
Sudah terhitung beberapa hari saat Kenan mengucapkan terimakasih kepada Arisha,entah terimakasih untuk apa Arisha tidak faham dan tidak mau memikirkan hal itu,dan sikap Kenan hanya begitu begitu saja dingin dan datar
Bell istirahat sudah nyaring menyapa telinga para penghuni Sma Bakti,banyak yang menuju kantin untuk mengisi perutnya yang sudah keroncongan,ada juga yang menuju taman dan sekitar lapangan untuk mencari tempat yang nyaman,dan beberapa ada yang memilih untuk berkelana dialam mimpinya,seperti Kenan dan teman temannya
Arisha hanya menggelengkan kepala melihat teman sebangkunya yang sudah menenteng tas menuju pojokan untuk tidur,Arisha menuju bangku Clarisa mengajaknya untuk kekantin
"Cia ayok kekantin"ajak Arisha
"ayo,aku udah laper"jawab Clarisa,mereka keluar menuju kantin,didepan pintu kelas baru saja mereka keluar disana sudah ada Devano
"ehh,kak vano,mau kemana?"tanya Arisha sedikit terkejut
"mau cari lo"jawab Devano sambil tersenyum
"ada apa kak cari aku?"
"kita bahas dikantin aja yuk"ajak Devano
"oke"jawab Arisha,mereka menuju kantin bertiga,banyak pasang mata yang melirik tak suka melihat most wanted mereka berjalan bersama Arisha,Devano juga most wanted selain Kenan Dkk
"ngaak usah diperhatiin"ucap Devano,karena melihat Arisha risih mendapat tatapan tajam dari para siswi
Setelah mendapat pesanan mereka,mereka melahap makanan mereka bertiga tanpa suara,setelah selesai Arisha membuka bicara
"kak tadi mau ngomong apa?"
"ohh itu,gue mau ngasih saran buat lo supaya ikut osis,gimana lo mau gak?"ucap Devano
"osis"beo Arisha,dia berfikir"mmm gimana ya kak,kalo osis kan kegiatannya agak padet,trus harus disiplin,kayaknya aku gak bisa deh"
"dicoba aja dulu Sha"saran Clarisa
"iya dicoba aja dulu nanti lama lama lo terbiasa"
__ADS_1
"nanti deh kak,aku pikir pikir dulu"jawab Arisha
Setelah selesai mengobrol lama akhirnya bell masuk berbunyi,mereka kembali kekelas masing masing
Tiba dikelas, Arisha menyiapkan buku untuk pelajaran selanjutnya,dia membaca bukunya sembari menunggu guru datang,tak lama kemudian guru sejarah(bu Nana) datang
"assalamualaikum anak anak,bagaimana kabar kalian"ucap nya
"waalaikumsalam,baik buu"jawab siswa siswi kompak
"baiklah kita mulai pelajaran hari ini,keluarkan buku paket kalian halaman 150 tentang VOC"suruh bu Nana
"baik bu"jawab siswa siswi lalu membuka buku paket masing masing
"ohyaa,itu siKenan kemana kok bangkunya kosong sama dua temannya lagi?"tanya bu Nana setelah meneliti siswa siswinya
"di pojok bu tidur"jawab Arisha,bu Nana menuju pojokan dan membangunkan tiga murid kesayangan para guru
Bu Nana menghela nafas,lalu mengambil ponselnya diatas meja dan kembali menuju pojokan,
Bu Nana menyuruh Arisha untuk memfoto dirinya yang duduk disamping Kenan berbaring dengan salah satu tangannya diletakkan didahi,setelah itu Bu Nana beralih mendekat ke Yasya dan Bian,posisi mereka tidur saling berhadapan
Setelah selesai berfoto foto dengan berbagai gaya,bu Nana mengajak seluruh siswa kelas Ipa 3 untuk selfie sambil mengelilingi mereka bertiga
Semua siswa sedari tadi menahan tawa,apalagi saat bu Nana berpose konyol,bu Nana termasuk guru muda karena usianya sekitar 24 tahun
Setelah itu bu Nana mendekati mereka bertiga,lalu berteriak"KENAN,YASYA,BIANN BANGUNN"sambil menepuk kencang paha tiga most wanted Sma Bakti
Kenan yang lebih dulu bangun,dia menatap sekilas bu Nana lalu berdiri menuju bangkunya,sedangkan Yasya dan Bian mengeliat
"apa sih maa"ucap Yasya dengan mata yang masih terpejam,
Bian yang mendengar suara aneh,"kok dirumah gue ada laki laki sih,adek gue kan cewek,papa masih kerja"batinnya,matanya masih tertutup rapat,dan kemudian
__ADS_1
"haaaa,anjay lo,ngapain lo disini mau perkosa gue lo"teriak Bian setelah membuka matanya
"apaan sih lo, ngapain lo disini"jawab Yasya
"sudah drama rumah tangganya"ucap bu Nana,Yasya dan Bian menatap bu Nana,kemudian mereka saling menatap satu sama lain
"ehh bu Nana cantik,udah lama ya bu disini?"tanya Bian sambil menampakkan deretan giginya yang berkawat
"menurut kamu?,sekarang jam berapa coba"jawab bu Nana ketus
"maaf bu tadi ketiduran,tau tau udah masuk"ucap Yasya cengengesan
"Cepat kembali kemeja kalian"tegas bu Nana lalu menuju bangku guru
Arisha menoleh memandang Kenan yang masih setia dengan muka bantalnya
"cuci muka sana gihh,eneg gue lihat lo kaya gitu"suruh Arisha,Kenan menatapnya tajam
"Ck galak amat,lagi PMS?"lanjut Arisha,Kenan berdiri mengeser kursi dengan kasar,Arisha yang ada disampingnya terlonjak kaget
"izin cuci muka bu"ucap Kenan pada bu Nana
"iya sana,biar gak molor aja"jawab bu Nana
Arisha hanya menghela nafas,tak lama kemudian Kenan kembali dengan wajah yang masih menyisakan air,dan rambutnya sedikit ikut basah,sungguh menambah kadar kegantengannya
Arisha memandangnya dalam waktu lama dan saat pandangan mereka bertemu Arisha segera mengalihkan menatap bu Nana yang menunjukkan daerah yang dilalui penjajah,Kenan duduk dan menarik buku paket Arisha
"ehh,ngapain"ucap Arisha menatap Kenan,jarak mereka lumayan dekat Arisha merasakan aneh dalam dirinya
"Ck pelit"cibir Kenan lalu melepaskan buku Arisha
"bilang ogeb,nih biar ditengah"ucap Arisha lalu meletakkan buku dengan sampul berwarna cokelat itu dimeja antaranya dengan Kenan
__ADS_1