayu antusias
"ohh,tidak mungkin aku melupakan hal ini"
"jadi bagaimana,apa kita tetap melanjutkan ini,aku sangat berharap kita bisa menjadi besan"
"tentu,ini adalah permintaan Ayah terakhir,dan aku belum melaksanakannya,aku tidak mau membuat Ayah kecewa disana"ucap Papa murung
"Widya,Martha,sepertinya kalian harus bergabung dengan pembicaraan ini"panggil Bayu,yang dipanggil langsung duduk disamping suami masing masing
"sepertinya serius"ucap Martha
"kita akan membahas perjodohan anak kita,sesuai pesan Ayahku dan Paman(Ayah Demian)"jelas Bayu,
Martha dan Widya sumringah mendengar hal itu"baik mari kita segera bicarakan"lanjut Widya
"jadi begini,aku berniat menjodohkan putraku Kenan,dia memang anak yang nakal,suka balapan,berkelahi dan sering bolos pula,aku berharap kau dan putrimu bisa menerimanya"ucap Bayu
"tapi sebenarnya dia adalah anak yang baik dan penyayang,apa yang sudah menjadi miliknya akan dia jaga,dia butuh sedikit sentuhan saja agar bisa merubah sikapnya yang kurang baik"imbuh Widya
"aku tidak menuntut lebih tentang anakmu,jika permasalahan sikap,seiring waktu jika mereka bersama pasti akan berubah sedikit demi sedikit,dan semoga kalian juga bisa menerima putriku"jawab Papa Arisha
"jadi kita sepakat untuk menjodohkan mereka?"tanya Bayu memastikan
"Tentu"jawab Papa Arisha yakin
"tapi bagaimana jika mereka menolak?"sahut Mama Arisha
"kalau putraku biar aku urus,mungkin tidak terlalu sulit"jawab Bayu
"pelan pelan pasti mau"imbuh Papa Arisha,Mama Arisha mengangguk setuju
Mereka terus mengobrol sambil menikmati pesta,mereka sudah yakin untuk menjodohkan putra putrinya,mengapa bukan Devano?,itu karena saat ini dia sedang fokus dengan ujian,dan persiapan untuk masuk Universitas impiannya,Bayu takut jika Arisha terbebani dengan ini,entah mengapa dia juga merasa yakin jika Kenan lah yang dijodohkan dia yakin Arisha dapat merubah sikap Kenan
.
.
__ADS_1
.
.
Kini Arisha sudah merebahkan tubuhnya dikasur,setelah pulang dari acara pesta dia segera membersihkan diri,tak lupa mengecek tugas untuk besok,setelah selesai dia bersiap untuk tidur
Paginya setelah sarapan saat Arisha hendak melangkah pergi,Papanya menahan
"Arisha sebentar"Arisha yang sudah berdiri kini duduk kembali"ada apa pa?"tanyanya
"hari ini pulang jam berapa?"tanya papa,"jam 3 pa,gak ada ekskul,kenapa?"
"nanti cepat pulang,papa mau bicara sama kamu,sekarang kamu sekolah dulu"Arisha hanya mengangguk,lalu menyalimi kedua orang tuanya
Disisi lain Kenan yang baru saja turun dari kamarnya,sudah ditunggu oleh keluarganya,dia segera duduk disamping kakaknya,dia ingin meraih roti namun panggilan dari papanya membuatnya terhenti
"Kenan,nanti papa mau bicara",Kenan menatap sekilas papanya lalu mengangguk,setelah selesai sarapan dia berdiri menyalimi kedua orang tuanya berpamitan menuju sekolah,"pulang sekolah papa tunggu dirumah"ucap papa,Kenan sedikit curiga tak biasa papanya mengajak bicara,dan ini terlihat serius,namun ia hanya acuh
Pukul 15:30,Arisha tiba dirumahnya,sedari tadi dia bertanya tanya mengapa papanya mengajak bicara,dan sepertinya pembicaraan serius,jika persoalan perusahaan mengapa melibatkan dirinya,dia segera masuk dan mendapati papa dan mamanya sudah menunggu
"ganti baju dulu sayang"suruh mamanya,Arisha langsung menuju kamarnya,mengganti pakaian santai,kemudian dia menemui papa dan mamanya
"mau bicara apa pa?"tanyanya setelah duduk disamping mamanya
"kamu gak makan dulu"ucap mama,Arisha semakin merasa curiga,sepertinya ada yang didembunyikan"udah deh ma pa,langsung aja,Arisha udah penasaran dari tadi"
"ini beneran ma?"tanya Arisha masih dengan keterkejutannya,mamanya mengangguk,seperti sudah putus apa yang dicita citakan Arisha selama ini,dia akan dijodohkan dan usianya masih sangat muda,apa kata teman temannya"tapi pa,Arisha kan masih sekolah,dan Arisha belum tentu suka sama orang yang dijodohin itu"ucapnya dengan suara bergetar,detik berikutnya buliran bening berhasil lolos dari kedua matanya
"ini permintaan kakek kamu sayang,kakek kamu ingin menjodohkan papa tapi anaknya juga laki laki,jadi mereka memutuskan untuk menjodohkan cucunya"jelas papa
"tapi paa,"Arisha menghela nafas sebentar "emang dia gak punya anak perempuan,dan Arsen aja yang dijodohin,Arisha belum siap pa,Arisha belum siap jadi Istri,Arisha masih muda"ucapnya kini bukan hanya setetes air mata namun sudah mengalir,Mama memeluknya untuk menenangkan,hingga isakannya mulai reda papanya melanjutkan bicaranya
"sayang,ini adalah permintaan kakek yang belum bisa papa kabulkan,bantu papa agar tidak membuat kakek kecewa disana agar dia tenang disana"ucap papa dengan suara rendah,tersirat kesedihan dari raut wajahnya"papa mohon sayang"lanjutnya lagi,Arisha yang melihat wajah sedih papanya membuatnya tidak tega
Bagaimanapun juga Orang tuanya sudah merawat dengan kasih sayang,dia tidak pernah merasa kurang selama hidupnya,mungkin ini menjadi jalannya untuk membalas budi kepada orangtuanya
"Arisha akan coba pa,sekuat Arisha"ucap Arisha lalu beranjak menuju kamarnya
.
