
Setelah menjalankan ibadah sholat subuh,Arisha mulai dirias dari pihak WO,mereka menyewa komplit untuk acara ini,sejak kemarin malam ruang tengah didekorasi secantik mungkin
Tak bisa dipungkiri Arisha merasa gugup dari tadi,tak beberapa lama Arsen datang,dia masuk kekamar Arisha
"Kak gimana rasanya"tanya Arsen
"Gak tau gue,rasana jantung gue mau copot aja sen,lo disini aja ya"pinta Arisha,Arsen terkikik lalu duduk diranjang
"Kak Wawa,emang rasanya gimana dulu waktu kakak mau nikah"tanya Arisha kepada Marwa yang juga menemaninya
"Ya seneng,gugup,pokoknya campur aduk ya kaya kamu ini"jawab Marwa tersenyum
Setelah selesai,Arisha duduk disofa disampingnya ada Marwa dan Arsen,tak beberapa lama suara mikrofon terdengar,dimulai dari penghulu menyampaikan pesan pesan
---
Diruang tengah,Kenan duduk didepan penghulu dan Demian,dibelakang Kenan ada Bayu dan Devano,entah mengapa Kenan merasa detak jantungnya lebih cepat,teringat pesan Neneknya semalam berganti dengan peristiwa saat dirinya membuat perjanjian dengan Arisha,dia berusaha menahan rasa aneh dalam hatinya,
Setelah penghulu selesai berbicara,Demian menjabat tangan Kenan
Dikamar Arisha semakin gelisah kala penghulu mengakhiri bicaranya,dia berusaha tenang,tak lama "SAYA TERIMA NIKAH DAN KAWINNYA ARISHA FANIAS AGATRA BINTI DEMIAN AGATRA DENGAN MASKAWIN TERSEBUT DIBAYAR TUNAI"satu tarikan suara,dari laki laki yang selama ini membuatnya selalu kesal,dan sekarang dia menjadi suami sah nya,tak terasa air mata lolos dari mata Arisha,sejenak pikirannya melayang tentang sikap Kenan yang dingin,tentang Kenan yang menolongnya di kamar mandi,tentang perjanjiannya,dan tentang perkataan Nenek semalam,rasanya hati Arisha tidak nyaman,ada rasa bersalah dan takut
Hingga lamunannya terhenti saat Kevin memanggilnya
"Dek,ayo turun ditungguin suami kamu tuh"ucapnya
"Ehh,iya kak ayo,lohh kak Marwa mana"tanya Arisha celingukan
"Udah turun tadi dipanggil mama"jawab Arsen
__ADS_1
Arisha turun diapit oleh Arsen dan Kevin,busana serta riasan yang ia gunakan sangat pas,perlahan dia menuruni tangga hingga sosok yang beberapa menit lalu sah menjadi suaminya terlihat
Kevin berjalan terlebih dahulu menghampiri Kenan,"jangan buat adek gue nangis apapun keadaannya"bisik Kevin,tak ada yang mendengar selain Kenan,Arsen memberikan tangan kakaknya yang ia gandeng kepada Kenan,hingga pandangan Kenan dan Arisha bertemu,keduanya menyelami manik mata pasangan sahnya beberapa menit yang lalu
"Bang udah dong lihatnya,ditungguin tuh"celetuk Arsen,membuat Kenan dan Arisha menoleh kearah keluarga,semua nampak tersenyum,Kenan memasangkan cincin kejari manis Arisha,begitupun Arisha keKenan,setelahnya mereka diam,
"Cium tangan suami kamu,dan kamu cium kening Arisha"bisik Widya yang berada didekat mereka
Arisha mengulurkan tangannya meraih tangan Kenan,perlahan dia mengarahkan kebibirnya,Dengan gugup tangan kiri Kenan ia ulurkan untuh menyentuh puncak kepala Arisha ia sedikit membungkuk dan mencium kening Arisha,bersamaan dengan Arisha mencium punggung tangannya,merasa desiran aneh yang menjalari tubuhnya itulah yang dirasakan Arisha dan Kenan,
Kenan dan Arisha memutar badannya menghadap kedua orang tua mereka,saat sungkeman Bayu membisikkan sesuatu pada Kenan"cintai dia seperti kamu mencintai mama,jangan buat kita kecewa",dan lagi-lagi desiran aneh itu menyerang Kenan,dia hanya mengangguk,setelah itu berganti pada orang tua Arisha
Setelah acara sungkeman selesai,mereka berfoto-foto dengan keluaraga,saat giliran Devano dan Arsen untuk berfoto,dia memandang Arisha cukup lama,"selamat ya,semoga bahagia"ucapnya dengan senyum paksa,"iya makasih kak"jawab Arisha tersenyum,dan senyum itu yang membuat Devano teriris,dia segera mengambil posisi disamping Kenan,sedangkan Arsen disamping Arisha
Yang terakhir adalah foto pengantin berdua,keduanya merasa canggung,saat fotografer sudah bersiap keduanya masih dengan posisi bergandengan tangan
"Mas sama Mbaknya yang mesra dong gandengannya"ucap fotografer,namun mereka hanya memandang sebentar tanpa mengganti posisi,Fotografer tersebut menghela nafas lalu memperbaiki pose mereka,
Saat mereka mau mencari tempat duduk,Widya menghentikan,"Kenan belum cium Arisha"ucapnya,"iya mas fotoin dulu"lanjut Martha
"maa"ucap Kenan dan Arisha mengarah keorangtua masing masing dengan tatapan memohon
"udah cepet,mas"tanpa menghiraukan anaknya Martha berucap
"oke satu foto lagi,ayo kalian berhadapan"ucap Fotografer,
Kenan mengadap Arisha begitupun Arisha mengahdap Kenan,mereka terdiam,"cepet Ken,atau kamu mau foto dikamar aja?"ucap Widya,Kenan langsung meraih kedua tangan Arisha mendekat
Cup!
__ADS_1
sekilas dia mencium kening Arisha,"mas yang serius dong,belum dapet nih fotonya"ucap fotografer,Kenan menghela nafas kesal kemudian dia menatap Arisha yang juga menatapnya perlahan dia menggarahkan bibirnya kekening Arisha,Arisha memejamkan mata kala merasa keningnya tersentuh oleh bibir Kenan,Kenanpun memejamkan matanya
1 detik
2 detik
3 detik
.
.
.
10 detik kemudian
Martha dan Widya tersenyum geli melihat kedua anaknya
"oke bagus,kita istirahat"ucap fotografer
Kenan dan Arisha sama sama menjauh,mereka merasa canggung
Kenan menarik tangan Arisha menuju meja Kevin dan Marwa,
"cie adeknya abang udah nikah"goda Kevin,Arisha memanyunkan bibirnya,"ihh,abang mah gitu,awas aja nanti malem aku culik kak Marwa,siap siap tidur sendiri"ucap Arisha,Marwa dan Kevin terkekeh
"enak aja,lagian kamu udah punya suami masa mau tidur sama kakak"ucap Marwa ikut menggoda Arisha,
"Ken,adek gue ini bisa manja bisa judes juga,kalo manjanya udah keluar behh anak Tk lewat"ucap Kevin,Kenan hanya tersenyum,"hina teross"ucap Arisha
__ADS_1
"tapi lo harus janji,jagain,bahagiain,jangan sampe gue lihat dia nangis sama lo"lanjut Kevin,Kenan terdiam kemudian mengangguk"iya kak"jawabnya
Please Like dan Komen😊👍