.
.
Tak berbeda jauh dengan Arisha,Kenan yang juga mendapat kabar mengejutkan,ingin sekali dia menyumpah serapahi orang yang ada didepannya,namun itu tidak terjadi karena dia adalah orang tuanya dia tidak seburuk itu
__ADS_1
"Ken,kakek kamu memiliki pesan yang harus papa sampaikan"ucap Bayu papa Kenan
"pesan apa"tanya Kenan mengangkat sebelah alisnya
"kamu dijodohkan"lanjut papa,Kenan langsung membulatkan mata karena terkejut,Widya mamanya langsung beralih duduk disamping anaknya
"kenapa harus Kenan yang dijodohkan,kenapa nggak kak vano aja,lagian ini bukan jaman dulu pa"tolak kenan
"kakak kamu saat ini sesang fokus ujian,mempersiapkan untuk memasuki universitas,dan dia juga sudah mulai belajar mengurus urusan kantor,jadi kamu yang papa jodohkan"jawab Bayu
"papa selalu gitu,gak pernah ngertiin kenan,pokoknya kenan gak mau"ucap kenan ingin pergi namun tangannya ditahan oleh mamanya,mamanya berkaca kaca siap menumpahkan kristal beningnya,Dan inilah pemandangan yang sangat Kenan benci,dia menghela nafas,kembali menjatuhkan badannya disofa
"ini permintaan kakek kamu,kamu mau membuatnya kecewa?"ucap Widya sambil mengelus pundak putranya
"tapi maa,kenapa harus Kenan"ucap Kenan dengan suara rendah
"Kenan kamun masih ingat dengan janji kamu?"sahut Bayu
"janji apa lagi sih"jawabnya sebal
*Flashback on
"Kenan,papa sudah tidak bisa mentoleransi kamu,pokoknya kamu akan papa pindahkan ke Amerika,kamu tinggal disana bersama adik mama kamu"ucap Bayu marah,Karena beberapa hari yang lalu Kenan berkelahi dengan kakaknya sendiri
"jangan dong paa,papa gak kasian sama kenan,kenan gak bisa jauh dari mama"ucap Kenan bersedih,Bayu yang sebenarnya juga tidak tega jika putra bungsunya keluar negeri,akhirnya dia memutuskan memberi kenan satu kesempatan
"papa kasih kamu kesempatan,jika kamu sampai berkelahi dengan kakak kamu lagu siap siap kamu keAmerika,dan papa ada satu syarat"ucap Bayu
"syarat apa pa?"
"papa memegang dua kartu emas kamu,jika papa menggunakaan kamu harus patuh entah apa yang papa minta"jelas papa,kenan setuju dari pada meninggalkan orang tuanya dan juga sahabatnya
Flashback off*
"ini kesempatan papa terakhir,papa menggunakan ini,papa tidak mau mmbuat kakek kamu kecewa"ucap Bayu suaranya tak setinggi tadi,bahkan suaranya lebih mirip orang menahan tangis,Kenan tidak bisa berbuat apa apa,dia mengusap wajahnya kasar"oke Kenan mau"ucapnya lalu meninggalkan orangtuanya,sebenarnya Kenan juga tidak menyangka melihat ekspresi papanya yang begitu,dalam masalah apapun dia masih bersikap tegar,namun dalam hal ini sungguh berbeda seperti ada harapan yang sangat dalam baginya
.
.
.
.
.
__ADS_1
Like😉dungss